Pilih yg enak aja, Windows dan Linux kedua2nya bagus

Pada 12 Agustus 2009 07:23, Subur Anugerah <[email protected]> menulis:
>
> Ini postingan mau ngajak perang saja hehe...
> Baca lagi tulisan blog tersebut lamat-lamat, mendalam, hayati penuh
> perasaan... :-)
> Semua itu tergantung yang megang kok, kalo' memang dodol, ya maunya
> dodol aja, komputernya disalahin, Linuxnya disumpelin, dikatain jelek,
> padahal aselinya memang dodol tadi, giliran Windows-nya virusan baru
> deh misuh-misuh "Virus sialan!!", atau gak usah jauh2 deh, drivernya
> kurang aja sudah bingung kok... suwer deh...
>
> Btw, saya sendiri sehari-hari tanpa Windows kok bisa saja, tapi tak
> benci Windows, malahan kagum pada model bisnisnya Microsoft. Saya
> punya banyak license aseli tapi malah ada yang saya berikan orang lain
> gratis, apakah saya dodol? Entahlah... up to you... :-)
>
> Salam,
> sa
>
> * mari produktif saja apapun alatnya, tak usah terjebak dalam
> flame-war ini, tendang tulisan FUD itu.
>
>
> 2009/8/12 suryo hadi prabowo <[email protected]>:
> > luar biasa om ... terbiasa di luar.
> >
> > Pengalaman gue pake linux itu susah. Mendingan tetep pake windows.
> Segalanya
> > mudah. Kita serasa di-ninabobokan-kan oleh windows. Office-nya mudah.
> > Windowsnya juga mudah. Multimedia? Mau muter jenis film apa saja bisa
> > (hampir). Dengerin musik? Hampir semua tipe file musik bisa di install.
> > Game? Rasanya tak ada game yg tidak bisa dijalankan di windowsnya om
> bill.
> >
> > Jadi ngapain mesti ngabisin waktu ngoprek didepan komputer mempelajari
> > linux? Ngapain ngabisin waktu berjam-jam cuma untuk mempelajari
> openoffice
> > yg memang sudah mirip windows tapi tidak tetep aja bukan ms.office yg
> pasti
> > banyak bedanya.
> >
> > So...kalau mau enak silahkan tetep di windows.
> >
> > Pesenku satu; kalau sampean sebagai IT di perusahaan. Dan windows yg
> > digunakan di perusahaan itu masih windows bajakan, hati-hati. Sekarang
> PAK
> > POLISI SERING MENGADAKAN RAZIA SOFWARE BAJAKAN. gw sering melihat
> beritanya
> > di tv dan di www.detik.com. Kalau udah razia dan kedapatan pake os
> bajakan
> > komputer yg pake os bajakan disita (sebagai barang bukt), bos perusahaan
> ybs
> > juga diciduk, dan juga IT-nya (kurang lebih itu yg aku dengar).
> >
> > Pertanyaannya, kalau kita pilih linux, bisakah kita "hidup" tanpa
> microsoft
> > office, tanpa ms outlook, tanpa foxpro, tanpa ms access, tanpa potoshop,
> > tanpa adobe ilustrator, tanpa windows media player?
> >
> > Bisakah kita "hidup" dengan openoffice, dengan nautilus, dengan firefox,
> > dengan thunderbird, dengan evolution, dengan gimp, dengan krita, dengan
> NFS
> > (network file system), dengan samba, sengan ssh, dengan abiword, dengan
> > gnumerik, dan dengan program linux laiinya.
> >
> > wOkeh sodaraku. Selamat memilih. Semua ada di tangan anda. Dan setiap
> > pilihan ada konsekwensinya sendiri-sendiri. ambil semua itu sebagai
> > pembelajaran, brother and sister. peace RGDS.
> >
> > SHP
> >
> >
> >
> > --- Pada Rab, 12/8/09, Bonie <[email protected]> menulis:
> >
> > Dari: Bonie <[email protected]>
> > Judul: [balikpapan-ict] Re: Linuxer yang Kecewa
> > Kepada: [email protected]
> > Tanggal: Rabu, 12 Agustus, 2009, 8:24 PM
> >
> > makanya gunakan windows xp bajakan,supaya gak fanatik hihihi,banyak yang
> gak
> > bisa diafford dengan linux kok,kenapa juga harus skeptis,apalagi kalo
> > bekerja di IT integrator masa mo maksain kalo ternyata bukan linux
> solusinya
> > hehehe,hidup bajakan,maap yah ini sekedar share pengalaman dari sayah
> ,semua
> > kembali ke flavor masing - masing..
> >
> > 2009/8/12 Suwito Pomalingo <[email protected]>
> >>
> >> Artikelnya lumayan lama, moga bermanfaat, maaf kalo repost. Link aslinya
> :
> >> http://okto.silaban.net/2009/02/linux/linuxer-yang-kecewa/
> >>
> >> -------------------------
> >>
> >> Mereka yang *terjerumus* ke dunia Linux punya alasan yang berbeda –
> beda.
