AS keluar, 'Irak akan kacau'
Tentara Amerika di Irak
Sebagian kalangan di Partai Demokrat ingin agar pasukan AS ditarik
sekarang
Wakil presiden Irak memperingatkan bahwa penarikan pasukan Amerika
Serikat dengan cepat akan memperburuk keadaan keamanan di Irak.
Tareq al-Hashemi menyatakan hal ini setelah Dewan Perwakilan Amerika
Serikat meloloskan rancangan undang-undang yang menentukan batas waktu
bagi penarikan seluruh pasukan Amerika Serikat dari Irak pada 31
Agustus 2008.
Hashemi mengatakan mengganti pasukan Amerika dengan tentara Irak yang
kurang terlatih dan yang kesetiaannya dipertanyakan akan menimbulkan
kevakuman keamanan.
Presiden AS George W Bush berjanji akan memveto RUU yang diajukan oleh
Partai Demokrat tersebut.
"Saya yakin bahwa demi kepentingan bersama negara saya, kami
membutuhkan pasukan koalisi untuk tetap di Irak," kata Hashemi saat
dalam lawatan ke Jepang.
"Kami menanti jadwal bagi penarikan bersyarat," katanya, dengan
menambahkan bahwa hal itu juga penting bagi Irak, Amerika Serikat dan
Inggris.
Presiden khawatir
Ketika berbicara setelah pemungutan suara di Dewan Perwakilan AS,
Presiden Bush menggambarkan RUU sebagai "pelepasan tanggungjawab".
RUU itu diloloskan dengan 218 suara setuju dan 212 suara menentang di
Dewan Perwakilan yang dikendalikan oleh Partai Demokrat.
Saya yakin bahwa demi kepentingan bersama negara saya, kami
membutuhkan pasukan koalisi untuk tetap di Irak
Tareq al-Hashemi, wapres Irak
Para wartawan menagtakan ini adalah tantangan terbesar bagi kebijakan
perang Bush.
Namun meski perdebatan berpusat pada masalah Irak, para politisi
Partai Republik menyoroti subsidi sebesar jutaan dollar yang terkait
dengan RUU itu, yang dikatakan sebagai upaya untuk meraih dukungan
dari kalangan Demokrat yang ragu dengan rencana itu.
Presidem Bush dengan wajah khawatir mengatakan pemungutan suara itu
adalah upaya untuk "memaksa saya mengakui batasan yang dihadapi para
panglima kami, suatu jadwal penarikan yang dibuat-buat dan program
belanja mereka."
"Ini tidak akan terjadi," katanya.
Senat diperkirakan akan mengambil putusan pekan depan tentang
rancangan undang-undang yang mirip dengan RUU Dewan Perwakilan itu.
Untuk meloloskan RUU versi Senat, Partai Demokrat membutuhkan dukungan
sekitar 12 senator Partai Republik.
Kemenangan kubu Demokrat di Dewan Perwakilan adalah kemenangan bagi
pemimpin partai, Nancy Pelosi.
Dia mengatakan Kongres "memilih untuk tidak memberi cek kosong bagi
komitmen perang yang tanpa batasan" dan "mendukung penghentian perang
dan pengerahan pasukan kami".
RUU itu utamanya diloloskan untuk menyetujui dana bagi pasukan AS di
Irak dan Afghanistan sebesar $125 miliar.
Sebagian politisi Demokrat menentang RUU itu karena mereka ingin
perang dihentikan segera.
Beberapa anggota dewan menentangnya karena tugas para panglima militer
akan menjadi lebih sulit.
Sebagian besar anggota dari Partai Republik menolak rancangan
undang-undang itu, yang mereka katakan sama dengan mengakui kegagalan
di Irak.
RUU Dewan Perwakilan menyatakan penarikan pasukan di mulai pada bulan
Juli 2007 jika tidak ada bukti bahwa terdapat kemajuan dalam
menertibkan Irak.