Kasihan Perempuan

Sungguh kasihan perempuan Indonesia. Kerusakan moral yang terjadi di
tengah masyarakat seakan ditimpakan semua kesalahannya kepada kaum
perempuan.

Lihatlah Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2005 yang diberlakukan di Kota
Tangerang. Setiap orang yang gerak-geriknya mencurigakan, sehingga
diindikasikan sebagai pelacur, dilarang berada di jalan-jalan umum.

Para pembuat peraturan sepertinya tak pernah mempunyai ibu atau anak
perempuan. Bayangkan ketika ibu kita atau anak kita suatu saat, karena
sesuatu hal atau pekerjaan, pulang agak larut. Lalu sejenak ia ingin
beristirahat untuk menarik napas atau melepas dahaganya. Tiba-tiba
dengan penilaian oleh "polisi moral" kota itu yang sangat subyektif,
yang menganggap ibu kita atau anak kita berperilaku seperti pelacur,
maka mereka bisa ditangkap dan dijatuhi hukuman.

Rasanya tidak berlebihan apabila pemerintah pusat diminta segera
bertindak untuk mengoreksi berbagai peraturan atau rencana peraturan
yang sudah di luar batas kewajaran. Kita sependapat bahwa ada
persoalan moral yang harus diperbaiki dari bangsa ini. Namun,
perbaikan itu tidak bisa dilakukan hanya dengan menerapkan peraturan
yang tidak masuk akal.

Kerusakan moral itu tidak bisa ditumpahkan hanya kepada perempuan.
Maraknya pelacuran disebabkan oleh juga perilaku kaum laki-laki. Tidak
jarang pejabat yang meminta bawahannya untuk menyervis mereka.

Marilah kita berkaca pada diri kita masing-masing. Apakah kita memang
orang yang paling bermoral dan paling suci? Kalaupun kita merasa suci,
apakah kita bisa dengan mudah menuduh orang tidak suci? Bukankah hanya
orang yang berpengalaman dengan dunia itu yang mampu membedakan
pelacur dan bukan pelacur hanya dari gerak-geriknya?

Rasanya masih banyak pekerjaan besar lain yang harus dilakukan bangsa
ini. Perbaikan kehidupan masyarakat merupakan tugas yang jauh lebih
penting. Kemiskinan yang mengimpit bangsa inilah yang sebenarnya
menjadi penyebab utama dari kerusakan moral bangsa. Demi keluar dari
kemiskinan, orang mau "menjual diri" dengan segala bentuk tindakannya.

Karena itu tugas utama yang harus kita lakukan adalah mengurangi
kemiskinan. Hal itu tidak bisa lain kecuali dengan memberikan
pekerjaan yang layak, yang memungkinkan setiap keluarga membangun masa
depan.

Dengan perbaikan kehidupan keluarga, pendidikan pun akan ditingkatkan.
Dari pendidikan itulah kita bisa memperbaiki moral bangsa ini.

Untuk bisa mencapai semua itu, semua pihak tidak bisa lain kecuali
memikirkan bagaimana kondisi perekonomian bisa membaik. Bagaimana
iklim usaha diperbaiki sehingga orang berani berinvestasi dan mengajak
banyak orang bersama-sama membangun perusahaan dan membangun kehidupan
keluarga mereka.

Marilah kita akhiri ketidakadilan kepada kaum perempuan. Ibu Negara
Hajah Ani Yudhoyono tentunya bisa berdiri paling depan untuk
menghentikan semua ketidakadilan dan menjadikan perempuan sebagai
biang dari semua persoalan bangsa ini.







http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke