Kalo aku biasa menyambangi tempat2 berikut ini tiap ke semarang : * Tahu Gimbal di taman kb depan sma 1 semarang * nasi pecel mbok sador di simpang lima * nasi ayam di depan RS Tlogorejo * lumpia gang lombok dan es buah disampingnya. * asem-asem koh liem (lupa nama daerahnya, karena masuk gang dan depan sma apa gitu)
Btw,ada yg tau ndak dimana menemukan mie kopyok semarang yg bukan bakul pikulan/gerobak? Sering gagal makan mie kopyok karena ngga ada yg lewat..hiks Salam, Indah Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Date: Sat, 19 Dec 2009 14:02:41 To: <[email protected]> Subject: [bango-mania] Info wisata Kuliner d Semarang Salam bango mania, Rekan Bangoers ada yg bisa kasih info tempat2 yg mantap unt wisata kuliner di Semarang? Rencananya kami mau liburan kesana inggu depan. Saya tunggu infonya ya, terima kasih. Salam. Ratih Rianto Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Abdur Rohman <[email protected]> Date: Fri, 18 Dec 2009 19:53:07 To: <[email protected]> Subject: [bango-mania] Kuliner Manado di Surabaya... Jumat, 18/12/2009 10:21 WIB Lezatnya Racikan Bumbu Paniki Khas Manado Bodhiya Wijaya - detikSurabaya Masakan Paniki/Bodhiya Wijaya Surabaya - Kelelawar. Mendengar namanya sebagian besar orang akan takut. Karena binatang ini identik pemangsa dengan gigi yang tajam. Rupanya binatang yang selalu keluar pada malam hari ini bisa diolah menjadi makanan lezat untuk disantap. Tertarik mencobanya, Anda bisa merasakan olahan ini di Jane Depot Manado Jemursari. Di depot makanan itu, racikan makanan dari olahan kelelawar ini disebut dengan nama Paniki. Paniki dalam bahasa Manado berarti kelelawar. Menu ini harganya relatif mahal dibanding menu yang lain. Jika menu lain dihargai belasan hingga 20-ribuan per porsi maka masakan yang berbahan daging, kelelawar berharga Rp 65 ribu untuk setiap porsinya. Tingginya harga itu disebabkan bahan baku masakan didatangkan langsung dari Manado. "Kelelawar di sini kecil-kecil, sehingga tidak cocok untuk dimasak," tutur Lola Christine Nelwan, pemilik dari Jane Depot Manado saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (17/12/2009). Lola mengaku dirinya mendapat paniki atau kelelawar sudah dalam kondisi siap masak alias sudah dibersihkan. Kelelawar itu diolah dengan berbagai macam rasa dan diracik dengan bumbu lengkap. Bumbu rempah yang digunakan adalah bawang merah, bawang putih, cabe merah dan cabe hijau. Cabe, kata Lola, memberi rasa pedas. Sebelum dicampur bumbu racikan, kelelawar atau paniki direbut. Setelah matang, ditiriskan kemudian digoreng dengan bumbu lengkap. "Rasanya dijamin maknyus. Saya menggunakan bumbu khas Manado," ungkapnya. Tertarik? Selamat mencoba. (fat/fat) http://www.facebook.com/search/?q=bangomania&init=quick#/bangomania?ref=search&sid=649459711.564727841..1
