Moms, Ikutan juga mau curhat ttg PRT & B.S nih,
Klo saya lain lagi....sampe ribut di keluarga gara2 ipar membajak PRT 

Hm...sbner nya gak tau mana yg benar, krn PRT ku itu awalnya suka sengaja kerja 
salah2, disuruh A malah B, dilarang malah dikerjain jd bikin jengkel 
terus....dan dgr2 dr PRT yg satu lagi (teman kerjanya) selama saya bekerja 
dikantor...ada hasutan2 nih....ternyata si ipar udah ngincer mau merebut PRT ku 
krn dia gak dpt2 PRT (ih knp gak cari sendiri ke yysn)...

suatu hari PRT ku brani melawan saya (krn merasa ada yg membela klo 
dislhin&memang slh, jd besar kepala) dan brani memfitnah anakku yg msh 2thn, 
dia bilang anakku tukang bohong, yah jls saja saya tdk terima, bgmn pun dia 
hanya seorg anak2, lalu krn sdh lama saya pendam kejengkelan2...akhrnya saya 
bilang "kalao kamu kerja slh2 terus begini saja tunda kenaikan gj kamu (wkt itu 
sdh 500rb gjnya dan kerjanya gak becus) tiap kerja hp2an, pk t-shirt sukanya 
ketat2&pndk2 smp terlihat punggung klo duduk/angkat2, atau yg lengannya 
terbuka, 
Kmdn dia jawab "ya sdh saya pulang saja", ya saya biarkan dia minta plg....eh 
ternyata mlm itu sdh ditggu ipar ku dirumahnya, dasar pembantu pengkhianat, 
keluar dr kita aja tdk baik2 eh malah pindah kerja ke keluarga juga...apa tdk 
mikir hub kel lbh baik drpd rusak gara2 si embak itu?bagaimana perasaan saya 
wkt itu menggaji org yg berkhianat dibelakang saya?

Dan sejak itu saya & suami tdk ingin dia (PRT) itu bertemu dgn anak saya lagi 
krn bisa2 anak saya ajak dia main lagi, dan dia bukan pengasuh anakku 
lg....saya hanya memikirkan psikis anak saya yg tdk tau apa2.
Dan satu lg...ada kebiasaan aneh anak saya slm diasuh oleh dia...dan sjk pRt 
itu keluar, kebiasaan anakku yg aneh itu hilang sm skl, untunglah anakku tdk 
merasa kehilangan dia n tdk menanyakan kmn embaknya.

Duh maap jd curhat pjg lebar nih 
Tks yah udah meluangkan wkt untuk membaca....



Sent from my BlackBerry® device

-----Original Message-----
From: Widya Setyawati <[email protected]>

Date: Fri, 10 Jul 2009 01:44:34 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Tanggapan atas email AKAN DATANG Suster yang 
ke-12 ;p


Hihihih geli banget deh baca postingnya Mamut :)
 
Memang ya... macam2 aja para pekerja rumah tangga ini.
Saya juga sudah ngalamin berkali-kali sejak mbaknya Razka, sebut saja mbak 
Puji mudik buat melahirkan.
Sejak 6 bulan lalu belum ada yang sreg, sudah ada 8 kali datang dan pergi 
dengan berbagai alasan:
1. Baru 5 hari. Umur 16 thn. Tiba-tiba ditelpon ortunya disuruh kawin 
[heh??? emang bisa gitu keputusan mau kawin kok dalam waktu 5 hari?]
 
2. Datang ibu-ibu. Sudah 38 thn [tapi kelihatan sudah di atas 40an]. Baru 3 
hari. Nangis terus, kangen anaknya yang umur 3 thn.
[oke lah, mungkin belum siap ninggalin anaknya di kampung]
 
3. Masih kencur umur 15 thn. Bertahan sampai 1 bulan lebih. Ketahuan kalau 
klepto.
Yang ini sih "no merci" setelah diberi kesempatan. I'd fired her.
 
4. Minta gantiin temennya yang saya keluarin karena mengutil. Baru 2 hari minta 
pulang dengan berbagai alasan yang tak masuk akal.
[Lha... siapa yang minta-minta kerjaan waktu itu ya?]
 
