untung nomer hiji: TEU HESE MICEUN RUNTAH!!!! 

Keuntungan Megapolitan
Busway Diperpanjang ke Tangerang, Monorel ke Bekasi

Jakarta, Kompas - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota DKI,
Kamis (9/2), mengemukakan, konsep megapolitan sebenarnya mampu
menguntungkan daerah penyangga lainnya, terutama dalam hal pembangunan
infrastruktur. Ia mencontohkan, sarana transportasi massal yang
dirancang DKI dapat dilanjutkan ke wilayah penyangga lainnya, seperti
jalur bus transjakarta (busway) hingga Tangerang, monorel hingga
Bekasi, dan kereta api bawah tanah (subway) hingga Depok.

"Konsep megapolitan juga memberikan peluang kerja makin terbuka lebar
ke daerah-daerah penyangga," kata Gubernur Sutiyoso.

Penataan ruang yang sinergis dalam konsep megapolitan, lanjut
Sutiyoso, juga disinggung dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah. Sutiyoso menjamin terbentuknya
megapolitan akan menguntungkan semua pihak di daerah-daerah penyangga.

Pendapatan asli daerah masing-masing wilayah juga tetap dikelola oleh
masing-masing pemerintah daerah yang bersangkutan.

Pansus ke Kemayoran

Sementara itu, anggota DPR yang tergabung dalam Panitia Khusus
(Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara RI kemarin
mengunjungi Kota Baru Bandar Kemayoran. Dalam kunjungan itu, mereka
menemukan kejanggalan pengelolaan kawasan Kemayoran oleh Badan
Pelaksana Pengendalian Pembangunan Kompleks Kemayoran.

"Kompleks Kemayoran bekas bandar udara sekitar 420 hektar sebagian
beralih ke pihak lain meskipun berstatus hak guna usaha (HGU) atau hak
guna bangunan (HGB). Ini kejanggalan yang ditunjukkan Badan Pelaksana
Pengendalian Pembangunan Kompleks Kemayoran karena suatu saat dengan
status HGU dan HGB itu dapat berubah menjadi hak milik pihak lain.
Padahal, tanah negara ini tidak dapat dialihkan," kata Ketua Pansus
Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Effendi MS Simbolon.

Kunjungan ke Kemayoran itu dimaksudkan untuk meminta masukan karena
Gubernur Sutiyoso menuntut pengelolaan Kemayoran hendaknya beralih ke DKI.

Saat kunjungan kemarin, Ketua Direksi Pelaksana Pengendalian
Pembangunan Kompleks Kemayoran Semeru Soekarno tidak menemui Pansus
DPR itu dengan alasan sedang dipang- gil oleh Menteri Sekretaris Negara.

"Jika tidak ditemuinya Pansus DPR itu karena tidak siap adanya
inspeksi mendadak, Pansus akan memasalahkan hal ini pada saat
pemanggilan Menteri Sekretaris Negara nanti," kata Simbolon.

Selain ke Kemayoran, Pansus kemarin juga mengunjungi Perusahaan Daerah
Air Minum (PDAM) DKI untuk mempertanyakan kemungkinan pengelolaan dan
penyediaan air minum yang terintegrasi di kawasan megapolitan
Jabodetabekjur (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan
Cianjur). Menurut Direktur Utama PDAM DKI Didiet Haryadi, sangat
dimungkinkan pengelolaan dan penyediaan air minum terintegrasi. (PIN/NAW)








http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke