Iya gpp wak...waktu kecil aku juga di panggilnya si tukang 
bakso...hahahahaa....tapi ada satu yg rada ganjel neh wak..kok ya ceritanya 
sampe ke kuping jeng El ya..waduh bisa ramai nih dunia persilatan...hahahaha..

Jeng El' tadinya aku niat mo nungguin dirimu tapi karena kebanyakan jajan 
walhasil mata nguantuk banget jd aku pulang duluan...tapi tenang jeng aku dah 
sempet beli kaos FJB kok..nanti kapan2 ketemuan bareng2 kita semua pada pakai 
kaosnya ya biar di kira anak kembar hehehehe...






________________________________
From: mediacare <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, July 6, 2010 6:06:28 AM
Subject: Re: [bango-mania] Berburu Makanan "Kampung" di Festival Jajanan Bango

  
 
Halo Octo,
 
Maaf, maaf, kemarin saya cerita soal ini ke  temen-temen yang nongkrong di 
tenda 
Bangomania, termasuk El Myrha. Langsung dia  ngetawa ngakak.
 
Soalnya pas saya belum nongol di tenda  Bangomania,  pengusaha bakso Malang Cak 
Uban mampir dan menulis di buku  tamu, ninggalin kartu nama juga. 

 
Makanya pas Octo masuk tenda, aku pikir Cak  Uban...hahahahhahah a
 
Terima kasih ya sudah beli kaos  Bangomania
 
 
salam,
 
 
Radityo
 
Facebook: Radityo Djadjoeri
YM:  radityo_dj
Twitter: @mediacare
4sq: http://foursquare. com/user/ mediacare
 
