Sama dengan keong macan nggak sih?? Sent from my BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: "elmyrha" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 21 Jun 2010 07:34:27 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [bango-mania] Re: Tutut yang Bikin Ketagihan Nyedot
huaaa..pengen banget keong tutut iniii....duh kek orang ngidam dah daku... btw, kok gak ada kecap bangonya seh diatas meja..?? hehehehe "el" --- In [email protected], Abdur Rohman <arohmanm...@...> wrote: > > Tutut yang Bikin Ketagihan NyedotIn Bango Mania, In Makan Dimana21 June 2010 > TUTUT atau kerecoh termasuk jenis menu berbahan keong atau siput air tawar > atau kul sawah. Disajikan dalam bentuk masak berkuah santan, dengan cara > makan yang unik, yaitu langsung disedot dari cangkang-cangkang kecilnya guna > mengeluarkan isinya yang lunak dan gurih. Bila tak mau juga keluar, bisa > menggunakan bantuan tusuk gigi untuk mengungkitnya, sehingga dengan mudah > dapat menyantapnya. > > Ketika acara santap malam Bangomania Surabaya (20/6) di Bumbu Desa, rupanya > Tutut ini menjadi pilihan menu yang cukup difavoritkan. Berawal dari sekadar > memperbincangkan nama Tutut yang kedengarannya ‘lucu’, karena di Surabaya > menu ini lebih dikenal dengan kerecoh, ada juga yang menyebutnya kul nenek > (daerah Gresik utara). Bahkan, karena begitu serunya memperbincankan makanan > asal Sunda ini, sampai-sampai harus nambah hingga 4 porsi untuk disantap > ramai-ramai. Tentu dengan menu-menu pendamping lainnya yang tak kalah > enaknya. Karena malam itu, hampir setiap orang memiliki pilihan menu > sendiri-sendiri seperti karedok, nasi bakar, dan lain-lain. > > Ya, sensasi terdahsayat menikmati Tutut adalah dengan menyedotnya. Selain > cara ini digunakan untuk menarik keluar isi kerecoh, juga menyerap keluar > bumbu-bumbu kuah santan segarnya yang sudah merasuk ke dalamnya. Sehingga > ketika upaya menyedot ini tak membuahkan hasil, penikmat masih akan > mendapatkan gurihnya rasa kuah yang berbahan bumbu seperti bumbu-bumbu masak > kepiting tradisional. > > Di daerah persawahan, Tutut biasanya hidup di pemukaan lumpur sawah yang > berair tidak terlalu dalam. Binatang mungil ini lebih suka bergerombol pada > dahan tumbuhan yang jatuh di atas air, terutama dahan dan batang-batang > pisang. > > Tutut yang sudah diambil dari sawah, kemudian akan dicuci untuk menghilangkan > kotoran yang biasanya menempel di bagian cangkangnya. Untuk hasil bersih > maksimal dalam menghilangkan lumpur yang terbawa, diperlukan waktu merendam > sekitar satu malam. Setelah itu, Tutut akan direbus hingga masak, lalu > ditiriskan dan dicuci sekali lagi sebelum diolah, baik menjadi Tutut kuah > maupun sate kul, keripik, dan lain-lain. > > Kul atau tutut menyimpan banyak kandungan gizi yang tinggi. Menurut Positive > Deviance Resource Centre, tutut kaya akan kandungan protein 12 % dan kalsium > 217 mg serta rendah kolesterol. Dalam 100 gram keong terkandung air sekitar > 81 gram air dan sisanya mengandung energi, protein, kolesterol, karbohidrat, > kalsium dan posfor. Jadi, di samping enak dikonsumsi juga sangat baik bagi > kesehatan badan. > > > > > Selain ngobrol santai sambil makan-makan, malam itu menu yang cukup menyita > perhatian kawan-kawan Bangomania adalah karedok. Dalam karedok yang berbahan > sayur-sayuran mentah dengan bumbu kacang seperti gado-gado, diyakini > berkhasiat bagi tubuh. Bahannya antara lain ketimun, tauge, kol, kacang > panjang, daun kemangi, terong sayur yang kesemuanya diiris tipis dan kecil. > Dalam penyajiannya, semua irisan ini ditaruh di atas piring kemudian disiram > dengan bumbu kacang. (arohman)Diposting oleh ruang baca di 10:11 > AM  Label: Bango Mania, >