> >> Ada yang karena tertarik saja, terpaksa (seperti saya), ingin terlihat
> cool
> >> (jendela hitam itu keren po??), penasaran, cuma pengen coba – coba, dan
> >> masih ada banyak alasan tak masuk akal lainnya.
> >>
> >> Sebagian dari mereka ini akhirnya menjadi pengguna Linux yang militan.
> >> Begitu semangat mempromosikan Linux. Bahkan dengan begitu semangatnya
> >> membuat flyer tentang bodohnya *kita* selama ini memakai software
> bajakan,
> >> apa akibatnya, penegasan ancaman penjara dari UU Haki, sampai masalah
> masuk
> >> neraka. Silahkan tertawa, tapi saya pribadi pernah melakukannya
> sendirian di
> >> kampus waktu di semester 2.
> >>
> >> Ketika sudah jadi Linuxer-militan ini, seringkali fanatisme akan Linux
> >> menjadi begitu *parah*. Mereka yang menggunakan software bajakan
> dianggap
> >> sebagai manusia paling berdosa, pelanggar UU, bodoh, dst. Oh iya, dan
> >> biasanya jadi anti-Microsoft.
> >>
> >> Tak lupa para pahlawan dunia opensource pun menjadi idola mereka,
> seperti
> >> Linus Torvalds, Richard Stallman, dll. Di tingkat lokal (Indonesia) pun
> >> Linuxer-militan ini punya idola juga, seperti …, …, …, *tak usah
> >> disebutlah.. nanti pada ge er (ha..ha..). Ya anda tahulah siapa – siapa
> >> mereka.
> >>
> >> Tapi dunia bagaikan runtuh, ketika Linuxer-militan ini mengetahui, para
> >> pahlawan opensource lokal mereka juga *bersentuhan* dengan dunia
> >> *propetiari*.. mmm.. ya maksud saya memang Windows.
> >>
> >> Dari beberapa sumber (kadang blog si idola tersebut, atau web
> >> perusahaannya, milis, seminar, mulut ke mulut) diketahui bahwa para
> idola
> >> mereka ini ternyata sehari – hari justru menggunakan software
> propetiary.
> >> Ada pembuat distro Linux lokal yang tidak menggunakan distro buatannya
> itu,
> >> dan kemudian menjalin kontrak dengan Microsoft untuk bidang akademik.
> Ada
> >> juga yang gencar mempromosikan Linux & open source, tetapi perusahaannya
> >> berkutat dengan training seputar Microsoft dan software – softwarenya.
> >>
> >> Di tingkat lebih kecil, ada anggota komunitas Linux yang justru malah
> >> akhirnya *berpindah jalur* ke jalan tol berlogo Jendela. Ada juga
> anggota
> >> komunitas yang begitu lihainya berdebat mengenai migrasi ke Linux,
> tetapi
> >> ternyata di kosnya dia menggunakan Windows untuk kegiatan sehari –
> harinya.
> >>
> >> Masih belum cukup. Fakta lain yang terungkap adalah perusahaan –
> >> perusahaan lokal yang terkenal sebagai penyedia support Linux, juga
> >> menyediakan produk & servis untuk software yang hanya jalan di Windows.
> >>
> >> Sampai disini, ada saja Linuxer yang kecewa. DULU saya juga termasuk
> salah
> >> satunya. Apalagi waktu itu saya masih begitu fanatiknya.
> >>
> >> Lalu? Ya lambat laun sudut pandang saya yang berubah. Saya tidak menjadi
> >> sengit. Dulu saya kecewa karena salah saya sendiri memegang konsep yang
> >> keliru. Beruntung saya bisa sadar kesalahan saya. Sekarang kata kunci
> yang
> >> saya pegang adalah, yang terbaik itu memang “menggunakan software
> legal”.
> >> Terserah OS nya apa. Tetapi lebih baik lagi kalau itu memberi *efek
> baik*
> >> jangka panjang.
> >>
> >> Tapi, saya sekarang bertanya – tanya, selama transisi pergantian sudut
> >> pandang saya ini, adakah Linuxer lain yang (masih, atau baru saja)
> >> dikecewakan (seperti halnya saya dulu)?
> >>
> >> NOTE: Don’t get me wrong.. Tulisan ini hanya merepresentasikan bahwa di
> >> luar sana ada para Linuxer yang sejak awal menggunakan pondasi konsep
> yang
> >> tidak seharusnya. Saya sendiri butuh waktu lama untuk menyadari
> kekeliruan
> >> saya.
> >>
> >>
> >> --
> >> Salam,
> >> Suwito.
> >> http://suwito.pomalingo.net
> >>
> >> ~Keep IT Simple, Stupid
> >>
> >>
> >
> >
> >
> > --
> > Bonie Mania The Land Of Joy And Happiness
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
> > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain
> > >
> >
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Balikpapan Information, Communication & Technology Community" group.
 To post to this group, send email to [email protected]
 To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
 For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/balikpapan-ict?hl=en-GB
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke