Wahaha... Om Suwito ini lagi usil lempar issue lawas dan basi banget
hehe... tulisan itu hanyalah mengambil sampel orang-orang bingung
saja, mengingat kok cepat banget teknologi bergerak, sehingga banyak
Linuxer (atau yang ngaku2 Linuxer) jadi kecewa karena terus update
distro buatannya dilakukan sendirian, ya... salahnya sendiri
mengambangkan sendirian, cape deh hehe... bagusnya sih dikembangkan
via komunitas, karena memang asalnya dari komunitas.

Menurut saya, menjadi Linuxer memang harus kecewa dan harus merasa
tidak puas, kalau nggak begitu berarti bukan Linuxer. Loh kok? Coba
lihat berapa distro Linux di dunia ini akibat mereka "kecewa", Ubuntu
muncul karena "kecewa" dengan Debian yang lambretta banget berkembang,
Fedora asyik dipakai juga karena "kecewa" dengan Red Hat yang "mahal",
dan macam-macamlah... akhirnya pengembang juga mendapatkan pengalaman
yang tak sia-sia, dan open-source pun kini terbukti memberikan manfaat
yang luas. Buktinya? OS X hadir juga dari open-source, Android yang
keren, Google Chrome, dan model2 SaaS saat ini muncul dan bisa
dimanfaatkan secara online... online, online... online, kayak iklan
saja ya.

Sekali lagi, saya tidak benci Windows ataupun Microsoft, sehingga tak
perlu ada kata akur buat saya, karena "akur" itu muncul karena awalnya
"nggak akur", padahal saya gak ada masalah loh. Justru malah saya
menikmati fasilitas dari Microsoft berupa update patch security,
software, dan failitas lain yang diberikan sesuai License yang saya
miliki, wah, kesannya kok malah saya jadi jualan gini ya, nggak deh.
Saya malah heran, mengapa banyak yang malah lebih suka menggunakan
bajakan? Modal AV yang update saja tidaklah cukup, dan yang jelas,
bajakan itu sumber penyakit, bisa bikin kepala pening terus menerus
bila tak segera diobati. Penggunaan illegal secara besar-besaran malah
mematikan kreativitas anak bangsa karena takut dibajak sehingga
merugikan negara, efek buruknya bisa berurusan dengan hukum, penyakit
bukan?

Di Balikpapan beberapa tahun terakhir sosialisasi Linux dan Open
Source juga pernah dilakukan, baik oleh komunitas sekolah, teman2 KPLI
dan beberapa komunitas kecil lainnya. Tujuannya tak lain adalah ikut
menyebarluaskan semangat open-source, berbagi pengetahuan atas
kemudahan2nya, serta manfaat-manfaat lain yang sejalan dengan gerakan
open-source. Secara tidak langsung, aktivitas mereka turut membantu
pemerintah dalam mengurangi tingkat pembajakan yang merugikan negara,
mengajak untuk menghargai HaKI, bahkan efeknya membantu Microsoft
untuk mengurangi kerugian yang dideritanya akibat pembajakan. Dengan
demikian negara ini kan demokratis ya, itu semua tergantung pilihan
masing-masing, silahkan berpendapat dan menentukan pilihan asalkan
sesuai etikanya, kalau sudah mengajak untuk melakukan pembajakan,
jelas, saya tidak ikut-ikutan.

Duh, kok jadi kepanjangan gini ya, bisa2 dikira sotoy... sudah ah,
yang lain saja. :-D

