Gimanna kalo topiknya
"Pakai Linux, Lupakan Virus"
atau udah pernah yah...???


On Tue, Dec 30, 2008 at 6:29 PM, Alfa <[email protected]> wrote:

> @ Mas Steven Nathaniel
> Ide bagus, bgm kalo anda jadi naraasumber dg topik tsb 2 minggu lagi?
>
> @ Om Titah
> Kalo minggu depan gimana? Kita temanin dech,,, topik apa yg sampean kuasai?
>
> BTW,
> Sabtu kemarin topik saya turunkan levelnya menjadi "Tips membeli / memilih
> komputer dan laptop¨, hasilnya....
> Telepon dan sms masuk berduyun2..!!
>
> Ada yg punya ide topik ringan yg bakal bikin rame kayak diatas??
>
> Salam,
> Alfa A. Malik
>
> http://alfa-mylife.blogspot.com
>
>
> 2008/12/25 steven nathaniel <[email protected]>
>
>
>>
>> >
>> menanggapi e-mail pak alfa di atas, saya menyarankan pada edisi-edisi
>> acara technoholic berikutnya diikutkan pula pembahasan mengenai
>> Friendster. Karena menurut pengamatan saya banyak dari kaum muda di
>> balikpapan yg menjadi member friendster, termasuk kalangan pelajar di
>> balikpapan. pembahasan seputar friendster kan bukan cuma di telaah dari
>> segi teknis ilmu komputernya saja, tapi bisa juga ditelaah dari aspek
>> sosialnya. karena kan situs friendster ini menyandang gelar sebagai
>> situs jejaring sosial. jadi selain misalnya membahas soal kode-kode
>> HTML, CSS, Java Script, atau AJAX yg bisa diterapkan di friendster, bisa
>> juga dibahas misalnya :
>>
>> 1.    untuk sarana apa saja friendster itu digunakan oleh kaum muda,
>> apakah untuk pacaran, mencari teman yg udah lama nggak ketemuan,
>>    berbagi ilmu atau yg lainnya.
>>
>> 2.     misalnya dibahas soal kecenderungan orang memasang foto di
>> friendster. bisa dijabarkan menjadi :
>>
>>        a.    seberapa banyak orang yg pasang foto asli mereka di
>> friendster, seberapa banyak orang yg pasang foto palsu di friendster.
>>
>>        b.    mengapa orang memilih memasang foto asli atau mengapa
>> orang memilih memasang foto palsu. nah alasan-alasan ini bisa dipaparkan
>>                di acara technoholic.
>>
>>       c.      biasanya foto-foto bertema apa saja yg para member
>> friendster tampilkan di album foto friendster. bisa ditelaah misalnya
>> perbedaan                 tema antara foto yang di pasang di bagian
>> public foto dengan yg dipasang di bagian private foto.
>>
>>       d.      kan sekarang sudah ada teknologi untuk membobol bagian
>> private foto di friendster. jadi bisa di jelaskan mengenai bagaimana
>> teknik                 melakukan pembobolan di bagian private foto &
>> juga teknik melakukan pencegahaannya ( seperti misalnya foto-foto
>> seperti apa aja                 yg sebaiknya jangan diletakan di bagian
>> private foto. soalnya seperti yg saya lihat di beberapa forum ada tuh yg
>> ngaku udah bisa                     membobol private foto friendster &
>> menyebarkannya, foto-fotonya pada nudis/telanjang.)
>>
>> 3.       bisa pula di bahas dari segi bahasa yg biasa dipakai oleh para
>> member friendster. dari pengamatan saya, terutama di kalangan anak
>>               muda, banyak yg berkomunikasi menggunakan bahasa
>> indonesia tapi disingkat-singkat, contohnya : las bypa (maksudnya: kelas
>> berapa),             u nag mna (maksudnya : kamu anak mana, kamu tinggal
>> dimana, kamu sekolah dimana).
>>          Pembahasan dari segi bahasa ini bisa dijabarkan menjadi :
>>
>>          a.   misalnya di cari kamus bahasa-bahasa singkatan ini.
>> karena pasti ada kesamaan dalam kata-kata yg dipakai ini, sehingga para
>> anak                     muda itu bisa saling memahami apa yg ditulis
>> oleh lawan bicaranya. mungkin sudah ada kamus di internet mengenai
>> bahasa-bahasa                 yg biasa di pakai di komunitas friendster.
>> soalnya di internet saya sudah menemukan kamus tentang bahasa-bahasa yg
>> biasa di pakai                 oleh komunitas penikmat dunia malam, jadi
>> kata-kata di kamus itu biasa di pakai mereka dalam berkomunikasi di
>> forum-forum                         dunia malam di internet.
>>
>>           b.   bisa dijabarkan alasan mengapa mereka memakai
>> bahasa-bahasa singkatan itu, kenapa mereka tidak memakai bahasa
>> indonesia yg                 normal aja (habis bahasanya udah kayak
>> bahasa pemrograman komputer aja). misalnya apakah biar hanya
>> mereka-mereka aja                         ngerti, orang yg bukan
>> kelompok mereka jadi nggak ngerti apa yg mereka bicarakan. apakah
>> bahasa-bahasa singkatan itu digunakan                 untuk menunjukan
>> bahwa mereka merupakan anggota kelompok tertentu. atau biar dianggap
>> gaul & lebih akrab.
>>
>>
>> Kalau yg dari segi teknis komputer bisa di jabarkan tentang :
>>
>> 1.   kode-kode HTML, CSS, Java Script, Ajax dalam membuat layout
>> friendster. misalnya menggunakan software Notepad & Kompozer.
>>
>> 2.   teknik overlay, injeksi Java Script, injeksi CSS dalam mempercantik
>> tampilan friendster.
>>
>> 3.   bagaimana membuat animasi flash dan cara memasukannya ke dalam
>> halaman profil friendster.
>>
>> 4.   bagaimana membuat kode-kode program untuk memasukan streaming lagu
>> & membuat musik player  di friendster.
>>
>> 5.   situs-situs hosting yg bagus buat menghostingkan file-file yg akan
>> digunakan untuk memodifikasi friendster. apa kelemahan & kelebihan
>>      masing-masing situs hosting itu.
>>
>> 6.   bagaimana melakukan web design untuk memodifikasi tampilan
>> friendster. misalnya:
>>
>>        a.    cara membuat design grafis menggunakan sofware THE GIMP.
>>
>>        b.   cara membuat animasi flash.
>>
>> kalau masalah narasumber. misalnya untuk pembahasan topik friendster
>> ini, selain dari anggota BITCOM, kan bisa juga dari anak-anak sekolah yg
>> sekolahnya ada di sekitar lokasi radio IDC FM. di dekat mesjid Istiqomah
>> kan ada SD Patra Dharma 3, SD KPS, SMP Patra Dharma 2, SMP KPS. nah
>> dicari tuh anak-anak sekolah yg memang sering memakai situs friendster.
>> mereka ini kan memang user asli situs friendster. jadi jangan
>> semata-mata hanya mengumpulkan informasi dari mereka yg dianggap sebagai
>> pakar IT.
>>
>> wartawan/crew dari IDC FM bisa membawa tape recorder/alat perekam audio
>> kecil untuk mewawancarai para remaja/anak sekolah ini. nanti hasil
>> rekaman wawancara itu bisa disiarkan saat acara technoholic. atau
>> mengundang langsung para remaja ini ke radio IDC FM sebagai
>> pembicara/narasumber pada acara technoholic.
>>
>> alasan lainnya kenapa saya sarankan menggunakan para remaja yg merupakan
>> pengguna asli friendster sebagai narasumber, adalah : kalau kita
>> membidik segmen pendengar acara technoholic dengan topik Friendster
>> adalah para remaja, maka menurut saya para remaja itu akan merasa lebih
>> nyaman kalau mendengarkan materi acara itu dibawakan oleh teman sebaya
