kang punten ieu sumber na timana...?

 
Muhammad hidayattuloh
085720391047http://20es.multiply.com

--- Pada Rab, 7/1/09, Setya Dharma PKB S.Pelawi <[email protected]> 
menulis:

Dari: Setya Dharma PKB S.Pelawi <[email protected]>
Topik: [Baraya_Sunda] Fw: [mediacare] Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika"
Kepada: "sunde" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 7 Januari, 2009, 6:57 AM

  



From: wihan adi <[email protected]>
Subject: Fw: [mediacare] Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika"
To: [email protected], "tia"
<[email protected]>
Date: Tuesday, December 23, 2008, 7:25 AM


















  
Gus Im: "PKS Mainan Baru Amerika"

20 Desember 2008 17:33:07
 
Analisis menarik tentang fenomena PKS dikemukakan pengamat politik
internasional KH Hasyim Wahid (Gus Iim). Gus Im menyatakan, Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), salah satu partai politik berbasis Islam yang mulai berkembang
luas di Indonesia hanyalah mainan baru Amerika Serikat.
 Dikatakannya, keadaan dunia berubah pasca perang dingin. Dunia menjadi
kawasan pasar bebas sehingga dikehendakilah masyarakat yang pro pasar. Sementara
kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap terlalu nasionalis untuk bisa
menyesuaikan diri dengan pasar bebas. ”Maka dimunculkanlah Islam baru yang
namanya PKS, yang lebih sesuai dengan pasar global,” katanya..


Gus Iim berbicara dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk NU dalam Konstalasi
Politik Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII di aula gedung PBNU Jakarta,
Kamis (18/12).

Menurut adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, sebagai organisasi
yang berjenjang global, PKS terpolarisasi dalam beberapa kelompok. “Di
dalamnya memang retak-retak. Yang satu berkiblat ke Departemen Luar Negeri
Amerika, satu lagi terkait dengan DI/TII tapi semuanya Amerika juga,” katanya.


Tidak Ada Reformasi


Menurut Gus Iim, reformasi Indonesia sebenarnya tidak ada. Yang ada hanyalah
peristiwa penjatuhan Soeharto oleh Amerika Serikat. Menurutnya, pasca perang
dingin Amerika sudah tidak perlu lagi “centeng” di beberapa negara, termasuk
Soeharto.


"Gelombang demokratisasi itu sebenarnya tidak ada. yang ada adalah cerita
bahwa Amerika sedang sibuk membawa pembaharuan pengelolaan ekonomi di negara
kaya minyak dan mineral,” katanya.

Bersamaan dengan itu kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap sudah
tidak dibutuhkan.


Dikatakannya, sebelumnya memang dimunculkan dikotomi Islam tradisionalis dan
Islam modernis. Islam yang tradisionalis dalam hal ini diwakili oleh Nahdlatul
Ulama (NU) disingkirkan. Kelompok yang identik dengan kaum sarungan ini dianggap
tidak layak turut serta dalam pembangunan ekonomi sehingga dianggap tidak berhak
mendapatkan akses.


Namun, lanjut Gus Iim, meski tak mendapat akses langsung, kelompok
tradisionalis bergerak dan berkembang terus. Anak-anak dari kelompok sarungan
ini belajar berbagai macam disiplin ilmu, selain ilmu keagamaan, sehingga bisa
beraktifitas di mana-mana. (Alf/Diolah dari NUOnline)


New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! 
 
















      


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda


[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links






      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke