Dear All

Untuk bahan diskusi di milis Komunitas Bangomania, mohon komentar dan 
masukannya.



Gagrak Kuliner Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur yang seluas hampir 50 ribu km2 dan kini  jumlah penduduknya 
hampir 40 juta jiwa, memiliki gagrak  kuliner yang beragam. Gagrak atau aliran 
tersebut terpengaruh  dari sejarah masa lalu dan juga membedakan dialek atau 
logat 
pada bahasa yang mereka gunakan. 

1. Gagrak Mataraman 
Gagrak Mataraman meliputi wilayah eks-Karesidenan Madiun dan  Kediri. Jenis 
makanan dan  Bahasa Jawa yang dituturkan hampir  sama dengan Bahasa Jawa 
Tengahan (Bahasa Jawa Solo-an). Di  kawasan tersebut terkenal dengan aneka 
makanan lezat seperti 
Nasi Pecel, Rempeyek, yang cenderung manis, gurih, tidak  terlalu pedas, dan 
tanpa petis. 

2. Gagrak Pesisiran
Gagrak Pesisiran yaitu  pesisir utara bagian barat (Tuban dan  Bojonegoro). 
Jenis makanan dan dialek Bahasa Jawa yang  dituturkan mirip dengan yang 
dituturkan di daerah 
Blora-Rembang di Jawa Tengah. Gagrak Timuran (Suroboyoan)

3. Gagrak Timuran (Suroboyoan) yaitu meliputi wilayah  Surabaya, Sidoarjo dan 
sekitarnya. Jenis makanannya umumnya  pekat, bercampur Petis, seperti Lontong 
Kupang, Rujak Cingur,  Pecel Semanggi dan lainnya. Kelugasan gagrak ini sejalan 
dengan dialek Bahasa Jawa yang dikenal dengan Bahasa Jawa Timuran, yang 
dianggap bukan Bahasa Jawa baku. Ciri khas Bahasa Jawa Timuran adalah egaliter, 
blak-blakan, dan seringkali mengabaikan tingkatan bahasa layaknya Bahasa Jawa 
Baku, sehingga bahasa ini terkesan kasar. 

4. Gagrak Madura

Gagrak Madura nyaris dikuasai oleh pengaruh Sumenep yang  pernah dikuasai oleh 
Kerajaan Mataram, kulinernya unik dan  berbeda dengan wilayah di Jawa Timur 
lainnya. 



Kirim email ke