Mengacu dari Gagrak Timuran (Suroboyoan) bisa dikatakan kuliner Suroboyo sangat 
kuat di bumbu dan rata-rata proses memasaknya tidak terlalu njelimet (rumit) 
seperti rujak maupun sate-satean. Sama dengan watak wong Suroboyo, makanannya 
pun cenderung pedas dan asin. Sambalnya memang tak bisa meninggalkan petis, 
seperti pada bumbu rujak (khususnya rujak cingur), sambal pada nasi krawu, 
bumbu pada kupang lontong dan semanggi, tahu campur, tahu tek, serta masih 
banyak lagi lainnya.
Ada juga yang sedikit sulit proses pembuatannya, yaitu Otak-Otak Bandeng khas 
Gresik. Gresik ini cukup unik, karena di sana memiliki bebeapa kuliner yang 
hanya dihidangkan dalam moment-mement khusus, seperti Kolak Ayam di Desa Gumene 
(hanya ada setiap malam 23 Ramadhan), atau juga jajanan Pleret di Desa Sukowati 
yang hanya dihidangkan pada saat sedekah bumi setahun sekali.
Dengan adanya Gagrak (genre) kuliner seperti ini, rasanya makin asyik saja 
berburu dan menikmati kuliner di Jawa Timur, maupun daerah lainnya....

Arohman
www.arohman.co.cc

--- On Wed, 9/2/09, mediacare <[email protected]> wrote:

From: mediacare <[email protected]>
Subject: [bango-mania] Gagrak Kuliner Jawa Timur
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Wednesday, September 2, 2009, 1:27 AM






 




    
                  


Dear All
 
Untuk bahan diskusi di milis Komunitas Bangomania, 
mohon komentar dan masukannya.
 
 
 
Gagrak Kuliner Jawa Timur
 
Provinsi Jawa Timur yang seluas hampir 50 ribu km2 
dan kini  jumlah penduduknya hampir 40 juta 
jiwa, memiliki gagrak  kuliner yang beragam. 
Gagrak atau aliran tersebut terpengaruh  dari sejarah masa lalu dan juga 
membedakan dialek atau logat 

pada bahasa yang mereka gunakan. 

1. Gagrak Mataraman 
Gagrak Mataraman meliputi wilayah eks-Karesidenan Madiun dan  Kediri. 
Jenis makanan dan  Bahasa Jawa yang dituturkan hampir  sama dengan 
Bahasa Jawa Tengahan (Bahasa Jawa Solo-an). Di  kawasan tersebut terkenal 
dengan aneka makanan lezat seperti 
Nasi Pecel, Rempeyek, yang cenderung manis, gurih, tidak  terlalu 
pedas, dan tanpa petis. 

2. Gagrak Pesisiran
Gagrak Pesisiran yaitu  pesisir utara bagian barat (Tuban dan  
Bojonegoro). Jenis makanan dan dialek Bahasa Jawa yang  dituturkan mirip 
dengan yang dituturkan di daerah 
Blora-Rembang di Jawa Tengah. Gagrak Timuran (Suroboyoan)
 
3. Gagrak Timuran (Suroboyoan) yaitu meliputi wilayah  Surabaya, 
Sidoarjo dan sekitarnya. Jenis makanannya umumnya  pekat, bercampur Petis, 
seperti Lontong Kupang, Rujak Cingur,  Pecel Semanggi dan lainnya. 
Kelugasan gagrak ini sejalan dengan dialek Bahasa Jawa yang dikenal dengan 
Bahasa Jawa Timuran, yang dianggap bukan Bahasa Jawa baku. Ciri khas Bahasa 
Jawa 
Timuran adalah egaliter, blak-blakan, dan seringkali mengabaikan tingkatan 
bahasa layaknya Bahasa Jawa Baku, sehingga bahasa ini terkesan kasar. 

4. Gagrak Madura
 
Gagrak Madura nyaris dikuasai oleh pengaruh Sumenep yang  pernah 
dikuasai oleh Kerajaan Mataram, kulinernya unik dan  berbeda dengan wilayah 
di Jawa Timur lainnya. 
 
 
 

 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke