Bagi saya sih 2-2 nya oke, namun saya cenderung pake linux karena bebas
virus jadi produktivitas saya tidak terganggu oleh virus yang menyebalkan.

Salam hangat,
Alfa Malik

*kabur mode: ON

http://pestabloggger.com will come in Balikpapan

2009/8/12 Suwito Pomalingo <[email protected]>

> kayaknya seru nih...
> gimana menurut temans linuxer yg lain.. stalJeks..???


stalJeks jam segini masih bobo om wito...

>
> :D
>
> 2009/8/12 Bonie <[email protected]>
>
>> makanya gunakan windows xp bajakan,supaya gak fanatik hihihi,banyak yang
>> gak bisa diafford dengan linux kok,kenapa juga harus skeptis,apalagi kalo
>> bekerja di IT integrator masa mo maksain kalo ternyata bukan linux solusinya
>> hehehe,hidup bajakan,maap yah ini sekedar share pengalaman dari sayah ,semua
>> kembali ke flavor masing - masing..
>>
>> 2009/8/12 Suwito Pomalingo <[email protected]>
>>
>> Artikelnya lumayan lama, moga bermanfaat, maaf kalo repost. Link aslinya :
>>> http://okto.silaban.net/2009/02/linux/linuxer-yang-kecewa/
>>>
>>> -------------------------
>>>
>>> Mereka yang *terjerumus* ke dunia Linux punya alasan yang berbeda – beda.
>>> Ada yang karena tertarik saja, terpaksa (seperti saya), ingin terlihat cool
>>> (jendela hitam itu keren po??), penasaran, cuma pengen coba – coba, dan
>>> masih ada banyak alasan tak masuk akal lainnya.
>>>
>>> Sebagian dari mereka ini akhirnya menjadi pengguna Linux yang militan.
>>> Begitu semangat mempromosikan Linux. Bahkan dengan begitu semangatnya
>>> membuat flyer tentang bodohnya *kita* selama ini memakai software bajakan,
>>> apa akibatnya, penegasan ancaman penjara dari UU Haki, sampai masalah masuk
>>> neraka. Silahkan tertawa, tapi saya pribadi pernah melakukannya sendirian di
>>> kampus waktu di semester 2.
>>>
>>> Ketika sudah jadi Linuxer-militan ini, seringkali fanatisme akan Linux
>>> menjadi begitu *parah*. Mereka yang menggunakan software bajakan dianggap
>>> sebagai manusia paling berdosa, pelanggar UU, bodoh, dst. Oh iya, dan
>>> biasanya jadi anti-Microsoft.
>>>
>>> Tak lupa para pahlawan dunia opensource pun menjadi idola mereka, seperti
>>> Linus Torvalds, Richard Stallman, dll. Di tingkat lokal (Indonesia) pun
>>> Linuxer-militan ini punya idola juga, seperti …, …, …, *tak usah
>>> disebutlah.. nanti pada ge er (ha..ha..). Ya anda tahulah siapa – siapa
>>> mereka.
>>>
>>> Tapi dunia bagaikan runtuh, ketika Linuxer-militan ini mengetahui, para
>>> pahlawan opensource lokal mereka juga *bersentuhan* dengan dunia
>>> *propetiari*.. mmm.. ya maksud saya memang Windows.
>>>
>>> Dari beberapa sumber (kadang blog si idola tersebut, atau web
>>> perusahaannya, milis, seminar, mulut ke mulut) diketahui bahwa para idola
>>> mereka ini ternyata sehari – hari justru menggunakan software propetiary.
>>> Ada pembuat distro Linux lokal yang tidak menggunakan distro buatannya itu,
>>> dan kemudian menjalin kontrak dengan Microsoft untuk bidang akademik. Ada
>>> juga yang gencar mempromosikan Linux & open source, tetapi perusahaannya
>>> berkutat dengan training seputar Microsoft dan software – softwarenya.
>>>
>>> Di tingkat lebih kecil, ada anggota komunitas Linux yang justru malah
>>> akhirnya *berpindah jalur* ke jalan tol berlogo Jendela. Ada juga anggota
>>> komunitas yang begitu lihainya berdebat mengenai migrasi ke Linux, tetapi
>>> ternyata di kosnya dia menggunakan Windows untuk kegiatan sehari – harinya.
>>>
>>> Masih belum cukup. Fakta lain yang terungkap adalah perusahaan –
>>> perusahaan lokal yang terkenal sebagai penyedia support Linux, juga
>>> menyediakan produk & servis untuk software yang hanya jalan di Windows.
>>>
>>> Sampai disini, ada saja Linuxer yang kecewa. DULU saya juga termasuk
>>> salah satunya. Apalagi waktu itu saya masih begitu fanatiknya.
>>>
>>> Lalu? Ya lambat laun sudut pandang saya yang berubah. Saya tidak menjadi
>>> sengit. Dulu saya kecewa karena salah saya sendiri memegang konsep yang
>>> keliru. Beruntung saya bisa sadar kesalahan saya. Sekarang kata kunci yang
>>> saya pegang adalah, yang terbaik itu memang “menggunakan software legal”.
>>> Terserah OS nya apa. Tetapi lebih baik lagi kalau itu memberi *efek baik*
>>> jangka panjang. [image: ;)]
>>>
>>> Tapi, saya sekarang bertanya – tanya, selama transisi pergantian sudut
>>> pandang saya ini, adakah Linuxer lain yang (masih, atau baru saja)
>>> dikecewakan (seperti halnya saya dulu)?
>>>
>>> NOTE: Don’t get me wrong.. Tulisan ini hanya merepresentasikan bahwa di
>>> luar sana ada para Linuxer yang sejak awal menggunakan pondasi konsep yang
>>> tidak seharusnya. Saya sendiri butuh waktu lama untuk menyadari kekeliruan
>>> saya.
>>>
>>>
>>>
>>> --
>>> Salam,
>>> Suwito.
>>> http://suwito.pomalingo.net
>>>
>>> ~Keep IT Simple, Stupid
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>> --
>> Bonie Mania The Land Of Joy And Happiness
>>
>>
>>
>
>
> --
> Salam,
> Suwito.
> http://suwito.pomalingo.net
>
> ~Keep IT Simple, Stupid
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group.
 To post to this group, send email to [email protected]
 To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
 For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke