muun maaf pak kabul....
komen-nya besok2 yak...?
tak baca bareng bini dulu, dirumah!



2008/5/8 agung kunto <[EMAIL PROTECTED]>:

Buat Para ISTIERS....di bekakak....heheheh

ISTI (Ikatan Suami Takut Istri)

Dikisahkan disuatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang adil dan
negeri yang makmur. Namun ada sesuatu yang aneh dikerajaan itu, Sang raja
memdapatkan informasi bahwa seluruh lelaki yang telah beristri alias
berstatus suami semuanya pada takut pada istri masing-masing, sehingga
merajalela peranan dan kedominanan para istri terhadap suami2 dikerajaan
itu. Dikerajaan itu didirikan organisani ISTI (ikatan suami takut istri)
oleh para suami sebagai wadah ngumpul dan saling curhat antar sesama mereka.


Saking parahnya kedominan an para istri sehingga membuat para lelaki harus
rela menjalani peran seperti yang diminta oleh istri2 mereka. Mulai dari
mengasuh anak, memasak, bahkan seluruh pekerjaan Dosmetik harus dilakukan
oleh para suami atas perintah istri2 mereka. Para suami tersebut tidak mampu
melawan kedominan an istri2 mereka, bahkan sampai nyari kutu dan uban si
istri sambil ngerumpi beramai-ramai, para suami harus lakoni kalau diminta
istrinya. Itulah akibat persamaan gender yang kebablasan.

Kondisi ini konon dialami oleh semua lelaki di kerajaan tersebut dan sang
raja sangat ingin mengetahui secara langsung dan pasti apakah informasi yang
diterima tentang kondisi ketakutan suami terhadap istri benar adanya.

Maka sang raja memerintahkan untuk mengumpulkan seluruh lelaki di kerajaan
itu di alun-alun kerajaan yang begitu luas, tanpa ada terkecuali. Bagi
lelaki yang tidak hadir akan diberikan hukuman bahkan sampai hukuman mati.
Diumumkanlah oleh pihak kerajaan ke seluruh pelosok negeri tentang titah
raja tersebut dan seluruh rakyat dipastikan mendengar informasi itu.

Pada waktu yang telah ditentukan berkumpullah semua rakyat seperti yang
diperintahkan, bahkan para istri juga ikut berkumpul di alun-alun untuk
menyaksikan apakan gerangan yang akan terjadi pada suami-suami mereka.

Suasana hening dan Hikmad begitu sang raja berdiri dipodiumnya. Setelah
memberikan salam dan pidato pada rakyatnya, sampailah sang raja pada inti
permasalahannya.

Wahai para suami-suami dikerajaan ku,  apakah benar informasi yang saya
terima bahwa kalian semua takut pada istri-istri kalian tanpa terkecuali?
Tanya sang raja. Para suami tidak ada yang berani menjawab, malah jawaban
yang terdengar adalah " Mereka harus tunduk pada perintah kami wahai sang
raja" jawaban para istri-istri dari pinggir lapangan. Mendengar jawaban itu
sang raja sangat terkejut dan masih belum yakin. Akhirnya sang raja
bertitah, Saya perintahkan kepada kalian semua para suami : bagi yang merasa
takut kepada istrinya agar berpindah tempat ke lapangan yang berada
disebelah kiri saya dan yang tidak takut supaya tetap berada dilapangan
sebelah kanan saya!!

Sesenyap suara gaduh dari langkah para suami terdengar, selang beberapa saat
seluruh suami pindah kelapangan disebelah kiri sang raja, sehingga lapangan
sebelah kanan sang raja kosong melompong tanpa ada tersisa satu orang pun.
Melihat kondisi ini membuat sang raja sangat kecewa sekali dan tertunduk
tanpa sepatah katapun . Kondisi alun-alun saat itu sangat hening dan sunyi
sekali di tambah lagi dengan kekecewaan raja pada rakyatnya.

Tiba-tiba keheningan itu di pecahkan oleh langkah seorang suami yang
melangkah dengan kepala tegak dan gagah perkasa menuju sisi lapangan
disebelah kanan sang raja dan mengambil posisi ditengah lapangan berdiri
dengan gagah berani. Seluruh pasang mata yang hadir tertuju pada sang suami
tidak terkecuali sang raja. Dengan gembiranya sang raja melihat keadaan tadi
dan berucap sambil bertepuk tangan :wahai sang suami, ternyata masih ada
rakyatku yang gagah berani seperti engkau, berarti informasi selama ini
tidak benar bahwa seluruh rakyatku takut pada istri-istri mereka, Rona
kebahagiaan dan gembira terus terpancar di wajah sang raja.

Kemudian sang raja bertanya dengan nada kagum kepada suami tadi, Engkau
begitu gagah berani rakyatku, apa yang membuat mu bisa gagah berani seperti
sekarang ini dan pindah dengan gagahnya ke sisi lapangan sebalah kanan ku??

Si suami menjawab denga lugas, tegas dan singkat " Hamba disuruh istri hamba
tuanku Raja"

TWuwe we wew wewew weweweeweeeeeeeeeng , sang Raja Pingsan seketika dengan
puluhan bintang berputar mengelilingi kepalanya!!! !!!!

Kirim email ke