@ Mas Steven Nathaniel Ide bagus, bgm kalo anda jadi naraasumber dg topik tsb 2 minggu lagi?
@ Om Titah Kalo minggu depan gimana? Kita temanin dech,,, topik apa yg sampean kuasai? BTW, Sabtu kemarin topik saya turunkan levelnya menjadi "Tips membeli / memilih komputer dan laptop¨, hasilnya.... Telepon dan sms masuk berduyun2..!! Ada yg punya ide topik ringan yg bakal bikin rame kayak diatas?? Salam, Alfa A. Malik http://alfa-mylife.blogspot.com 2008/12/25 steven nathaniel <[email protected]> > > > > > menanggapi e-mail pak alfa di atas, saya menyarankan pada edisi-edisi > acara technoholic berikutnya diikutkan pula pembahasan mengenai > Friendster. Karena menurut pengamatan saya banyak dari kaum muda di > balikpapan yg menjadi member friendster, termasuk kalangan pelajar di > balikpapan. pembahasan seputar friendster kan bukan cuma di telaah dari > segi teknis ilmu komputernya saja, tapi bisa juga ditelaah dari aspek > sosialnya. karena kan situs friendster ini menyandang gelar sebagai > situs jejaring sosial. jadi selain misalnya membahas soal kode-kode > HTML, CSS, Java Script, atau AJAX yg bisa diterapkan di friendster, bisa > juga dibahas misalnya : > > 1. untuk sarana apa saja friendster itu digunakan oleh kaum muda, > apakah untuk pacaran, mencari teman yg udah lama nggak ketemuan, > berbagi ilmu atau yg lainnya. > > 2. misalnya dibahas soal kecenderungan orang memasang foto di > friendster. bisa dijabarkan menjadi : > > a. seberapa banyak orang yg pasang foto asli mereka di > friendster, seberapa banyak orang yg pasang foto palsu di friendster. > > b. mengapa orang memilih memasang foto asli atau mengapa > orang memilih memasang foto palsu. nah alasan-alasan ini bisa dipaparkan > di acara technoholic. > > c. biasanya foto-foto bertema apa saja yg para member > friendster tampilkan di album foto friendster. bisa ditelaah misalnya > perbedaan tema antara foto yang di pasang di bagian > public foto dengan yg dipasang di bagian private foto. > > d. kan sekarang sudah ada teknologi untuk membobol bagian > private foto di friendster. jadi bisa di jelaskan mengenai bagaimana > teknik melakukan pembobolan di bagian private foto & > juga teknik melakukan pencegahaannya ( seperti misalnya foto-foto > seperti apa aja yg sebaiknya jangan diletakan di bagian > private foto. soalnya seperti yg saya lihat di beberapa forum ada tuh yg > ngaku udah bisa membobol private foto friendster & > menyebarkannya, foto-fotonya pada nudis/telanjang.) > > 3. bisa pula di bahas dari segi bahasa yg biasa dipakai oleh para > member friendster. dari pengamatan saya, terutama di kalangan anak > muda, banyak yg berkomunikasi menggunakan bahasa > indonesia tapi disingkat-singkat, contohnya : las bypa (maksudnya: kelas > berapa), u nag mna (maksudnya : kamu anak mana, kamu tinggal > dimana, kamu sekolah dimana). > Pembahasan dari segi bahasa ini bisa dijabarkan menjadi : > > a. misalnya di cari kamus bahasa-bahasa singkatan ini. > karena pasti ada kesamaan dalam kata-kata yg dipakai ini, sehingga para > anak muda itu bisa saling memahami apa yg ditulis > oleh lawan bicaranya. mungkin sudah ada kamus di internet mengenai > bahasa-bahasa yg biasa di pakai di komunitas friendster. > soalnya di internet saya sudah menemukan kamus tentang bahasa-bahasa yg > biasa di pakai oleh komunitas penikmat dunia malam, jadi > kata-kata di kamus itu biasa di pakai mereka dalam berkomunikasi di > forum-forum dunia malam di internet. > > b. bisa dijabarkan alasan mengapa mereka memakai > bahasa-bahasa singkatan itu, kenapa mereka tidak memakai bahasa > indonesia yg normal aja (habis bahasanya udah kayak > bahasa pemrograman komputer aja). misalnya apakah biar hanya > mereka-mereka aja ngerti, orang yg bukan > kelompok mereka jadi nggak ngerti apa yg mereka bicarakan. apakah > bahasa-bahasa singkatan itu digunakan untuk menunjukan > bahwa mereka merupakan anggota kelompok tertentu. atau biar dianggap > gaul & lebih akrab. > > > Kalau yg dari segi teknis komputer bisa di jabarkan tentang : > > 1. kode-kode HTML, CSS, Java Script, Ajax dalam membuat layout > friendster. misalnya menggunakan software Notepad & Kompozer. > > 2. teknik overlay, injeksi Java Script, injeksi CSS dalam mempercantik > tampilan friendster. > > 3. bagaimana membuat animasi flash dan cara memasukannya ke dalam > halaman profil friendster. > > 4. bagaimana membuat kode-kode program untuk memasukan streaming lagu > & membuat musik player di friendster. > > 5. situs-situs hosting yg bagus buat menghostingkan file-file yg akan > digunakan untuk memodifikasi friendster. apa kelemahan & kelebihan > masing-masing situs hosting itu. > > 6. bagaimana melakukan web design untuk memodifikasi tampilan > friendster. misalnya: > > a. cara membuat design grafis menggunakan sofware THE GIMP. > > b. cara membuat animasi flash. > > kalau masalah narasumber. misalnya untuk pembahasan topik friendster > ini, selain dari anggota BITCOM, kan bisa juga dari anak-anak sekolah yg > sekolahnya ada di sekitar lokasi radio IDC FM. di dekat mesjid Istiqomah > kan ada SD Patra Dharma 3, SD KPS, SMP Patra Dharma 2, SMP KPS. nah > dicari tuh anak-anak sekolah yg memang sering memakai situs friendster. > mereka ini kan memang user asli situs friendster. jadi jangan > semata-mata hanya mengumpulkan informasi dari mereka yg dianggap sebagai > pakar IT. > > wartawan/crew dari IDC FM bisa membawa tape recorder/alat perekam audio > kecil untuk mewawancarai para remaja/anak sekolah ini. nanti hasil > rekaman wawancara itu bisa disiarkan saat acara technoholic. atau > mengundang langsung para remaja ini ke radio IDC FM sebagai > pembicara/narasumber pada acara technoholic. > > alasan lainnya kenapa saya sarankan menggunakan para remaja yg merupakan > pengguna asli friendster sebagai narasumber, adalah : kalau kita > membidik segmen pendengar acara technoholic dengan topik Friendster > adalah para remaja, maka menurut saya para remaja itu akan merasa lebih > nyaman kalau mendengarkan materi acara itu dibawakan oleh teman sebaya > mereka, bahasanya jadi bisa lebih nyambung, dan mereka tidak akan > malu-malu untuk mengirimkan SMS atau menelpon. seperti yg terjadi di > sejumlah radio remaja. > > kalau narasumbernya pakar IT, apalagi kalau umurnya udah cukup tua, > terus pakai istilah-istilah yg nggak gaul, nanti akan dirasakan > bahasanya ketinggian, atau malah kesannya sok tau. karena bisa aja > realita pengalaman yg dirasakan oleh remaja saat menggunakan situs > friendster bisa berbeda dengan yg dirasakan oleh pakar IT itu. > > kalau bicara soal pemanfaatan IT di sektor bisnis, kenapa tidak mencari > narasumber dari kalangan pengusaha, karyawan di balikpapan. kan > bahasannya bisa jadi lebih hidup. si narasumber juga nggak perlu > langsung datang ke radio IDC. tapi wartawan IDC bisa mendatangi kantor > atau tempat tinggal si narasumber dengan membawa alat perekam audio > untuk melakukan wawancara. > > nama asli, identitas lengkap, bahkan suara si narasumber sebaiknya juga > boleh disamarkan atau bahkan boleh tanpa nama sekaligus. hal ini untuk > melindungi privacy si narasumber. terutama untuk topik-topik sensitif > seperti soal hacking, cracking, carding, defacing, pembuatan virus, > penyadapan data elektronik, seksualitas/kejahatan di dunia maya. > > televisi-televisi aja sudah menerapkan aturan ini untuk melindungi > narasumber/informan mereka. sehingga timbul keyakinan/kepercayaan dari > narasumber terhadap IDC FM, yg akan menjamin selalu tersedianya > informasi bagi acara technoholic. > > jangan hanya mengandalkan narasumber dari satu atau dua komunitas aja. > dunia maya ini luas . informasi sekarang tambah murah, tinggal > kreativitas & perjuangan kita aja untuk mendapatkannya. bisa lewat > chatting, friendster, facebook, e-mail. nanti hasil chatting, ngobrol di > friendster/facebook, e-mail ini juga bisa disiarkan di IDC FM. > > jadi narasumber nggak harus datang langsung. kita di komunitas juga > nggak harus selalu jadi narasumber, kan bisa juga jadi tim kreatif yg > menyumbang ide-ide, informasi dari balik layar (istilahnya) untuk > kemajuan acara technoholic. dan orang awam bisa juga jadi informan > berharga tentang dunia IT. karena sehari-hari mereka menggunakan > produk-produk IT. > > Tukul Arwana aja nggak bisa sukses tanpa tim kreatif yg mendukung di > balik layar. CNN aja nggak bisa jadi stasiun TV besar tanpa > informan-informan yg nggak bisa disebutkan namanya yg memasok informasi > untuk mereka. > > asal ada presenter radio yg handal yg bisa cuap-cuap/speak speak tiap > hari sabtu di acara technoholic, menurut saya nggak ada masalah. soalnya > informasi yg disampaikan si presenter bisa dari sumber mana aja. baik > itu informan yg bisa disebutkan identitasnya maupun yg tidak. yg penting > lagi validitas,keakuratan, dan keaktualan informasi itu. > > > saya dengerin terus tuh acara technoholic asalkan listrik PLN dirumah > saya tidak lagi padam pas acara itu. > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [email protected] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
