Hehehe...
Di IMX...komplit gak sih?
Dr segi hrga gmn?

Bebex Penjelajah*Sent from my Penjelajah  * (081808807388)

-----Original Message-----
From: "ryolix" <[email protected]>

Date: Mon, 15 Jun 2009 09:30:29 
To: Bekakak<[email protected]>
Subject: Re: [BekaKak] KORBAN MOGE AROGAN


Susah kalo lg ga kebelet

ngetik dari mesin ketik si Berry®


-----Original Message-----
From: "ophet" <[email protected]>

Date: Mon, 15 Jun 2009 09:24:06 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [BekaKak] KORBAN MOGE AROGAN



Tanggung di ludahin...
Berakin aje...

Bebex Penjelajah*Sent from my Penjelajah  * (081808807388)

-----Original Message-----
From: Agast <[email protected]>

Date: Mon, 15 Jun 2009 16:22:48 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [BekaKak] KORBAN MOGE AROGAN


ha..ha...ha.....bisa aja nich ki Sampeyan.

Pada 15 Juni 2009 16:06, ryolix <[email protected]> menulis:

>
>
> Kalo ketemu...
> Mending ludahin duluan
> Kalo mereka balaas meludah, cepat cepat mengelak sambil siapin tembakan
> ludah baru...
> Hehehe
>
> ngetik dari mesin ketik si Berry®
>
> ------------------------------
> *From*: Rama Ramadhan
> *Date*: Mon, 15 Jun 2009 02:08:54 -0700 (PDT)
> *To*: <[email protected]>
> *Subject*: Re: [BekaKak] KORBAN MOGE AROGAN
>
>    untung ja bekakak gada yg seperti itu,bkn begitu pa ketum...????
> hehehe....
>
>
>
>
> SaLaM HaNgaT
> Bebex Lincah 027
> B 6318 KMV
>
> --- On *Mon, 6/15/09, Agast <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Agast <[email protected]>
> Subject: [BekaKak] KORBAN MOGE AROGAN
> To: [email protected]
> Date: Monday, June 15, 2009, 9:01 AM
>
>  Korban Moge Arogan
> Putra Edwin: Saya Melihat Ayah Diludahi dan Dipukul
> *Indra Subagja* - detikNews
>
> *foto: ilustrasi *
> *Jakarta* - Geraldino Krisna Akbar (14), putra dari Darmawan Edwin Sudibyo
> (51), hanya bisa menangis saat teror pengendara motor gede (moge) terjadi.
> Dia dan adik-adiknya, Athaa (7) dan Raditya (4), melihat di depan mata
> mereka perlakuan tidak sopan dari para pengendara moge kepada ayah mereka.
>
> "Ayah diludahi dan dipukul. Kami hanya bisa menangis kesal," kata Akbar
> saat berbincang melalui telepon dengan detikcom, Senin (15/6/2009).
>
> Akbar menuturkan, peristiwa itu bermula saat diberlakukan jalur searah (one
> way) di jalur Puncak mengarah ke Jakarta pada Minggu 24 Mei pukul 16.00 WIB.
> Saat itu kendaraan milik Edwin sudah sampai di dekat Hotel Bima Cakti.
> Sementara rombongan moge dengan dipimpin vorrijder dari kepolisian meminta
> didahulukan. Lalu para pengendara lainnya pun meminggirkan kendaraan mereka
> ke sisi kiri.
>
> "Waktu itu karena ayah pikir sudah habis konvoinya, ayah mengambil ke
> kanan. Tapi ternyata ada pengendara yang ketinggalan dari rombongan," jelas
> siswa SMP kelas 2 ini.
>
> Rombongan yang tercecer meminta mobil Nissan X-Trail yang ditumpangi
> keluarga Edwin menepi kembali ke kiri. "Ayah sudah mau menepi tapi lalu
> lintas padat jadi tidak bisa langsung masuk. Kemudian mereka memukul-mukul
> mobil," jelas Akbar.
>
> Karena panik, Edwin memencet klakson. Tapi para pengendara moge justru
> tidak terima. "Ada 7-10 orang yang menutup jalan mobil, waktu ayah mau
> keluar, pintu mobilnya malah ditahan dan waktu buka kaca mobil ayah malah
> ada yang mukul dan diludahi," imbuhnya.
>
> Insiden yang berlangsung sekitar 10 menit ini kemudian selesai saat seorang
> petugas peolisi datang dan memisahkan keributan ini. "Ayah kemudian lapor ke
> Polsek Cisarua, tapi motor gede itu sudah hilang, pergi," jelas Akbar yang
> merasa trauma dengan kejadian itu.
>
> Kini, meski sudah beberapa waktu berlalu, Akbar masih menyimpan kenangan
> buruk itu. "Kenapa mereka berbuat seperti itu ya?" tanya remaja ini.
>
> *(ndr/nrl)*
>
>
>  
>

Kirim email ke