>> mereka, bahasanya jadi bisa lebih nyambung, dan mereka tidak akan
>> malu-malu untuk mengirimkan SMS atau menelpon. seperti yg terjadi di
>> sejumlah radio remaja.
>>
>> kalau narasumbernya pakar IT, apalagi kalau umurnya udah cukup tua,
>> terus pakai istilah-istilah yg nggak gaul, nanti akan dirasakan
>> bahasanya ketinggian, atau malah kesannya sok tau. karena bisa aja
>> realita pengalaman yg dirasakan oleh remaja saat menggunakan situs
>> friendster bisa berbeda dengan yg dirasakan oleh pakar IT itu.
>>
>> kalau bicara soal pemanfaatan IT di sektor bisnis, kenapa tidak mencari
>> narasumber dari kalangan pengusaha, karyawan di balikpapan. kan
>> bahasannya bisa jadi lebih hidup. si narasumber juga nggak perlu
>> langsung datang ke radio IDC. tapi wartawan IDC bisa mendatangi kantor
>> atau tempat tinggal si narasumber dengan membawa alat perekam audio
>> untuk melakukan wawancara.
>>
>> nama asli, identitas lengkap, bahkan suara si narasumber sebaiknya juga
>> boleh disamarkan atau bahkan boleh tanpa nama sekaligus. hal ini untuk
>> melindungi privacy si narasumber. terutama untuk topik-topik sensitif
>> seperti soal hacking, cracking, carding, defacing, pembuatan virus,
>> penyadapan data elektronik, seksualitas/kejahatan di dunia maya.
>>
>> televisi-televisi aja sudah menerapkan aturan ini untuk melindungi
>> narasumber/informan mereka. sehingga timbul keyakinan/kepercayaan dari
>> narasumber terhadap IDC FM, yg akan menjamin selalu tersedianya
>> informasi bagi acara technoholic.
>>
>> jangan hanya mengandalkan narasumber dari satu atau dua komunitas aja.
>> dunia maya ini luas . informasi sekarang tambah murah, tinggal
>> kreativitas & perjuangan kita aja untuk mendapatkannya. bisa lewat
>> chatting, friendster, facebook, e-mail. nanti hasil chatting, ngobrol di
>> friendster/facebook, e-mail ini juga bisa disiarkan di IDC FM.
>>
>> jadi narasumber nggak harus datang langsung. kita di komunitas juga
>> nggak harus selalu jadi narasumber, kan bisa juga jadi tim kreatif yg
>> menyumbang ide-ide, informasi dari balik layar (istilahnya) untuk
>> kemajuan acara technoholic. dan orang awam bisa juga jadi informan
>> berharga tentang dunia IT. karena sehari-hari mereka menggunakan
>> produk-produk IT.
>>
>> Tukul Arwana aja nggak bisa sukses tanpa tim kreatif yg mendukung di
>> balik layar. CNN aja nggak bisa jadi stasiun TV besar tanpa
>> informan-informan yg nggak bisa disebutkan namanya yg memasok informasi
>> untuk mereka.
>>
>> asal ada presenter radio yg handal yg bisa cuap-cuap/speak speak tiap
>> hari sabtu di acara technoholic, menurut saya nggak ada masalah. soalnya
>> informasi yg disampaikan si presenter bisa dari sumber mana aja. baik
>> itu informan yg bisa disebutkan identitasnya maupun yg tidak. yg penting
>> lagi validitas,keakuratan, dan keaktualan informasi itu.
>>
>>
>> saya dengerin terus tuh acara technoholic asalkan listrik PLN dirumah
>> saya tidak lagi padam pas acara itu.
>>
>>
>>
>>
>>
>
> >
>


-- 
-- 

Salam,
Suwito.
http://suwito.pomalingo.net
http://www.suwito.web.id/me

~Keep IT Simple and Stupid

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group.
 To post to this group, send email to [email protected]
 To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
 For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke