Begitulah,  saya denger juga yg paling penting itu ada keinginan kuat dari
yg  bersangkutan.  Masalahnya, gimana kalo yg bersangkutan masih belum
sadar?  Apakah kita mesti nunggu sampe dia kecemplung dan akhirnya sadar?


On 11/22/06, Henny Febrianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Dear Papa Fina....
mendengar kisah ini...
saya jadi teringat akan kelakuan kaka saya...
sejak tahun 1995 ato 1996 kaka saya sudah menjadi budak narkoba...
kuliah tidak benar dan banyak sekali kejadian pahit yg pernah saya &
keluarga alami.
mulai dari tipe yg dirumah hilang hingga STNK mobil digadaikan.

kami mulai menjauhkan kaka saya ke luar kota, ternyata tidak mempan
juga...
karena buat kaka saya jarak tidak membuat dia untuk tetap mencari
persedian
"obat" tersebut.
dan yang lebih parahnya lagi, saya mengharapkan "pacar" kaka saya bisa
menjadi tameng untuk melarang atau mensupport kaka saya untuk sembuh.....
dan menjauh dari "obat-obatan" tersebut.
ternyata... malah "pacar" kaka saya juga korban dari "obat" tersebut.
jadi... apa mau dikata setali 3 uang...
sampai-sampai, tiap kali kaka saya mau kuliah, Ibu saya yang selalu
mengantar dan menunggu di parkiran... tapi tetep saja bisa lolos.....
akhirnya kami sekeluarga menggunakan Om kami ( dia polisi ) utk menjadi
bodigardnya ( baik itu kuliah atau mau pergi, pasti Om saya selalu
disampingnya., tapi tetap saja tdk berhasil
intinya segala cara sudah kita coba.. tetap saja kaka saya tdk mau
bertobat
dan tetap menggunakan "obat" tersebut.

tahun 2000... mungkin hati kaka saya mulai luntur...atau cape jadi "budak"
dari obat2an tersebut.
"Ma.. Pa.. aku mau sembuh".. hati saya & keluarga sepertinya disiram air
dingin..... segar sekali....
"kamu mau diobatin gimana?" sahut orangtua saya....
"aku minta semua uang, atm, kartu kredit, punya aku ditahan papa" jawab
kaka
ku...
walopun sedih... kami berusaha tegar... demi kesembuhan kakaku....

selama penyembuhannya adalah :
"aku mau kamarku dikunci dari luar" jadi sesakit apapun aku berusaha untuk
meahannya.
malah pernah malam2 ayahku memandikan kakakku yang sedang "nagih"....
sehabis dimandikan kakaku masuk kekamar sebelumnya dikasih susu hangat &
makanan.
dan orangtuaku selalu inspeksi dadakan kamarnya takut2 kakaku
menyelinapkan
obat2an entah darimana datangnya....
atau tanpa kakaku ketahui, ayahku membawa kaka ke prodia utk mencek
darahnya.
Alhamdulillah.........1 th telah berlangsung, kakaku sembuh dari
"obat-obatan" tersebut.
jadi kakaku sembuh di tahun 2001......

saat ini kakaku sudah meyelesaikan kuliahnya yang sudah lamaa tertunda,
dan
sudah di wisuda ....
dan masih mencari pekerjaan yang tetap (walau sampai kini masih freelance)
dan sudah memiliki "pacar" baru tentunya.....

Pa... intinya cuma satu,
keingin dari orang itu sendiri... dan dukungan yang kuat dari keluarga....
dan memang, menti dijauhkan dari lingkungan yang dahulu kena.
banyak-banyak diajak utk Shalat bagi yg muslim dan banyak berdoa...
Insya Allah membatu dalam proses kesembuhannya.

Aduh.. maaf, sekali jadi kepanjangan...
'malah jadi sharing gini.......

--
Regards,
Henny - bunda Nayla

http://mynayla.blogspot.com
http://artikelseputarbayi.blogspot.com


On 11/22/06, Jagoan Neon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> BAers,
>
> Kemaren dapet kabar kalo adik ipar saya yg di palembang ternyata suka
pake
> shabu-shabu, padahal baru nikah 5 bulan yg lalu.  Susahnya, beliau ini
> agak
> keras hati (kepala juga) jadi agak susah dinasehatin sekalipun sama ibu
> dan
> kakak2nya.  Ayahnya (mertua saya) meninggal 2 tahun lalu, jadi praktis
> nggak
> ada lagi yg bisa ngontrol dia.  Di palembang tinggal dia sama ibunya,
> sementara kakak2nya pada tinggal di bandung/jakarta
>
> Ada yg punya ide nggak, kira2 harus gimana ya?  Ada yg punya info
tentang
> pengobatan pecandu narkoba?
>
> -papa fina
>
>


Kirim email ke