Alfa wrote:
> Topik yg sudah dijalankan..
>  
> 1. Pemanfaatan website u/ peningkatan mutu masyarakat oleh Bambang 
> Herlandi
> 2. Menangkal maraknya peredaran situs porno oleh Bambang Herlandi
> 3. Open source oleh Pak Rizqy dan Om Budi Stalman
> 4. Linux: Solusi cerdas menghadapi krisis oleh Pak Rizqy dkk
> 5. Virus oleh Om Budi dan Mas Iskandar
> 6. Blog dan fenomenanya oleh Saya
> 7. Blog sebagai sarana promosi usaha anda oleh Saya
>  
> Itu adalah topik-topik yg sudah meluncur... (maaf jika ada yg salah tulis)
> Rencana topik berikutnya:
> - Monetized blog
> - LAN dan penerapannya oleh Heri Seputro
> - Pemanfaatan teknologi komputer oleh Bambang Herlandi
>  
> Berikutnya...? (tolong diisi dan ditambahkan)
>  
> Arah dari acara ini yaitu memberikan informasi seputar IT dan 
> memberikan solusi untuk permasalahan IT yang dihadapi oleh pendengar 
> radio IDC.
> Level user pendengar radio IDC adalah pemula dan pengguna komputer 
> biasa 95%, dan 5% sisanya adalah level menengah keatas (member BITCOM 
> termasuk yg 5% ini)
>  
> Nah sekarang, siapa berikutnya yg 'berani' berbagi ilmu kepada orang lain?
>  
> Salam,
> Alfa
>  
menanggapi e-mail pak alfa di atas, saya menyarankan pada edisi-edisi 
acara technoholic berikutnya diikutkan pula pembahasan mengenai 
Friendster. Karena menurut pengamatan saya banyak dari kaum muda di 
balikpapan yg menjadi member friendster, termasuk kalangan pelajar di 
balikpapan. pembahasan seputar friendster kan bukan cuma di telaah dari 
segi teknis ilmu komputernya saja, tapi bisa juga ditelaah dari aspek 
sosialnya. karena kan situs friendster ini menyandang gelar sebagai 
situs jejaring sosial. jadi selain misalnya membahas soal kode-kode 
HTML, CSS, Java Script, atau AJAX yg bisa diterapkan di friendster, bisa 
juga dibahas misalnya :

1.    untuk sarana apa saja friendster itu digunakan oleh kaum muda, 
apakah untuk pacaran, mencari teman yg udah lama nggak ketemuan,         
    berbagi ilmu atau yg lainnya.

2.     misalnya dibahas soal kecenderungan orang memasang foto di 
friendster. bisa dijabarkan menjadi :

        a.    seberapa banyak orang yg pasang foto asli mereka di 
friendster, seberapa banyak orang yg pasang foto palsu di friendster.

        b.    mengapa orang memilih memasang foto asli atau mengapa 
orang memilih memasang foto palsu. nah alasan-alasan ini bisa dipaparkan 
                di acara technoholic.

       c.      biasanya foto-foto bertema apa saja yg para member 
friendster tampilkan di album foto friendster. bisa ditelaah misalnya 
perbedaan                 tema antara foto yang di pasang di bagian 
public foto dengan yg dipasang di bagian private foto.

       d.      kan sekarang sudah ada teknologi untuk membobol bagian 
private foto di friendster. jadi bisa di jelaskan mengenai bagaimana 
teknik                 melakukan pembobolan di bagian private foto & 
juga teknik melakukan pencegahaannya ( seperti misalnya foto-foto 
seperti apa aja                 yg sebaiknya jangan diletakan di bagian 
private foto. soalnya seperti yg saya lihat di beberapa forum ada tuh yg 
ngaku udah bisa                     membobol private foto friendster & 
menyebarkannya, foto-fotonya pada nudis/telanjang.)

3.       bisa pula di bahas dari segi bahasa yg biasa dipakai oleh para 
member friendster. dari pengamatan saya, terutama di kalangan anak     
               muda, banyak yg berkomunikasi menggunakan bahasa 
indonesia tapi disingkat-singkat, contohnya : las bypa (maksudnya: kelas 
berapa),             u nag mna (maksudnya : kamu anak mana, kamu tinggal 
dimana, kamu sekolah dimana).
          Pembahasan dari segi bahasa ini bisa dijabarkan menjadi :

          a.   misalnya di cari kamus bahasa-bahasa singkatan ini. 
karena pasti ada kesamaan dalam kata-kata yg dipakai ini, sehingga para 
anak                     muda itu bisa saling memahami apa yg ditulis 
oleh lawan bicaranya. mungkin sudah ada kamus di internet mengenai 
bahasa-bahasa                 yg biasa di pakai di komunitas friendster. 
soalnya di internet saya sudah menemukan kamus tentang bahasa-bahasa yg 
biasa di pakai                 oleh komunitas penikmat dunia malam, jadi 
kata-kata di kamus itu biasa di pakai mereka dalam berkomunikasi di 
forum-forum                         dunia malam di internet.

           b.   bisa dijabarkan alasan mengapa mereka memakai 
bahasa-bahasa singkatan itu, kenapa mereka tidak memakai bahasa 
indonesia yg                 normal aja (habis bahasanya udah kayak 
bahasa pemrograman komputer aja). misalnya apakah biar hanya 
mereka-mereka aja                         ngerti, orang yg bukan 
kelompok mereka jadi nggak ngerti apa yg mereka bicarakan. apakah 
bahasa-bahasa singkatan itu digunakan                 untuk menunjukan 
bahwa mereka merupakan anggota kelompok tertentu. atau biar dianggap 
gaul & lebih akrab.


Kalau yg dari segi teknis komputer bisa di jabarkan tentang :

1.   kode-kode HTML, CSS, Java Script, Ajax dalam membuat layout 
friendster. misalnya menggunakan software Notepad & Kompozer.

2.   teknik overlay, injeksi Java Script, injeksi CSS dalam mempercantik 
tampilan friendster.

3.   bagaimana membuat animasi flash dan cara memasukannya ke dalam 
halaman profil friendster.

4.   bagaimana membuat kode-kode program untuk memasukan streaming lagu 
& membuat musik player  di friendster.

5.   situs-situs hosting yg bagus buat menghostingkan file-file yg akan 
digunakan untuk memodifikasi friendster. apa kelemahan & kelebihan     
      masing-masing situs hosting itu.

6.   bagaimana melakukan web design untuk memodifikasi tampilan 
friendster. misalnya:
        
        a.    cara membuat design grafis menggunakan sofware THE GIMP.

        b.   cara membuat animasi flash.

kalau masalah narasumber. misalnya untuk pembahasan topik friendster 
ini, selain dari anggota BITCOM, kan bisa juga dari anak-anak sekolah yg 
sekolahnya ada di sekitar lokasi radio IDC FM. di dekat mesjid Istiqomah 
kan ada SD Patra Dharma 3, SD KPS, SMP Patra Dharma 2, SMP KPS. nah 
dicari tuh anak-anak sekolah yg memang sering memakai situs friendster. 
mereka ini kan memang user asli situs friendster. jadi jangan 
semata-mata hanya mengumpulkan informasi dari mereka yg dianggap sebagai 
pakar IT.

wartawan/crew dari IDC FM bisa membawa tape recorder/alat perekam audio 
kecil untuk mewawancarai para remaja/anak sekolah ini. nanti hasil 
rekaman wawancara itu bisa disiarkan saat acara technoholic. atau 
mengundang langsung para remaja ini ke radio IDC FM sebagai 
pembicara/narasumber pada acara technoholic.

alasan lainnya kenapa saya sarankan menggunakan para remaja yg merupakan 
pengguna asli friendster sebagai narasumber, adalah : kalau kita 
membidik segmen pendengar acara technoholic dengan topik Friendster 
adalah para remaja, maka menurut saya para remaja itu akan merasa lebih 
nyaman kalau mendengarkan materi acara itu dibawakan oleh teman sebaya 
mereka, bahasanya jadi bisa lebih nyambung, dan mereka tidak akan 
malu-malu untuk mengirimkan SMS atau menelpon. seperti yg terjadi di 
sejumlah radio remaja.

kalau narasumbernya pakar IT, apalagi kalau umurnya udah cukup tua, 
terus pakai istilah-istilah yg nggak gaul, nanti akan dirasakan 
bahasanya ketinggian, atau malah kesannya sok tau. karena bisa aja 
realita pengalaman yg dirasakan oleh remaja saat menggunakan situs 
friendster bisa berbeda dengan yg dirasakan oleh pakar IT itu.

kalau bicara soal pemanfaatan IT di sektor bisnis, kenapa tidak mencari 
narasumber dari kalangan pengusaha, karyawan di balikpapan. kan 
bahasannya bisa jadi lebih hidup. si narasumber juga nggak perlu 
langsung datang ke radio IDC. tapi wartawan IDC bisa mendatangi kantor 
atau tempat tinggal si narasumber dengan membawa alat perekam audio 
untuk melakukan wawancara.

nama asli, identitas lengkap, bahkan suara si narasumber sebaiknya juga 
boleh disamarkan atau bahkan boleh tanpa nama sekaligus. hal ini untuk 
melindungi privacy si narasumber. terutama untuk topik-topik sensitif 
seperti soal hacking, cracking, carding, defacing, pembuatan virus, 
penyadapan data elektronik, seksualitas/kejahatan di dunia maya.

televisi-televisi aja sudah menerapkan aturan ini untuk melindungi 
narasumber/informan mereka. sehingga timbul keyakinan/kepercayaan dari 
narasumber terhadap IDC FM, yg akan menjamin selalu tersedianya 
informasi bagi acara technoholic.

jangan hanya mengandalkan narasumber dari satu atau dua komunitas aja. 
dunia maya ini luas . informasi sekarang tambah murah, tinggal 
kreativitas & perjuangan kita aja untuk mendapatkannya. bisa lewat 
chatting, friendster, facebook, e-mail. nanti hasil chatting, ngobrol di 
friendster/facebook, e-mail ini juga bisa disiarkan di IDC FM.

jadi narasumber nggak harus datang langsung. kita di komunitas juga 
nggak harus selalu jadi narasumber, kan bisa juga jadi tim kreatif yg 
menyumbang ide-ide, informasi dari balik layar (istilahnya) untuk 
kemajuan acara technoholic. dan orang awam bisa juga jadi informan 
berharga tentang dunia IT. karena sehari-hari mereka menggunakan 
produk-produk IT.

Tukul Arwana aja nggak bisa sukses tanpa tim kreatif yg mendukung di 
balik layar. CNN aja nggak bisa jadi stasiun TV besar tanpa 
informan-informan yg nggak bisa disebutkan namanya yg memasok informasi 
untuk mereka.

asal ada presenter radio yg handal yg bisa cuap-cuap/speak speak tiap 
hari sabtu di acara technoholic, menurut saya nggak ada masalah. soalnya 
informasi yg disampaikan si presenter bisa dari sumber mana aja. baik 
itu informan yg bisa disebutkan identitasnya maupun yg tidak. yg penting 
lagi validitas,keakuratan, dan keaktualan informasi itu.


saya dengerin terus tuh acara technoholic asalkan listrik PLN dirumah 
saya tidak lagi padam pas acara itu.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group.
 To post to this group, send email to [email protected]
 To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
 For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke