dear mba dewi..
baca curhat mba, saya jadi 'ngaca' ma diri sendiri..
saya miris, sedih n ikut prihatin dengan masalah mba. apalagi waktu mba
lahiran.. :(
saya juga ngalamin kondisi mertua-menantu-ipar yg kurang akur, meskipun
critanya beda ma mba.
yg terutama tetep banyak doa ya mba karna cuma dengan doa kita bisa kuat. doain
suami mba juga supaya mata hatinya kebuka.. dan bisa 'adil' terhadap kluarga
mba juga.
sebisa mungkin jangan berantem didepan anak kita mba, ga bagus buat jiwanya.
klo mba tidak di anggap sebagai menantu yang baik sekalipun mba udah berusaha
maximal.. berusalah untuk menjadi mama yang 'hebat' buat anak2 mba diantaranya
klo bisa 'tahan' untuk tidak menangis di depan mreka karna 'masalah' mba dengan
suami dan kluarganya.
soal cerai..., sebisa mungkin ketika 'kata' itu terbersit di hati n pikiran
mba, tolong juga pikirkan perasaan anak2 lebih dari perasaan mba dan banyak2
doa..
mba ga sendirian menghadapi masalah ini...
sudah umum masalah 'menantu-mertua-ipar ga akur'. yang penting mba bangun
komunikasi dengan suami. cari waktu yg enak untuk bicara. banyak2 doa ya mba..
semoga suami mba berubah dan keluarga mba bisa bahagia dunia-akhirat, amin.
________________________________
________________________________
From: Dewi Chandra <dewib...@yahoo. co.id>
To: ayahbunda-online@ yahoogroups. com
Sent: Thu, January 7, 2010 9:13:57 PM
Subject: [Ayahbunda-Online] Curhat RT.....sedih banget!!!!!! !!!
Dear all,
Aku mau curhat mengenai beban yang aku rasakan selama 4 thn an ini..
Sejak aku hamil trisemester ke-3 n sampai detik ini..suamiku "tidak suka"
dengan keluargaku (ortu ku n adik2x ku) jadi kalau mereka datang ke rumah ku,
suami hanya diam ...padahal ortu n adik2x adalah org2x yang suka mengajak
ngobrol org lain.
Karena suamiku tanggapannya "dingin" saya keluargaku pun enggan ngobrol dengan
suami.
Hal ini sangat betolak belakang bila rumah kedatangan keluarga besar dari pihak
suami...
suami sangat2x welcome..ngobrol ngalor-ngidul. .ketawa ketiwi.
Sebetulnya bila saya tidak suka dengan mertua lebih beralasan karena
40 hari setelah saya lahiran, lutut saya terserang arthritis jadi saya tidak
bisa untuk jongkok, kebayang stressnya saya wkt itu...tapi dalam keadaan lutut
saya sakit...saya masih menggotong ember lumayan gede untuk memandikan baby
saya...
Belum lagi ada kejadian, hari itu saya physiotherapy untuk lutut saya di RS,
dan mertua akan pulang ke rumahnya (dengan alasan yg tidak masuk akal, belum
bayar tagihan listrik)..sehabis saya dari RS, saya mampir ke bank, sebelumnya
saya telp ke rumah mengabarkan ke mertua pr kalo saya mungkin agak telat pulang
ke rumah krn antri di bank....Apa yang terjadi bunda...??mertua laki2x saya
sudah menunggu di dekat pos satpam n dengan nada marah berkata" kenapa lama
sekali"....Bermacam perasaaan berkecamuk dalam hati saya bunda semua...sedih,
marah n kecewa.
Seharusnya saya la yang punya alasan tidak suka dengan mertua,...namun
sebaliknya saya tidak tahu hal apa yang menyebabkan suami tidak suka dengan
keluarga saya.
Hal ini sangat2x menyakitkan hati saya.
Ada lagi yang juga menambah sakit hati saya...setiap kali saya ke rumah
mertua...
saya "dianggap tidak ada" jadi saya tidak diajak ngobrol...bahkan mereka
memanggil saya pun tidak...(termasuk adik kakak suami tidak memanggil "kakak
ipar")
padahal ortu suami n adik pr suami terus menyuruh anak saya untuk memanggil
kakek nenek n paman/bibi.( Saya berpikir dalam hati..mereke bisa menyuruh anak
saya memanggil org , tapi anak sendiri tidak dididik untuk memanggil org lain
(saya)
Sebetulnya saya tidak masalah dalam hal ini..cuma merasa aneh n ortu suami
begitu kolotnya.
Dalam semua hal suami n keluarga suami selalu menggangap mereka yang benar.
Dan yang terakhir , hari Natal lalu karena libur/cuti bersama suami mengajak ke
rumah ortu nya (diluar kota) ,
Kejadiannya, sehabis makan malam, kami semua ada dirumah tamu..mertua laki2x
menawarkan jeruk...pada wkt itu..posisi duduk adalah suami, saya, adik suami
dan kakak suami...yang terjadi adalah ..mertua menawarkan jeruk itu ke suami,
adik suami n kakak suami baru saya (jadi saya dilewatkan). Suami pun tidak
berkata apa-apa
Malamnya kami ribut...saya teriak ke suami bahwa saya sudah tidak tahan
lagi...saya TIDAK DIANGGAP ANAK oleh ortu mu!!suami sampai terkejut.tapi tidak
berkata apa-apa lagi.
Anak saya nangis juga kami bertengkar, dan dia "cerita" ke ipar perempuan n
mertua perempuan saya,kalau "mama bertengkar.. mama nanggis" tapi ipar n mertua
saya tidak menanyakan apa-apa2x kepada saya.
Sedih sekali bunda semua...
Suami sangat sulit diajak bicara..bila diajak bicara/ditanya kenapa orang tua
nya tidak mengganggap diri saya n mengapa suami tidak suka dengan keluarga saya
, suami tidak pernah menjawab pertanyaan saya...n akhirnya hanya ribut n
bertengkar tanpa penyelesaian sampai sekarang.
Maaf terlalu panjang yah cerita saya...
Bunda semua, apa menurut bunda lebih baik saya tidak usah sering datang ke
rumah mertua (jadi datang hanya pada saat ada event tertentu saja) karena
datang ke rumah mertua "kan tidak dianggap...mereka pun tidak menanyakan saya
kok bila saya tidak datang...Ini saya tahu waktu saya n suami ribut waktu saya
menolak ke rumah mertua...
Lagipula suami juga begitu, jadi ke rumah ortu saya yg hanya berjarak 2 km bila
ada evet tertentu saja.
Sebetulnya saya sudah tidak tahan lagi bunda...
Rasanya ingin saja bercerai.... ..
Tega2xnya suami n mertua menyakiti saya spt ini...seakan- akan saya tdk punya
ortu ...n saya harus mengikuti suami(keluarga besarnya)
Mohon advisenya yah bunda semua.dan aku minta doanya untuk dibukakan pintu hati
suami n mertua saya.
Rgds
Dewi
________________________________
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih
Cepat hari ini!
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/