Laporan Wartawan Kompas Agustinus Handoko SUKABUMI, KOMPAS- Sebanyak 400 tenaga kerja wanita asal Indonesia yang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh para majikannya di Arab Saudi, kini masih tertahan dipenampungan yang mirip penjara di Riyadh. Beberapa tenaga kerja wanita itu ada dalam kondisi sangat memprihatinkan karena dalam keadaan gila, depresi karena diperkosa, atau cacat akibat penyiksaan.
Hal tersebut dituturkan oleh salah seorang tenaga kerja wanita asal kabupaten Sukabumi, Ratna binti MARZUKI (40) yang sempat menghuni tempat penampungan (TA SAUL) DI Riyadh tersebut selama satu bulan sebelum pulang ke Sukabumi. Ratna yang ditemui di rumahnya, Kampung Pasapen, desa/Kecamatan Bantar Gadung, Selasa (15/5) mengatakan, dia sempat menjadi penghuni tempat penampungan itu karena kabur dari rumah majikannya, Sulaeman di kota bernama Al Ghasim Muaidah, Arab Saudi. Staf Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri TW Soeseno mengatakan, saat ini memang masih sangat banyak TKW yang tertahan di Riyadh. Mereka sedang menunggu proses penyelesaian sengketa dengan majikan. Mengenai kondisi para TKW tersebut, Soeseno tidak bisa menjelaskan satu per satu karena memang banyak laporan mengenai terjadinya penganiayaan oleh majikan.
