Kolaborasi Budaya Sunda - Tionghoa 

PADA tahun Babi Api ini, Jawa Barat harus lebih gemuk dan kaya.
Karena, dengan kekayaan dan kesejahteraan, provinsi ini akan lebih
bermartabat.
ATRAKSI akrobatik pada tarian tradisional anak-anak Tionghoa mendapat
sambutan meriah hadirin dalam acara perayaan Cap Go Meh di Sabuga Jln.
Tamansari Bandung, Minggu (4/3).*HARRY SURJANA/"PR"

Demikian dikatakan Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Cina (RRC) H.
Sudrajat dalam sambutan Perayaan Imlek Nasional "Indonesia Bersatu" di
Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Minggu (4/3).

Acara puncak dari perayaan Cap Go Meh yang merupakan rangkaian
perayaan Tahun Baru Imlek 2558 itu dihadiri pula Duta Besar RRC untuk
Indonesia Lan Li Jun, Gubernur Jawa Barat H. Danny Setiawan, Pangdam
III/Siliwangi Mayjen TNI George Toisutta, dan Kapolda Jabar Irjen Pol.
Sunarko Danu Ardanto.

Sudrajat mengatakan, dengan perayaan Imlek Nasional ini diharapkan
kerja sama Indonesia-RRC juga akan semakin erat.

Seperti diketahui, Indonesia dan RRC telah sepakat untuk bekerja sama
di tiga bidang, yaitu politik, hukum dan keamanan, investasi dan
perdagangan, serta kerja sama budaya dan pariwisata.

Untuk mempererat kerja sama itu, kata Sudrajat, dirinya telah mengajak
investor dari RRC untuk menanam modal di Indonesia terutama di Jabar.
"Saya sudah membawa investor dari RRC untuk menanam modal, membikin
listrik di Indramayu," katanya.

Hal senada juga dikatakan Dubes RRC untuk Indonesia Lan Lin Jun.
Menurut Jun, perayaan Imlek yang dilakukan secara nasional di
Indonesia, akan semakin mempererat hubungan kedua negara. "Tadi saya
lihat ada tari kolaborasi Tionghoa-Sunda. Saya melihatnya hal itu
bukan hanya sebatas kolaborasi seni, tapi juga simbol dari semakin
eratnya hubungan Cina dan Indonesia. Saya berharap Indonesia dan Cina
bisa semakin mengembangkan kerja sama yang strategis," katanya.

**

Gubernur Jabar Danny Setiawan mengatakan, Imlek sudah menjadi bagian
perayaan hari besar nasional di Indonesia. Kebudayaan Tionghoa
Indonesia juga sudah menjadi bagian integral dari budaya nasional
Indonesia. "Negara kita terdiri atas berbagai etnis dan budaya yang
datang dari latar belakang yang beragam pula. Dengan keragaman ini
tentunya dibutuhkan toleransi atas keragaman budaya. Walau Imlek
awalnya hanya dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa, kini
perayaannya sudah menjadi milik bangsa ini dan dirayakan oleh semua
orang," kata Danny.

Lebih lanjut dia mengatakan, tradisi Tionghoa sudah diterima di Jawa
Barat, sebagai bagian dari kekayaan budaya di wilayah ini.

Masyarakat Tionghoa yang kuat di bidang finansial dan ekonomi, sudah
seharusnya mengolaborasikannya dengan falsafah hidup Sunda--silih
asah, silih asih, silih asuh--sehingga bisa menciptakan kesejahteraan
bersama. Yang pada akhirnya, visi Jawa Barat untuk menjadi provinsi
termaju di Indonesia pada 2010 akan tercapai.

"Dalam perspektif modern, bagi saya, perbedaan etnis itu bukan
masalah. Yang penting adalah potensi diri. Masyarakat Tionghoa yang
memiliki keunggulan di bidang finansial dan ekonomi akan
mengolaborasikannya dengan falsafah hidup orang Sunda," kata Danny.

Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Barat, Iwan Dermawan Hanafi, yang juga
hadir di acara itu mengatakan, perayaan Imlek Nasional itu bisa
dijadikan momen untuk meningkatkan kerja sama dengan prinsip
kebersamaan, kesetaraan, dan saling percaya.

"Diharapkan dengan tumbuhnya rasa saling pengertian dan saling
percaya, dapat menghapus rasa saling curiga dan sikap lainnya yang
kontraproduktif terhadap upaya penguatan persatuan bangsa di Jawa
Barat," katanya.

Dalam perayaan itu, juga digelar berbagai pertunjukan budaya Sunda,
Tionghoa, dan kolaborasi seni Sunda-Tionghoa.

Sejak penyambutan tamu kehormatan, upacara penyambutan dilakukan
dengan kolaborasi Sunda-Tionghoa. Dimulai dengan upacara adat Sunda,
lalu dilanjutkan dengan pertunjukan Barongsai, tari Merak dan tari
Kupu-kupu.

Pertunjukan kolaborasi dua budaya juga ditunjukkan melalui tari Bunga
Nusantara, garapan Tan De Seng bersama kelompok seninya "Pasundan Asih."

Yang membuat perayaan semakin menarik adalah hadirnya para penari yang
dibawa Dubes RI untuk RRC, langsung dari RRC. Tari-tarian dari RRC itu
mempertunjukkan kelenturan tubuh dan gerakan-gerakan akrobat.(Zaky
Yamani/"PR")***

Kirim email ke