Salam,
sa

2009/8/13 Suwito Pomalingo <[email protected]>:
> akhirnya bisa rame lagi ni milis... berapa hari saya perhatikan rada sepi...
> piss yah semua...
> kesimpulannya : akhirnya bisa akur... Aminn....
>
> 2009/8/12 Subur Anugerah <[email protected]>
>>
>> Ini postingan mau ngajak perang saja hehe...
>> Baca lagi tulisan blog tersebut lamat-lamat, mendalam, hayati penuh
>> perasaan... :-)
>> Semua itu tergantung yang megang kok, kalo' memang dodol, ya maunya
>> dodol aja, komputernya disalahin, Linuxnya disumpelin, dikatain jelek,
>> padahal aselinya memang dodol tadi, giliran Windows-nya virusan baru
>> deh misuh-misuh "Virus sialan!!", atau gak usah jauh2 deh, drivernya
>> kurang aja sudah bingung kok... suwer deh...
>>
>> Btw, saya sendiri sehari-hari tanpa Windows kok bisa saja, tapi tak
>> benci Windows, malahan kagum pada model bisnisnya Microsoft. Saya
>> punya banyak license aseli tapi malah ada yang saya berikan orang lain
>> gratis, apakah saya dodol? Entahlah... up to you... :-)
>>
>> Salam,
>> sa
>>
>> * mari produktif saja apapun alatnya, tak usah terjebak dalam
>> flame-war ini, tendang tulisan FUD itu.
>>
>>
>> 2009/8/12 suryo hadi prabowo <[email protected]>:
>> > luar biasa om ... terbiasa di luar.
>> >
>> > Pengalaman gue pake linux itu susah. Mendingan tetep pake windows.
>> > Segalanya
>> > mudah. Kita serasa di-ninabobokan-kan oleh windows. Office-nya mudah.
>> > Windowsnya juga mudah. Multimedia? Mau muter jenis film apa saja bisa
>> > (hampir). Dengerin musik? Hampir semua tipe file musik bisa di install.
>> > Game? Rasanya tak ada game yg tidak bisa dijalankan di windowsnya om
>> > bill.
>> >
>> > Jadi ngapain mesti ngabisin waktu ngoprek didepan komputer mempelajari
>> > linux? Ngapain ngabisin waktu berjam-jam cuma untuk mempelajari
>> > openoffice
>> > yg memang sudah mirip windows tapi tidak tetep aja bukan ms.office yg
>> > pasti
>> > banyak bedanya.
>> >
>> > So...kalau mau enak silahkan tetep di windows.
>> >
>> > Pesenku satu; kalau sampean sebagai IT di perusahaan. Dan windows yg
>> > digunakan di perusahaan itu masih windows bajakan, hati-hati. Sekarang
>> > PAK
>> > POLISI SERING MENGADAKAN RAZIA SOFWARE BAJAKAN. gw sering melihat
>> > beritanya
>> > di tv dan di www.detik.com. Kalau udah razia dan kedapatan pake os
>> > bajakan
>> > komputer yg pake os bajakan disita (sebagai barang bukt), bos perusahaan
>> > ybs
>> > juga diciduk, dan juga IT-nya (kurang lebih itu yg aku dengar).
>> >
>> > Pertanyaannya, kalau kita pilih linux, bisakah kita "hidup" tanpa
>> > microsoft
>> > office, tanpa ms outlook, tanpa foxpro, tanpa ms access, tanpa potoshop,
>> > tanpa adobe ilustrator, tanpa windows media player?
>> >
>> > Bisakah kita "hidup" dengan openoffice, dengan nautilus, dengan firefox,
>> > dengan thunderbird, dengan evolution, dengan gimp, dengan krita, dengan
>> > NFS
>> > (network file system), dengan samba, sengan ssh, dengan abiword, dengan
>> > gnumerik, dan dengan program linux laiinya.
>> >
>> > wOkeh sodaraku. Selamat memilih. Semua ada di tangan anda. Dan setiap
>> > pilihan ada konsekwensinya sendiri-sendiri. ambil semua itu sebagai
>> > pembelajaran, brother and sister. peace RGDS.
>> >
>> > SHP
>> >
>> >
>> >
>> > --- Pada Rab, 12/8/09, Bonie <[email protected]> menulis:
>> >
>> > Dari: Bonie <[email protected]>
>> > Judul: [balikpapan-ict] Re: Linuxer yang Kecewa
>> > Kepada: [email protected]
>> > Tanggal: Rabu, 12 Agustus, 2009, 8:24 PM
>> >
>> > makanya gunakan windows xp bajakan,supaya gak fanatik hihihi,banyak yang
>> > gak
>> > bisa diafford dengan linux kok,kenapa juga harus skeptis,apalagi kalo
>> > bekerja di IT integrator masa mo maksain kalo ternyata bukan linux
>> > solusinya
>> > hehehe,hidup bajakan,maap yah ini sekedar share pengalaman dari sayah
>> > ,semua
>> > kembali ke flavor masing - masing..
>> >
>> > 2009/8/12 Suwito Pomalingo <[email protected]>
>> >>
>> >> Artikelnya lumayan lama, moga bermanfaat, maaf kalo repost. Link
>> >> aslinya :
>> >> http://okto.silaban.net/2009/02/linux/linuxer-yang-kecewa/
>> >>
>> >> -------------------------
>> >>
>> >> Mereka yang *terjerumus* ke dunia Linux punya alasan yang berbeda –
>> >> beda.
>> >> Ada yang karena tertarik saja, terpaksa (seperti saya), ingin terlihat
>> >> cool
>> >> (jendela hitam itu keren po??), penasaran, cuma pengen coba – coba, dan
