PKS mainan amerika ? deuh.... analisa timana ieu ? DI/TII ehm....
On 1/7/09, Setya Dharma PKB S.Pelawi <[email protected]> wrote: > > > > > From: wihan adi <[email protected]> > Subject: Fw: [mediacare] Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika" > To: [email protected], "tia" <[email protected]> > Date: Tuesday, December 23, 2008, 7:25 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika" > > 20 Desember 2008 17:33:07 > > Analisis menarik tentang fenomena PKS dikemukakan pengamat politik > internasional KH Hasyim Wahid (Gus Iim). Gus Im menyatakan, Partai Keadilan > Sejahtera (PKS), salah satu partai politik berbasis Islam yang mulai > berkembang luas di Indonesia hanyalah mainan baru Amerika Serikat. > Dikatakannya, keadaan dunia berubah pasca perang dingin. Dunia menjadi > kawasan pasar bebas sehingga dikehendakilah masyarakat yang pro pasar. > Sementara kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap terlalu > nasionalis untuk bisa menyesuaikan diri dengan pasar bebas. "Maka > dimunculkanlah Islam baru yang namanya PKS, yang lebih sesuai dengan pasar > global," katanya.. > > > Gus Iim berbicara dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk NU dalam > Konstalasi Politik Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan > Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII di aula > gedung PBNU Jakarta, Kamis (18/12). > > Menurut adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, sebagai organisasi > yang berjenjang global, PKS terpolarisasi dalam beberapa kelompok. "Di > dalamnya memang retak-retak. Yang satu berkiblat ke Departemen Luar Negeri > Amerika, satu lagi terkait dengan DI/TII tapi semuanya Amerika juga," > katanya. > > > Tidak Ada Reformasi > > > Menurut Gus Iim, reformasi Indonesia sebenarnya tidak ada. Yang ada hanyalah > peristiwa penjatuhan Soeharto oleh Amerika Serikat. Menurutnya, pasca perang > dingin Amerika sudah tidak perlu lagi "centeng" di beberapa negara, termasuk > Soeharto. > > > "Gelombang demokratisasi itu sebenarnya tidak ada. yang ada adalah cerita > bahwa Amerika sedang sibuk membawa pembaharuan pengelolaan ekonomi di negara > kaya minyak dan mineral," katanya. > > Bersamaan dengan itu kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap > sudah tidak dibutuhkan. > > > Dikatakannya, sebelumnya memang dimunculkan dikotomi Islam tradisionalis dan > Islam modernis. Islam yang tradisionalis dalam hal ini diwakili oleh > Nahdlatul Ulama (NU) disingkirkan. Kelompok yang identik dengan kaum > sarungan ini dianggap tidak layak turut serta dalam pembangunan ekonomi > sehingga dianggap tidak berhak mendapatkan akses. > > > Namun, lanjut Gus Iim, meski tak mendapat akses langsung, kelompok > tradisionalis bergerak dan berkembang terus. Anak-anak dari kelompok > sarungan ini belajar berbagai macam disiplin ilmu, selain ilmu keagamaan, > sehingga bisa beraktifitas di mana-mana. (Alf/Diolah dari NUOnline) > > > New Email addresses available on Yahoo! > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. > Hurry before someone else does! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ > http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda > > > [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links > > > >
