From: wihan adi <[email protected]>
Subject: Fw: [mediacare] Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika"
To: [email protected], "tia" <[email protected]>
Date: Tuesday, December 23, 2008, 7:25 AM
Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika"
20 Desember 2008 17:33:07
Analisis menarik tentang fenomena PKS dikemukakan pengamat politik
internasional KH Hasyim Wahid (Gus Iim). Gus Im menyatakan, Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), salah satu partai politik berbasis Islam yang mulai berkembang
luas di Indonesia hanyalah mainan baru Amerika Serikat.
Dikatakannya, keadaan dunia berubah pasca perang dingin. Dunia menjadi kawasan
pasar bebas sehingga dikehendakilah masyarakat yang pro pasar. Sementara
kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap terlalu nasionalis untuk
bisa menyesuaikan diri dengan pasar bebas. Maka dimunculkanlah Islam baru yang
namanya PKS, yang lebih sesuai dengan pasar global, katanya..
Gus Iim berbicara dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk NU dalam Konstalasi
Politik Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Keluarga
Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII di aula gedung PBNU
Jakarta, Kamis (18/12).
Menurut adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, sebagai organisasi
yang berjenjang global, PKS terpolarisasi dalam beberapa kelompok. Di dalamnya
memang retak-retak. Yang satu berkiblat ke Departemen Luar Negeri Amerika, satu
lagi terkait dengan DI/TII tapi semuanya Amerika juga, katanya.
Tidak Ada Reformasi
Menurut Gus Iim, reformasi Indonesia sebenarnya tidak ada. Yang ada hanyalah
peristiwa penjatuhan Soeharto oleh Amerika Serikat. Menurutnya, pasca perang
dingin Amerika sudah tidak perlu lagi centeng di beberapa negara, termasuk
Soeharto.
"Gelombang demokratisasi itu sebenarnya tidak ada. yang ada adalah cerita bahwa
Amerika sedang sibuk membawa pembaharuan pengelolaan ekonomi di negara kaya
minyak dan mineral, katanya.
Bersamaan dengan itu kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap sudah
tidak dibutuhkan.
Dikatakannya, sebelumnya memang dimunculkan dikotomi Islam tradisionalis dan
Islam modernis. Islam yang tradisionalis dalam hal ini diwakili oleh Nahdlatul
Ulama (NU) disingkirkan. Kelompok yang identik dengan kaum sarungan ini
dianggap tidak layak turut serta dalam pembangunan ekonomi sehingga dianggap
tidak berhak mendapatkan akses.
Namun, lanjut Gus Iim, meski tak mendapat akses langsung, kelompok
tradisionalis bergerak dan berkembang terus. Anak-anak dari kelompok sarungan
ini belajar berbagai macam disiplin ilmu, selain ilmu keagamaan, sehingga bisa
beraktifitas di mana-mana. (Alf/Diolah dari NUOnline)
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/