>> >> masih ada banyak alasan tak masuk akal lainnya.
>> >>
>> >> Sebagian dari mereka ini akhirnya menjadi pengguna Linux yang militan.
>> >> Begitu semangat mempromosikan Linux. Bahkan dengan begitu semangatnya
>> >> membuat flyer tentang bodohnya *kita* selama ini memakai software
>> >> bajakan,
>> >> apa akibatnya, penegasan ancaman penjara dari UU Haki, sampai masalah
>> >> masuk
>> >> neraka. Silahkan tertawa, tapi saya pribadi pernah melakukannya
>> >> sendirian di
>> >> kampus waktu di semester 2.
>> >>
>> >> Ketika sudah jadi Linuxer-militan ini, seringkali fanatisme akan Linux
>> >> menjadi begitu *parah*. Mereka yang menggunakan software bajakan
>> >> dianggap
>> >> sebagai manusia paling berdosa, pelanggar UU, bodoh, dst. Oh iya, dan
>> >> biasanya jadi anti-Microsoft.
>> >>
>> >> Tak lupa para pahlawan dunia opensource pun menjadi idola mereka,
>> >> seperti
>> >> Linus Torvalds, Richard Stallman, dll. Di tingkat lokal (Indonesia) pun
>> >> Linuxer-militan ini punya idola juga, seperti …, …, …, *tak usah
>> >> disebutlah.. nanti pada ge er (ha..ha..). Ya anda tahulah siapa – siapa
>> >> mereka.
>> >>
>> >> Tapi dunia bagaikan runtuh, ketika Linuxer-militan ini mengetahui, para
>> >> pahlawan opensource lokal mereka juga *bersentuhan* dengan dunia
>> >> *propetiari*.. mmm.. ya maksud saya memang Windows.
>> >>
>> >> Dari beberapa sumber (kadang blog si idola tersebut, atau web
>> >> perusahaannya, milis, seminar, mulut ke mulut) diketahui bahwa para
>> >> idola
>> >> mereka ini ternyata sehari – hari justru menggunakan software
>> >> propetiary.
>> >> Ada pembuat distro Linux lokal yang tidak menggunakan distro buatannya
>> >> itu,
>> >> dan kemudian menjalin kontrak dengan Microsoft untuk bidang akademik.
>> >> Ada
>> >> juga yang gencar mempromosikan Linux & open source, tetapi
>> >> perusahaannya
>> >> berkutat dengan training seputar Microsoft dan software – softwarenya.
>> >>
>> >> Di tingkat lebih kecil, ada anggota komunitas Linux yang justru malah
>> >> akhirnya *berpindah jalur* ke jalan tol berlogo Jendela. Ada juga
>> >> anggota
>> >> komunitas yang begitu lihainya berdebat mengenai migrasi ke Linux,
>> >> tetapi
>> >> ternyata di kosnya dia menggunakan Windows untuk kegiatan sehari –
>> >> harinya.
>> >>
>> >> Masih belum cukup. Fakta lain yang terungkap adalah perusahaan –
>> >> perusahaan lokal yang terkenal sebagai penyedia support Linux, juga
>> >> menyediakan produk & servis untuk software yang hanya jalan di Windows.
>> >>
>> >> Sampai disini, ada saja Linuxer yang kecewa. DULU saya juga termasuk
>> >> salah
>> >> satunya. Apalagi waktu itu saya masih begitu fanatiknya.
>> >>
>> >> Lalu? Ya lambat laun sudut pandang saya yang berubah. Saya tidak
>> >> menjadi
>> >> sengit. Dulu saya kecewa karena salah saya sendiri memegang konsep yang
>> >> keliru. Beruntung saya bisa sadar kesalahan saya. Sekarang kata kunci
>> >> yang
>> >> saya pegang adalah, yang terbaik itu memang “menggunakan software
>> >> legal”.
>> >> Terserah OS nya apa. Tetapi lebih baik lagi kalau itu memberi *efek
>> >> baik*
>> >> jangka panjang.
>> >>
>> >> Tapi, saya sekarang bertanya – tanya, selama transisi pergantian sudut
>> >> pandang saya ini, adakah Linuxer lain yang (masih, atau baru saja)
>> >> dikecewakan (seperti halnya saya dulu)?
>> >>
>> >> NOTE: Don’t get me wrong.. Tulisan ini hanya merepresentasikan bahwa di
>> >> luar sana ada para Linuxer yang sejak awal menggunakan pondasi konsep
>> >> yang
>> >> tidak seharusnya. Saya sendiri butuh waktu lama untuk menyadari
>> >> kekeliruan
>> >> saya.
>> >>
>> >>
>> >> --
>> >> Salam,
>> >> Suwito.
>> >> http://suwito.pomalingo.net
>> >>
>> >> ~Keep IT Simple, Stupid
>> >>
>> >>
>> >
>> >
>> >
>> > --
>> > Bonie Mania The Land Of Joy And Happiness
>> >
>> >
>> >
>> > ________________________________
>> > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
>> > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
>> > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain
>> > >
>> >
>>
>>
>
>
>
> --
> Salam,
> Suwito.
> http://suwito.pomalingo.net
>
> ~Keep IT Simple, Stupid
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group.
 To post to this group, send email to [email protected]
 To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
 For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke