wahhh..mas octo gak bilang2...daku juga kesana kemarin jam 2an abis acara bobo fair hehehe.. udah beli kaosnya belom..???
"el" --- In [email protected], octo ferdi <octo_fe...@...> wrote: > > Alhamdulillah..hari minggu siang sempet mampir ke FJB..parkiran blm terlalu > padet banget..sempet nyobain beberapa jajanan langka di sana.. > > Waktu mampir ke tenda Bangomania sempet di sangka 'si abang tukang bakso' > oleh > wak Radit...hahaha... > > > octo, > > > > > > ________________________________ > From: mediacare <mediac...@...> > To: [email protected]; [email protected]; > [email protected]; Female-Radio <[email protected]> > Sent: Mon, July 5, 2010 9:58:54 PM > Subject: [bango-mania] Berburu Makanan "Kampung" di Festival Jajanan Bango > > > Berburu Makanan "Kampung" di Festival Jajanan Bango > > > BANAR FIL ARDHI > Setiap penjaja makanan harus mampu menyediakan bahan baku yang spesial. > Artikel Terkait: > * Isi Piring dengan Menu Warisan, Kirim ke FJB > * Festival Jajanan Bango Hadirkan Resep Warisan Ibu > * Festival Jajanan Bango Lestarikan Kuliner Leluhur > * Jangan Lewatkan Festival Jajanan Bango Besok > * Ratusan Penjaja Makanan Akan Meriahkan Festival Jajanan Bango > * GramediaShop : Bleach 11 > * GramediaShop : Aku Bebas Dari Jerat Narkoba > Sabtu, 3/7/2010 | 18:43 WIB > KOMPAS.com - Sudah jadi pemandangan umum bila mal-mal di Jakarta dan > sekitarnya > pada hari Sabtu dan Minggu selalu dipenuhi warga yang ingin bersantai. Tidak > adakah cara lain untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, selain ke > mal? > Lain dari biasanya, Sabtu (3/7/2010) ini warga Jakarta punya banyak pilihan > untuk jalan-jalan. Coba tengok di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, > Jakarta > Pusat. Setidaknya ada tujuh event yang diselenggarakan bersamaan di kawasan > ini. Di antaranya Pesta Buku Jakarta (2-11 Juli 2010), Bobo Fair (30 Juni - > 4 > Juli 2010), Indonesia International Circus Festival (2-11 Juli 2010), > JakCloth, > Clothing & Distro Exhibition (2-4 Juli 2010), dan Festival Jajanan Bango > (3-4 > Juli 2010). > Festival Jajanan Bango (FJB), yang memasuki tahun ke-6 penyelenggaraannya, > tampaknya masih menyedot perhatian pengunjung. Maklum saja, penyelenggaraan > kali > ini boleh dibilang istimewa, dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan > mengambil tema "Pilihan Ibu Nusantara", Bango memberi kesempatan pada kaum > ibu > di seluruh Nusantara untuk mengusulkan jajanan favorit keluarga. > Caranya, bila ibu membeli produk kecap Bango di hypermart, akan disediakan > piring untuk ditulisi menu andalan keluarga di rumah. Setiap ibu boleh > menyuarakan lebih dari satu jenis makanan tradisional, yang berasal dari tiga > > kota (Jakarta, Bandung, dan Surabaya). Pilihan para ibu ini lalu diberi > ranking > oleh Bango, yang kemudian akan menghadirkan pilihan menu di tiga kota > pelaksanaan FJB. > Bertempat di Plasa Selatan Gelora Bung Karno, FJB menghadirkan tak kurang 100 > > penjaja makanan lokal. Hadir pula Duta Bango, legenda kuliner yang > merepresentasikan makanan tradisional. Yang terpilih sebagai Duta Bango kali > ini > antara lain Lontong Balap Pak Gendut Surabaya, Bubur Ayam Mang H. Oyo Tea > Bandung, Mie Sate Mamang Ayep Medan, Timlo Sastro Solo, dan Pedesan Entog > Bang > Combat Indramayu. > Cuaca yang mendung sejak pagi, dan sesekali dihiasi rintik-rintik hujan, > rupanya tidak menyurutkan pengunjung. Bahkan semakin sore semakin melimpah. > Perlu sedikit effort untuk menikmati makanan yang diinginkan. Pengunjung > harus > memesan makanan di stan, sambil mengantre untuk menunggu pesanan siap. > Maklumlah, tidak ada layanan "pesan-antar" dari stan. Pengunjung harus > membawa > sendiri makanannya ke meja di area makan. > Namun karena ini momen untuk bersantai dan berwisata kuliner, tak ada > persyaratan yang dirasa memberatkan. Pengunjung juga rela menunggu cukup lama > > hingga pesanan datang. Pengelola stan Iga Sapi Penyet Warung Leko, misalnya, > berulangkali memberitahukan kepada pengunjung, "Kalau iga bakar agak lama, > Bu, > apalagi semua lagi pesan iga bakar. Mau ditunggu?" > Pengunjung pun mengangguk, lalu dengan sabar menunggu. Bila tak ingin > menunggu > lama, pengunjung bisa mengganti pesanannya dengan iga penyet yang relatif > lebih > cepat menyiapkannya. Soalnya, air liur sudah tak tertahankan menyaksikan > tukang > masaknya mengulek sambal yang legit dan pedas di cobek. > Antrean yang tak kalah menggila terjadi di stan Tahu Super Pong Lym. > Bayangkan, > untuk menikmati tahu pong saja pengunjung harus menunggu satu jam! "Wah, > enggak > jadi deh," seru Wardah dan temannya, Lilis. Padahal, keduanya ngiler melihat > tahu yang menggembung saat digoreng, dan disajikan dengan kremesan yang > gurih. > Stan yang cukup membuat curious pengunjung antara lain Sate Tulang & Soto > Banjar Eldorado. Apa benar yang dibikin sate adalah tulang? "Iya, ini tulang > bagian punggung ayam. Tapi sekarang sudah habis, Non," ujar petugas yang > mengipasi sate. Padahal saat itu baru sekitar pukul 13.30. > Tentu saja, tulang yang disajikan masih menyimpan daging. Justru kenikmatan > menyantap sate tulang ini adalah saat lidah Anda berjuang untuk memisahkan > daging dari tulangnya di dalam mulut. > Anda belum sempat mengunjungi festival ini? Minggu (4/7/2010), FJB masih akan > > berlangsung dari pukul 10.00-18.00. Sampai ketemu! > DIN > > Editor: din > > http://female. kompas.com/ read/xml/ 2010/07/03/ 18433116/ berburu.makanan. > kampung.di. festival. jajanan.bango > > > Facebook: Radityo Djadjoeri > YM: radityo_dj > Twitter: @mediacare > 4sq: http://foursquare. com/user/ mediacare >