----- Original Message ----- 
>From: octo    ferdi 
>To: bango-mania@ yahoogroups. com ; appetitejourney@ yahoogroups. com ; 
>femina-friends@ yahoogroups. com ; Female-Radio 
>
>Sent: Sunday, July 04, 2010 8:32 PM
>Subject: Re: [bango-mania] Berburu    Makanan "Kampung" di Festival Jajanan 
>Bango
>
>  
>Alhamdulillah. .hari    minggu siang sempet mampir ke FJB..parkiran blm 
>terlalu 
>padet banget..sempet    nyobain beberapa jajanan langka di sana..
>
>Waktu mampir ke tenda    Bangomania sempet di sangka 'si abang tukang bakso' 
>oleh wak    Radit...hahaha. ..
>
>
>octo,
>
>
>
>
>
>
________________________________
 From: mediacare <mediac...@cbn. net.id>
>To: bango-mania@ yahoogroups. com; appetitejourney@ yahoogroups. com; 
>femina-friends@ yahoogroups. com;    Female-Radio <FeMale-Radio@ yahoogroups. 
>com>
>Sent: Mon, July 5, 2010 9:58:54    PM
>Subject: [bango-mania]    Berburu Makanan "Kampung" di Festival Jajanan    
Bango
>
>  
>Berburu Makanan "Kampung" di Festival    Jajanan Bango
> 
>  
>BANAR FIL ARDHI
>Setiap penjaja    makanan harus mampu menyediakan bahan baku yang spesial.
>Artikel Terkait: 
>       * Isi Piring dengan Menu Warisan, Kirim ke FJB 
>       * Festival Jajanan Bango Hadirkan Resep Warisan      Ibu 
>       * Festival Jajanan Bango Lestarikan Kuliner      Leluhur 
>       * Jangan Lewatkan Festival Jajanan Bango Besok 
>       * Ratusan Penjaja Makanan Akan Meriahkan Festival      Jajanan Bango 
>       * GramediaShop : Bleach 11 
>       * GramediaShop : Aku Bebas Dari Jerat Narkoba 
>Sabtu, 3/7/2010 | 18:43 WIB
>KOMPAS.com - Sudah jadi pemandangan umum bila mal-mal di    Jakarta dan 
>sekitarnya pada hari Sabtu dan Minggu selalu dipenuhi warga yang    ingin 
>bersantai. Tidak adakah cara lain untuk menghabiskan akhir pekan bersama    
>keluarga, selain ke mal?
>Lain dari biasanya, Sabtu (3/7/2010) ini warga Jakarta punya banyak pilihan    
>untuk jalan-jalan. Coba tengok di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta 
>   
>Pusat. Setidaknya ada tujuh event yang diselenggarakan bersamaan di    kawasan 
>ini. Di antaranya Pesta Buku Jakarta (2-11 Juli 2010), Bobo Fair (30    Juni - 
>4 
>Juli 2010), Indonesia International Circus Festival (2-11 Juli 2010),    
>JakCloth, Clothing & Distro Exhibition (2-4 Juli 2010), dan Festival    
>Jajanan 
>Bango (3-4 Juli 2010).
>Festival Jajanan Bango (FJB), yang memasuki tahun ke-6 penyelenggaraannya,    
>tampaknya masih menyedot perhatian pengunjung. Maklum saja, penyelenggaraan    
>kali ini boleh dibilang istimewa, dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.    
>Dengan mengambil tema "Pilihan Ibu Nusantara", Bango memberi kesempatan pada   
> 
>kaum ibu di seluruh Nusantara untuk mengusulkan jajanan favorit keluarga.
>Caranya, bila ibu membeli produk kecap Bango di hypermart, akan disediakan    
>piring untuk ditulisi menu andalan keluarga di rumah. Setiap ibu boleh    
>menyuarakan lebih dari satu jenis makanan tradisional, yang berasal dari tiga  
>  
>kota (Jakarta, Bandung, dan Surabaya). Pilihan para ibu ini lalu diberi    
>ranking oleh Bango, yang kemudian akan menghadirkan pilihan menu di tiga kota  
>  
>pelaksanaan FJB.
>Bertempat di Plasa Selatan Gelora Bung Karno, FJB menghadirkan tak kurang    
>100 
>penjaja makanan lokal. Hadir pula Duta Bango, legenda kuliner yang    
>merepresentasikan makanan tradisional. Yang terpilih sebagai Duta Bango kali   
> 
>ini antara lain Lontong Balap Pak Gendut Surabaya, Bubur Ayam Mang H. Oyo Tea  
>  
>Bandung, Mie Sate Mamang Ayep Medan, Timlo Sastro Solo, dan Pedesan Entog Bang 
>   
>Combat Indramayu.
>Cuaca yang mendung sejak pagi, dan sesekali dihiasi rintik-rintik hujan,    
>rupanya tidak menyurutkan pengunjung. Bahkan semakin sore semakin melimpah.    
>Perlu sedikit effort untuk menikmati makanan yang diinginkan.    Pengunjung 
>harus memesan makanan di stan, sambil mengantre untuk menunggu    pesanan 
>siap. 
>Maklumlah, tidak ada layanan "pesan-antar" dari stan. Pengunjung    harus 
>membawa sendiri makanannya ke meja di area makan.
>Namun karena ini momen untuk bersantai dan berwisata kuliner, tak ada    
>persyaratan yang dirasa memberatkan. Pengunjung juga rela menunggu cukup lama  
>  
>hingga pesanan datang. Pengelola stan Iga Sapi Penyet Warung Leko, misalnya,   
> 
>berulangkali memberitahukan kepada pengunjung, "Kalau iga bakar agak lama, Bu, 
>   
>apalagi semua lagi pesan iga bakar. Mau ditunggu?"
>Pengunjung pun mengangguk, lalu dengan sabar menunggu. Bila tak ingin    
>menunggu lama, pengunjung bisa mengganti pesanannya dengan iga penyet yang    
>relatif lebih cepat menyiapkannya. Soalnya, air liur sudah tak tertahankan    
>menyaksikan tukang masaknya mengulek sambal yang legit dan pedas di cobek.
>Antrean yang tak kalah menggila terjadi di stan Tahu Super Pong Lym.    
>Bayangkan, untuk menikmati tahu pong saja pengunjung harus menunggu satu jam!  
>  
>"Wah, enggak jadi deh," seru Wardah dan temannya, Lilis. Padahal, keduanya    
>ngiler melihat tahu yang menggembung saat digoreng, dan disajikan dengan    
>kremesan yang gurih.
>Stan yang cukup membuat curious pengunjung antara lain Sate Tulang    & Soto 
>Banjar Eldorado. Apa benar yang dibikin sate adalah tulang? "Iya,    ini 
>tulang 
>bagian punggung ayam. Tapi sekarang sudah habis, Non," ujar petugas    yang 
>mengipasi sate. Padahal saat itu baru sekitar pukul 13.30.
>Tentu saja, tulang yang disajikan masih menyimpan daging. Justru kenikmatan    
>menyantap sate tulang ini adalah saat lidah Anda berjuang untuk memisahkan    
>daging dari tulangnya di dalam mulut.
>Anda belum sempat mengunjungi festival ini? Minggu (4/7/2010), FJB masih    
>akan 
>berlangsung dari pukul 10.00-18.00. Sampai    ketemu!
>DIN
>
>Editor: din 
> 
>http://female. kompas.com/ read/xml/ 2010/07/03/    18433116/ berburu.makanan. 
>kampung.di. festival. jajanan.bango
> 
> 
>Facebook: Radityo Djadjoeri
>YM:    radityo_dj
>Twitter: @mediacare
>4sq: http://foursquare. com/user/ mediacare
>  
>
 


      

Kirim email ke