Jeng el, masmiskun itu dimana ya? He he he ... Minta alamat yang luengkap mantap dong.. He he
Thank youuuu.... " God admires us not for what we do but for how much love we put into what we do" -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Tue, 3 Aug 2010 06:57:24 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [bango-mania] Nasi Wader Sawah, Apa Lagi? Coba ke masmiskun aja jeung..dia suka ada ikan wader yg kecil2 itu...kalo enggak baby mujair nila juga enak goreng kering... "El" Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Putri Wirista <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 30 Jul 2010 17:07:49 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [bango-mania] Nasi Wader Sawah, Apa Lagi? Hello Rekan Bangomania, Tergoda dengan salah satu artikel di kompas hari ini, kira2 di jakarta ada ngga ya? info2 dong kalau ada yang tau :) terakhir saya makan di surabaya 3 tahun lalu he he he... Salam, Putri ------------------------------------------------------------------------ Nasi Wader Sawah, Apa Lagi? Kompas, Jumat, 30 Juli 2010 | 10:40 WIB KOMPAS/BUDI SUWARNA Penyajian hidangan sambal belut di warung makan sambal belut Pak Sabar. *TERKAIT:* *YOGYAKARTA, KOMPAS.com -* Nasi ikan wader sawah di Desa Mantup, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sampai sekarang tetap diminati, meskipun disajikan sekadarnya di pinggir sawah. Menurut penjualnya, Paistri, di Yogyakarta, Jumat (30/7/2010) sejak 2005 dirinya bersama suami berjualan nasi wader sawah, dan sampai sekarang pelanggannya terus bertambah. "Ikan wader yang kami goreng, dan tersaji secara sederhana bersama nasi, sampai sekarang tetap banyak penggemarnya," katanya. Ia mengatakan, pada awalnya dirinya hanya menjual ikan wader goreng yang dibungkus plastik di pasar. Kemudian suaminya berinisiatif menjualnya di pinggir sawah dengan membuka tenda. Menurut dia, memasak nasi wader tidak sulit, tetapi untuk mendapatkan ikan wader yang merupakan ikan sungai, cukup sulit, karena harus memesan terlebih dahulu, dan kalau pun ada jumlah ikannya terbatas. Ikan wader dibeli seharga Rp 18.000 per kilogram."Kami hanya menjual nasi ikan wader, tidak ada menu lainnya," katanya. Paistri mengatakan kelengkapan nasi ikan wader adalah lalapan serta sambal bawang atau sambal belut. "Dalam penyajiannya, nasi masih hangat dan ikan wader digoreng hingga garing," katanya. Sedangkan lalapannya, menurut dia berupa mentimun, kubis, dan daun kemangi. "Satu porsi nasi ikan wader kami jual Rp 8.000, sambal belut Rp 5.000, dan sambal bawang hanya Rp 2.000," katanya. Belut untuk membuat sambal, dibeli Paistri seharga Rp 25.000 per kilogram. Menurut dia, pendapatan dari menjual nasi wader per hari rata-rata Rp 1.000.000. "Tetapi kalau sedang sepi pembeli, kurang dari itu," katanya. Salah seorang pelanggan nasi wader sawah, Galih mengatakan dirinya sudah lama menjadi pelanggan setia di tempat ini sejak awal dibuka pada 2005. "Menu nasi wader ini dapat menggugah selera makan, karena rasa sambalnya khas, dan pedasnya pas," katanya. Menurut dia, ikan wader yang digoreng garing, dan nasi yang masih hangat, menggoda selera makan sepuas-puasnya. "Harganya relatif murah, dan terjangkau semua kalangan konsumen," katanya.
