Wah ini mah ceritanya, mencermin kan elu bgt gung. Hehe. Payah neh pak kabul. 
Bergabunglah dgn ISSC (Ikatan Suami Suami Cement). Hwakakakak.

agung kunto wrote:
>             hmmmm...(sambil lirik yg lainnya).. 
>  ayo...ngaku aja para ISTIers deh....kek bro kris the kill dong...musyawarah 
> dgn istri dirumah 
>  apa benar sang the kill ISTIers sejati ? 
>  kita tunggu besok hasil rundingan dgn istrinya dirumah.... 
>  ----- Original Message ---- From: Krisdenis <[EMAIL PROTECTED] com> To: 
> [EMAIL PROTECTED] .com Cc: Krisdenis <bapaknya_faiz@ yahoo.com. sg> Sent: 
> Thursday, May 8, 2008 4:37:00 PM Subject: Re: [BekaKak] [OOT] ISTI (Ikatan 
> Suami Takut Istri) 
>  muun maaf pak kabul.... komen-nya besok2 yak...? tak baca bareng bini dulu, 
> dirumah! 2008/5/8 agung kunto < agung_kunto@ yahoo.com >: Buat Para 
> ISTIERS....di bekakak....heheheh     ISTI (Ikatan Suami Takut Istri)   
> Dikisahkan disuatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang adil dan 
> negeri yang makmur. Namun ada sesuatu yang aneh dikerajaan itu, Sang raja 
> memdapatkan informasi bahwa seluruh lelaki yang telah beristri alias 
> berstatus suami semuanya pada takut pada istri masing-masing, sehingga 
> merajalela peranan dan kedominanan para istri terhadap suami2 dikerajaan itu. 
> Dikerajaan itu didirikan organisani ISTI (ikatan suami takut istri) oleh para 
> suami sebagai wadah ngumpul dan saling curhat antar sesama mereka. Saking 
> parahnya kedominan an para istri sehingga membuat para
>  lelaki harus rela menjalani peran seperti yang diminta oleh istri2 mereka. 
> Mulai dari mengasuh anak, memasak, bahkan seluruh pekerjaan Dosmetik harus 
> dilakukan oleh para suami atas perintah istri2 mereka. Para suami tersebut 
> tidak mampu melawan kedominan an istri2 mereka, bahkan sampai nyari kutu dan 
> uban si istri sambil ngerumpi beramai-ramai, para suami harus lakoni kalau 
> diminta istrinya. Itulah akibat persamaan gender yang kebablasan. Kondisi ini 
> konon dialami oleh semua lelaki di kerajaan tersebut dan sang raja sangat 
> ingin mengetahui secara langsung dan pasti apakah informasi yang diterima 
> tentang kondisi ketakutan suami terhadap istri benar adanya. Maka sang raja 
> memerintahkan untuk mengumpulkan seluruh lelaki di kerajaan itu di alun-alun 
> kerajaan yang begitu luas, tanpa ada terkecuali. Bagi lelaki yang tidak hadir 
> akan diberikan hukuman bahkan sampai hukuman mati. Diumumkanlah oleh pihak 
> kerajaan ke seluruh pelosok negeri tentang
>  titah raja tersebut dan seluruh rakyat dipastikan mendengar informasi itu. 
> Pada waktu yang telah ditentukan berkumpullah semua rakyat seperti yang 
> diperintahkan, bahkan para istri juga ikut berkumpul di alun-alun untuk 
> menyaksikan apakan gerangan yang akan terjadi pada suami-suami mereka. 
> Suasana hening dan Hikmad begitu sang raja berdiri dipodiumnya. Setelah 
> memberikan salam dan pidato pada rakyatnya, sampailah sang raja pada inti 
> permasalahannya. Wahai para suami-suami dikerajaan ku,  apakah benar 
> informasi yang saya terima bahwa kalian semua takut pada istri-istri kalian 
> tanpa terkecuali? Tanya sang raja. Para suami tidak ada yang berani menjawab, 
> malah jawaban yang terdengar adalah " Mereka harus tunduk pada perintah kami 
> wahai sang raja" jawaban para istri-istri dari pinggir lapangan. Mendengar 
> jawaban itu sang raja sangat terkejut dan masih belum yakin. Akhirnya sang 
> raja bertitah, Saya perintahkan kepada kalian semua
>  para suami : bagi yang merasa takut kepada istrinya agar berpindah tempat ke 
> lapangan yang berada disebelah kiri saya dan yang tidak takut supaya tetap 
> berada dilapangan sebelah kanan saya!! Sesenyap suara gaduh dari langkah para 
> suami terdengar, selang beberapa saat seluruh suami pindah kelapangan 
> disebelah kiri sang raja, sehingga lapangan sebelah kanan sang raja kosong 
> melompong tanpa ada tersisa satu orang pun. Melihat kondisi ini membuat sang 
> raja sangat kecewa sekali dan tertunduk tanpa sepatah katapun . Kondisi 
> alun-alun saat itu sangat hening dan sunyi sekali di tambah lagi dengan 
> kekecewaan raja pada rakyatnya. Tiba-tiba keheningan itu di pecahkan oleh 
> langkah seorang suami yang melangkah dengan kepala tegak dan gagah perkasa 
> menuju sisi lapangan disebelah kanan sang raja dan mengambil posisi ditengah 
> lapangan berdiri dengan gagah berani. Seluruh pasang mata yang hadir tertuju 
> pada sang suami tidak terkecuali sang raja. Dengan
>  gembiranya sang raja melihat keadaan tadi dan berucap sambil bertepuk tangan 
> :wahai sang suami, ternyata masih ada rakyatku yang gagah berani seperti 
> engkau, berarti informasi selama ini tidak benar bahwa seluruh rakyatku takut 
> pada istri-istri mereka, Rona kebahagiaan dan gembira terus terpancar di 
> wajah sang raja. Kemudian sang raja bertanya dengan nada kagum kepada suami 
> tadi, Engkau begitu gagah berani rakyatku, apa yang membuat mu bisa gagah 
> berani seperti sekarang ini dan pindah dengan gagahnya ke sisi lapangan 
> sebalah kanan ku?? Si suami menjawab denga lugas, tegas dan singkat " Hamba 
> disuruh istri hamba tuanku Raja" TWuwe we wew wewew weweweeweeeeeeeeeng , 
> sang Raja Pingsan seketika dengan puluhan bintang berputar mengelilingi 
> kepalanya!!! !!!! 
>       Be a better friend, newshound, and 
> know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now. 
>      



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Kirim email ke