5. Datang lagi gadis 18 thn mau kerja. Sebenernya kapok juga, tapi demi oma 
yang sepertinya capek 'nyanding' Razka. Diputuskan untuk pulang pergi aja, 
kebetulan rumahnya disekitar situ juga. Besoknya datang pagi dan langsung pamit 
minta berhenti karena gak boleh kerja sama pacarnya.
[Walah... sok banget yach.... yo weis saya menghargai hak pribadi orang lain 
kok]
 
6. Ditawarin lagi saudara dari mbak yang kerja di rumah oma. Setelah 
tanya-tanya ternyata karena satu dan lain hal tidak seprinsip, jadi dengan 
menyesal dipulangkan saja.
 
7. Datang lagi orang yang mau kerja, ternyata secara fisik [maaf] tidak 
memenuhi syarat, padahal mengasuh Razka diperlukan tenaga yang prima.
 
8. Tetangga sebelah rumah, berhasil membujuk saya untuk menerima kerabat PRTnya 
bekerja di rumah saya, tapi baru 5 hari bilang sakit batuk dan mau pulang saja.
Lha saya kok gak pernah dengar dia batuk ya...??? Setiap saya pulang kantor, 
saya lihat dia lagi asik nonton sinetron sambil jegang kaki di sofa ruang 
tengah. Saya gak mau terlalu keras, kalau gak prinsip ya sudah saya diemin aja. 
Yang penting bisa ngajak main Razka. Hal ini sempat meregangkan hubungan saya 
dengan tetangga sebelah, karena dia bilang sama tetangga saya bahwa saya telah 
memecatnya. Oh no... gimana mau mecat? dia pamit sama saya pagi-pagi buta, 
tiba-tiba orang yang katanya mau jemput sudah sampai di depan pintu. Hah... 
???!!! sehingga saking speechlessnya saya pasrah ngijinin dia pulang.
 
Sebenarnya saya sudah benar2 kapok dan rela serta setia menunggu si mbak yang 
lama balik lagi, kapan pun itu. Ibu saya akhirnya juga menyerah. apalagi Sang 
Oma mulai khawatir dengan banyak pemberitaan yang beredar. Saya dan suami kan 
bekerja, otomatis sehari-harinya Razka bersama dengan "orang tak dikenal" meski 
Oma bersedia tetap mengawasi.
 
Isu mencari 'mbak' baru buat Razka berhenti beberapa bulan lalu. Tapi kemarin 
ada temen yang nawarin PRT, saya berusaha menolak, namun ketika ibu saya 
dengar, beliau menyarankan untuk mencoba lagi. "Kalau memang gak cocok ya 
sudah..." heheheh... it's sound familiar to me [for a couple times].
 
Kali ini saya bersedia mencoba lagi, demi ibu, oma, yang sudah bersedia 
menyisihkan waktunya selama 6 bulan mengasuh Razka. Dan sudah bersedia tidak 
aktif di kepengurusan koperasi, RT/RW, juga telah mengorbankan waktunya untuk 
tidak ikut arisan "wa-wi" atau "wara-wiri".
 
Do'akan ya... semoga yang ke 9 ini "genah", amiiin.... pekerja dan pemberi 
kerja bisa cocok :)
 
PS: dalam hati saya tetap merindukan mbak Puji :'(
 
Salam maniez,
-bundanya Razka- 

  

Widya D. Setyawati 
[email protected] 
[email protected] 
ph.: 021-31931935
http://oui-day.blogspot.com
http://masrazka.multiply.com
YM: widya.setyawati 
 

--- On Wed, 7/8/09, [email protected] <[email protected]> wrote:















 
 
 
"her foot, pa.."
"apa, food?,makanan? "
"fuuuut pa..fuuut..bawah. .."
"apa sih..."
"nisooor pa, fooot"
"ooh kaki..."
"kakinya siapa?"
walah susah, mending pk morse sekalian.qiqiqiq
 
gak ada habisnya ya
mbahas ini
 
mamut
fyuh
















      

Kirim email ke