Senin, 07 Januari 2008

Amerika Serikat
Bush Bisa Dimakzulkan

Washington, Minggu - Mantan kandidat Presiden Amerika Serikat, George
McGovern, Minggu (6/1), menyerukan agar Presiden George W Bush dan
Wakil Presiden Dick Cheney dimakzulkan.

Alasan pemakzulan itu, menurut McGovern, jauh lebih kuat dibandingkan
alasan pemakzulan terhadap mantan Presiden Richard Nixon yang terlibat
skandal Watergate pada tahun 1974. McGovern, mantan anggota Kongres
dan senator, adalah kandidat presiden dari Partai Demokrat pada pemilu
tahun 1972 yang dikalahkan Nixon.

Dalam tulisannya di The Washington Post, Minggu, McGovern mengatakan,
setelah pemilu 1972, dia menyatakan sikap yang jelas dalam seruan
pemakzulan Nixon karena bisa saja seruannya dianggap sebagai tindakan
balas dendam pribadi.

"Namun, hari ini saya membuat pilihan berbeda. Alasan pemakzulan Bush
dan Cheney jauh lebih kuat daripada pemakzulan atas Nixon dan Wakil
Presiden Spiro Agnew seusai pemilu 1972," kata McGovern. Nixon dipaksa
turun dari jabatannya setelah terlibat dalam skandal Watergate.

McGovern menekankan, Bush dan Cheney bersalah dalam berbagai hal yang
memungkinkan mereka dimakzulkan. Dia menggambarkan situasi negara jauh
lebih aman dan produktif di bawah pemerintahan Nixon daripada Bush.

"Mereka (Bush dan Cheney) berulang kali melanggar konstitusi. Mereka
membawa kemunduran pada hukum nasional dan internasional," kata McGovern.

"Mereka berbohong kepada rakyat Amerika dari waktu ke waktu. Sikap dan
kebijakan luar negeri mereka yang kejam telah menjerumuskan negara
kita tercinta dalam kerendahan di mata semua orang di seluruh dunia,"
ujarnya.

Sebagai bukti, McGovern menyebutkan beberapa hal, seperti invasi ke
Irak di bawah alasan penghancuran senjata pemusnah massal yang
ternyata tidak ada, penyadapan telepon secara ilegal oleh agen
pemerintah, dan pemindahan tahanan yang diduga teroris untuk
interogasi di negara lain tanpa menghormati hukum habeas corpus.

Menurut Wikipedia, "habeas corpus" adalah langkah hukum yang
memungkinkan seseorang mencari keadilan atas penahanan dirinya atau
orang lain yang tidak didasarkan hukum. (afp/fro) 

Kirim email ke