Jd inget pacel madiun. Dulu waktu msh kelas 4-6 SD saya pernah tinggal di madiun. Jujur tdk byk yg saya ingat, bentuk rumah bahkan bentuk kamar saya spt apapun saya tdk ingat. Tp ada 1 yg saya ingat dgn jelas, yaitu pecel mbok wir. Pecel dgn sayur minimalis dan beralaskan pincuk (wadah dari daun pisang). Yg unik (sekaligus menjijikan adalah) sebelum dibentuk pincuk, mbok wir selalu mengambil helaian daun pisang, dikempit (dicepitkan) diketiak kirinya, ditarik lalu dibentuk pincuk dgn cekatannya sambil meyematkan lidi. Kata papa saya, suhu tubuhnya bisa membuat daun pisang tsb jd lemas (ntah suhu tubuhnya atau bau tubuhnya hehehe) tp kata mama saya mbok wir tubuhnya tdk bau krn dia cuma makan sayur dan byk makan kemangi. Kemangi juga jd ornament wajib dipecel madiun. Lalu kita pun bersantap pecel. Lauk tambahan : ada empal, paru grg, dan mcm2 hidangan lain. Tentu saja fav saya yaitu lidah grg. Sudah lama saya tdk dgr kabar mbok wir, bila beliau tasih sugeng (msh hidup dlm bahasa jawa plg halus:red) mungkin sdh 80an tahun lebih. Dan sdh lama juga sy tdk kemadiun. Terakhir itu yah kelas 6 itu. Wah jd pgn pecel madiun nih. Ntar mlm ah di simpang 5 ! Mangkat !!! Oh iya, jgm lupa peyek kacang Rek ! Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "mediacare" <[email protected]> Date: Tue, 1 Sep 2009 11:27:28 To: <[email protected]> Cc: <[email protected]> Subject: [bango-mania] Gagrak Kuliner Jawa Timur Dear All Untuk bahan diskusi di milis Komunitas Bangomania, mohon komentar dan masukannya. Gagrak Kuliner Jawa Timur Provinsi Jawa Timur yang seluas hampir 50 ribu km2 dan kini jumlah penduduknya hampir 40 juta jiwa, memiliki gagrak kuliner yang beragam. Gagrak atau aliran tersebut terpengaruh dari sejarah masa lalu dan juga membedakan dialek atau logat pada bahasa yang mereka gunakan. 1. Gagrak Mataraman Gagrak Mataraman meliputi wilayah eks-Karesidenan Madiun dan Kediri. Jenis makanan dan Bahasa Jawa yang dituturkan hampir sama dengan Bahasa Jawa Tengahan (Bahasa Jawa Solo-an). Di kawasan tersebut terkenal dengan aneka makanan lezat seperti Nasi Pecel, Rempeyek, yang cenderung manis, gurih, tidak terlalu pedas, dan tanpa petis. 2. Gagrak Pesisiran Gagrak Pesisiran yaitu pesisir utara bagian barat (Tuban dan Bojonegoro). Jenis makanan dan dialek Bahasa Jawa yang dituturkan mirip dengan yang dituturkan di daerah Blora-Rembang di Jawa Tengah. Gagrak Timuran (Suroboyoan) 3. Gagrak Timuran (Suroboyoan) yaitu meliputi wilayah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya. Jenis makanannya umumnya pekat, bercampur Petis, seperti Lontong Kupang, Rujak Cingur, Pecel Semanggi dan lainnya. Kelugasan gagrak ini sejalan dengan dialek Bahasa Jawa yang dikenal dengan Bahasa Jawa Timuran, yang dianggap bukan Bahasa Jawa baku. Ciri khas Bahasa Jawa Timuran adalah egaliter, blak-blakan, dan seringkali mengabaikan tingkatan bahasa layaknya Bahasa Jawa Baku, sehingga bahasa ini terkesan kasar. 4. Gagrak Madura Gagrak Madura nyaris dikuasai oleh pengaruh Sumenep yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Mataram, kulinernya unik dan berbeda dengan wilayah di Jawa Timur lainnya.
