Wah, seru kayaknya makan Tutut. 
Foto bango mania Surabaya mana? kok nggak muncul. *penasaran.
Siapa saja yang datang? Makan yang paling banyak siapa?

Cerita yang seru apalagi nih?

salam
www.sijagomakan.com

--- On Sun, 6/20/10, Abdur Rohman <[email protected]> wrote:

From: Abdur Rohman <[email protected]>
Subject: [bango-mania] Tutut yang Bikin Ketagihan Nyedot
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Sunday, June 20, 2010, 10:19 PM







 



  


    
      
      
      Tutut yang Bikin Ketagihan NyedotIn Bango Mania, In Makan Dimana21 June 
2010
TUTUT atau kerecoh termasuk jenis menu berbahan keong atau siput air tawar atau 
kul sawah. Disajikan dalam bentuk masak berkuah santan, dengan cara makan yang 
unik, yaitu langsung disedot dari cangkang-cangkang kecilnya guna mengeluarkan 
isinya yang lunak dan gurih. Bila tak mau juga keluar, bisa menggunakan bantuan 
tusuk gigi untuk mengungkitnya, sehingga dengan mudah dapat menyantapnya.

Ketika acara santap malam Bangomania Surabaya (20/6) di Bumbu Desa, rupanya 
Tutut ini menjadi pilihan menu yang cukup difavoritkan. Berawal dari sekadar 
memperbincangkan nama Tutut yang kedengarannya
 ‘lucu’, karena di Surabaya menu ini lebih dikenal dengan kerecoh, ada juga 
yang menyebutnya kul nenek (daerah Gresik utara). Bahkan, karena begitu serunya 
memperbincankan makanan asal Sunda ini, sampai-sampai harus nambah hingga 4 
porsi untuk disantap ramai-ramai. Tentu dengan menu-menu pendamping lainnya 
yang tak kalah enaknya. Karena malam itu, hampir setiap orang memiliki pilihan 
menu sendiri-sendiri seperti karedok, nasi bakar, dan lain-lain.

Ya, sensasi terdahsayat menikmati Tutut adalah dengan menyedotnya. Selain cara 
ini digunakan untuk menarik keluar isi kerecoh, juga menyerap keluar 
bumbu-bumbu kuah santan segarnya
 yang sudah merasuk ke dalamnya. Sehingga ketika upaya menyedot ini tak 
membuahkan hasil, penikmat masih akan mendapatkan gurihnya rasa kuah yang 
berbahan bumbu seperti bumbu-bumbu masak kepiting tradisional.

Di daerah persawahan, Tutut biasanya hidup di pemukaan lumpur sawah yang berair 
tidak terlalu dalam. Binatang mungil ini lebih suka bergerombol pada dahan 
tumbuhan yang jatuh di atas air, terutama dahan dan batang-batang pisang. 

Tutut yang sudah diambil dari sawah, kemudian akan dicuci untuk menghilangkan 
kotoran yang biasanya menempel di bagian cangkangnya. Untuk hasil bersih 
maksimal dalam menghilangkan lumpur yang terbawa, diperlukan waktu merendam 
sekitar satu malam. Setelah itu, Tutut akan direbus hingga masak, lalu 
ditiriskan dan dicuci sekali lagi sebelum diolah, baik menjadi Tutut kuah 
maupun sate kul, keripik, dan lain-lain.

Kul atau tutut menyimpan banyak kandungan gizi yang tinggi. Menurut Positive 
Deviance
 Resource Centre, tutut kaya akan kandungan protein 12 % dan kalsium 217 mg 
serta rendah kolesterol. Dalam 100 gram keong terkandung air sekitar 81 gram 
air dan sisanya mengandung energi, protein, kolesterol, karbohidrat, kalsium 
dan posfor. Jadi, di samping enak dikonsumsi juga sangat baik bagi kesehatan 
badan.




Selain ngobrol santai sambil makan-makan, malam itu menu yang cukup menyita 
perhatian kawan-kawan Bangomania adalah karedok. Dalam karedok yang berbahan 
sayur-sayuran mentah dengan bumbu kacang seperti gado-gado, diyakini berkhasiat 
bagi tubuh. Bahannya antara lain ketimun, tauge, kol, kacang panjang, daun 
kemangi, terong sayur yang kesemuanya
 diiris tipis dan kecil. Dalam penyajiannya, semua irisan ini ditaruh di atas 
piring kemudian disiram dengan bumbu kacang. (arohman)Diposting oleh ruang 
baca di  10:11 AM   Label: Bango Mania,


      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke