Welehhhh...Itu baru Kata Penutup udah panjang gitu yah, belum lagi Daftar
Isi, Daftar Pustaka, Pendahuluan, Bab Satu, Bab Dua, Bab
Tiga....hehehhe..jadi kaya Skripsi.

***tuing*** kabuuur...
 

-----Original Message-----
From: Noni Mira Timotius [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, March 14, 2006 6:08 PM
To: balita-anda
Subject: [balita-anda] penutup: RUU APP

hmmm...

Dari jalum dan japri yang saya terima, rasanya sebagian besar keliru 
memahami postingan2 yang saya kirim...

Sekali lagi, saya tidak pernah bilang kalo saya tidak kuatir dengan kondisi 
bangsa ini. Saya juga gak mau kalo kelak anak saya ikutan nonton VCD porno 
sebelum dia betul2 memahami apa yang dia tonton itu. Saya pribadi juga 
berusaha sekuat tenaga lewat doa dan upaya supaya anak saya tidak mendapat 
akses kepada hal-hal tersebut (vcd porno, majalah porno, rokok, narkoba, 
dlsb). Pun saya gerah ngeliat remaja sekarang yang pacarannya gak kenal 
tempat.

Tapiiiii.... yang saya tentang dari RUU APP ini adalah CARA orang-orang 
tersebut menyusunnya.

1. Sebelum inul ngebor, apa ada yang ribut2 soal RUU APP? Buktikan kalau 
memang ada, dan saya akan menarik kembali ucapan saya yang mengatakan bahwa 
RUU ini muncul gara2 nafkah roma diserobot separo oleh inul.

2. Kalau kita tidak mau anak kita mendapat kemudahan dalam membeli vcd 
porno, kenapa pemerintah tidak dengan sungguh-sungguh memberantas produsen, 
pemain film, serta penjual vcd porno tersebut? Sama halnya dengan narkoba, 
majalah porno, dlsb. Kenapa justru muncul RUU ini yang kelak malah akan 
memberangus para pelaku seni di negeri ini (bayangkan berapa banyak buku 
bermutu yang akan dibredel, berapa banyak tarian yang akan masuk museum dan 
tidak pernah dipertontonkan kembali di area publik, berapa banyak film 
bermutu yang tidak bisa lagi kita tonton akibat terganjal RUU ini, berapa 
banyak perancang busana yang gulung tikar). Jawabannya adalah karena 
pemerintah takut kehilangan penghasilan dari hasil korupsi di bidang ini.
Di luar negeri sana, pemerintahnya membatasi peredaran rokok, minuman keras,

vcd porno, majalah porno, juga senjata. Tidak ada penjual resmi yang menjual

rokok dan minuman keras kepada anak di bawah 18 tahun. Majalah porno dijual 
dengan harga sangat mahal sehingga tidak terjangkau oleh kocek anak2. 
Bagaimana dengan di Indonesia? Rokok diperoleh mudah dimana-mana hanya 
dengan uang logam 500perak, koran "lampu merah" harganya cuma 1000perak, vcd

porno juga cuma 3000perak. Hal-hal inilah yang harusnya jadi perhatian 
pemerintah. Kalau tidak suka dengan kehadiran playboy, kenapa tidak ada UU 
yang membatasi media massa? Kenapa selama ini majalah porno dibiarkan 
terbit, majalah FHM anteng-anteng aja, blum lagi iklan2 partyline di 
Poskota. Itulah yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Dan seharusnya

itu sudah dilakukan sejak dulu, jauh sebelum tabloid "lipstik" beredar, jauh

sebelum inul ngebor, lama sebelum vcd "bandung lautan api" marak, bahkan 
sejak sebelum film "inem pelayan seksi" atau "gadis marathon" diputar. Gak 
usah nunggu ada orang kebakaran jenggot, baru reaktif... proaktif 
dooonggg... Tapi ya itupun kalo pemerintah dan dpr emang serius mikirin 
bangsa, bukan cuma mikirin minta naik gaji doang.

3. Contoh konkrit yang terjadi di tanggerang sekarang: sejak diberlakukan 
perda yang melarang orang berkeliaran di malam hari dan ditangkapnya 
beberapa orang dengan tuduhan menjalani profesi PSK, banyak buruh wanita 
yang menolak shift malam. Apa perda ini tidak salah kaprah? Apa dengan 
berlakunya perda ini bisa dijamin bahwa tingkat pemerkosaan bisa menurun? 
Plis kasih bukti statistik. Karena implikasi langsung yang terjadi adalah 
para buruh wanita itu justru kehilangan sebagian nafkah mereka dan itu 
brarti menurun lagi kualitas hidup mereka.

4. Plis juga, gak usah bawa2 agama untuk hal ini. Masalah moral bukan cuma 
urusan agama tertentu aja kok. Semua agama yang diakui di Indonesia 
menginginkan umatnya bermoral bersih. Jadi urusan RUU ini sama sekali gak 
ada sangkut pautnya dengan salah satu agama. Agama yang saya anut pun 
menuntut saya untuk suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan (sama kayak

dasadarma pramuka).

5. Kalo memang mau ada UU yang bertujuan membentengi generasi muda 
Indonesia, yah silakan aja. Saya juga dukung kok. Tapi ya, UU itu hendaknya 
ditujukan untuk kepentingan bangsa, bukan untuk segelintir golongan. Juga 
bukan dengan cara membatasi ruang gerak golongan lain. Karena kalo itu yang 
dilakukan, berarti moral penyusun UU itu sama rusaknya dengan orang-orang 
yang mereka berangus.

6. Kalo mau tempat-tempat hiburan malam itu ditutup semua, silakan juga. 
Yang perlu dilakukan adalah menangkapi para pembeking tempat2 itu yang tiap 
malam mulutnya disumpal segepok rupiah. Saya yakin anda semua tahu, bahwa 
para beking ini tak lain dan tak bukan adalah aparat pemerintah yang 
moralnya justru lebih rusak daripada para pengunjung tempat hiburan itu 
sendiri.

7. Bayangkan terpuruknya lagi dunia olahraga di Indonesia, terutama cabang 
renang, bulutangkis, tenis, atletik, anggar, atau voli karena bajunya 
seronok, ketat, menonjolkan bagian dada, paha, pinggul, betis. Mungkin yang 
bisa maju cuma cabang catur. Itu akibat diberlakukannya UU APP ini yang 
melarang orang menampilkan bagian tubuh yang dianggap sensual. Dan yang 
membuat bingung adalah, tiap orang memiliki anggapan berbeda dan subjektif 
tentang makna sensual.

8. Rakyat miskin yang bajunya bolong2 itu mungkin tambah kesian juga karena 
mereka gak punya uang buat beli baju yang gak bolong. Kalo mereka gak beli 
baju yang gak bolong, bisa masuk penjara akibat melanggar UU APP. Duh! 
Pemikiran ini berlebihan gak sih? Ato memang aplikatif-realistis?

9. :.....:

Udah kepanjangan lagi ah, padahal niatnya semula cuma mau menyudahi saja 
keterlibatan saya di topik ini.
Makasih ya buat yang sudah respons baik jalum maupun japri. Saya gak 
bermaksud cari musuh kok, cuma membagikan apa yang saya pikirkan tentang RUU

ini, supaya niat baik dari RUU ini memang diaplikasikan dengan baik dan 
bermanfaat bagi bangsa, bukan cuma bagi segelintir golongan dan dimuati 
banyak kepentingan politik.

Yuk, balik BA lagi yuk...
thanks ya Pak Rahman (maap loh sering nyusahin sama postingan2 yang gak 
nyambung ke balita... jangan marah ya)

-noni-








================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]


================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke