Percaya...ndak percaya...percaya...ndak percaya...ndak percaya...bingung???


http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/message/22593
adnan <a...@...>a...@... 
 Send Email 

Hitler Mati di Indonesia?
Hitler Mati di Indonesia? 
Kamis, 29 Juli 2010 - 16:34 wib 

Judul Buku: Hitler Mati di Indonesia "Rahasia yang terkuak" 
Penulis: Ir KGPH Soeryo Goeritno, Msc 
Penerbit:Titik Media Publisher 2010 
Halaman: 119 

Kontroversi kematian Hitler memang menarik untuk diulas. Atas dasar itulah 
kira-kira buku ini dicetak untuk khalayak. 

Bab Satu, Pendahuluan: Buku ini ditulis untuk mengungkap misteri kematian 
Hitler yang sebenarnya, itulah isi dari bab pendahuluan. Buku ini memang bukan 
merupakan buku sejarah, tetapi sebuah buku yang mengungkapkan sisi lain dari 
sejarah kelam yang dialami oleh bangsa Eropa, khususnya bangsa Jerman pada masa 
Perang Dunia ke 11 yang penuh dengan kekejaman yang pernah terjadi pada umat 
manusia. 

Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak ada yang 
dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian sang diktator Nazi ini. 
Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler tewas bunuh diri dengan cara 
menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30 April 1945, saat 
Jerman diduduki oleh Uni Soviet. Meski sejumlah ahli sejarah ragu Hitler 
menembak dirinya, dan menduga hal itu hanyalah propaganda Nazi untuk menjadikan 
Hitler sebagai pahlawan. Namun, lubang pada potongan tengkorak itu tampak 
menguatkan argumen tersebut ketika tengkorak itu dipamerkan di Moskow tahun 
2000. Bagaimana dan kapan Hitler meninggal sekarang ini masih diselimuti 
misteri. 

Bab Dua, Misteri Kematian Hitler: Pada bab ini dapat dijumpai penjelasan 
tentang penyebab dan kapan Hitler mati dari beberapa versi. Ada kematian versi 
Jerman, versi Rusia, dan versi para peneliti atau ilmuwan. 

Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak ada yang 
dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian sang diktator Nazi ini. 
Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler bunuh diri dengan cara 
menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30 April 1945, saat 
Jerman diduduki oleh Uni Soviet. Itu menurut versi Jerman, seperti yang 
diceritakan oleh Flegel, salah satu perawat Hitler dan petinggi Nazi lainnya 
saat di dalam bunker. 

Dan menurut versi Rusia, yang dinyatakan oleh seorang pejabat tinggi dinas 
rahasia Rusia, KGB, yang mengklaim, bahwa Adolf Hitler mengakhiri hidupnya 
tidak dengan menembak dirinya sendiri, tetapi dengan meminum racun sianida. 
Seperti yang dinyatakan oleh Letnan Jenderal Vasily Khristoforov, staf arsip 
untuk dinas keamanan FSB Rusia, “Paramedia militer Uni Soviet kala itu telah 
memastikan bahwa Hitler dan Eva Braun tewas setelah minim racun sianida pada 30 
April 1945.” 

Dan versi kematian yang terakhir adalah menurut pendapat umum, dalam hal ini 
diwakili oleh para ilmuwan. Sudah lama sebenarnya para ilmuwan dan ahli sejarah 
menyatakan bahwa potongan tengkorak yang telah diambil dari luar bunker Hitler 
oleh tentara Rusia dan selama ini disimpan intelijen Soviet itu akan menjadi 
bukti yang meyakinkan bahwa menembak dirinya hingga tewas setelah minum pil 
sianida pada 30 April 1945. Akhirnya dilakukan analisis DNA terhadap potongan 
tengkorak itu oleh peneliti Amerika, dan mereka menyatakan, “kami tahu 
tengkorak itu berhubungan dengan seorang perempuan berusia antara 20 dan 40 
tahun,” kata ahli arkelogi Nick Bellantoni dari Universitas Connecticut, AS, 
dikutip dari Dailymail. “Tulang itu kelihatan sangat tipis, tulang tengkorak 
laki-laki cenderung lebih kuat. Dan persambungan di mana lempengan tengkorak 
itu menyatu tampak berhubungan dengan seseorang yang berusia kurang dari 40 
tahun. Hitler pada April 1945 berusia 56
 tahun. 

Dengan adanya hasil tes DNA tersebut, berarti sejarah kematian Hitler menjadi 
sebuah misteri kembali, dan para ahli teori konspirasi harus memikirkan kembali 
kemungkinan-kemungkinan lain tentang kematian Hitler, seperti mungkin saja 
Hitler tidak mati dalam bunker. 

Bab Tiga, Sekilas Tentang Adolf Hitler: Mengenai masa kecil, masa remaja, 
sampai dengan ketika menjadi seorang diktator, dapat dilihat pada bab ini. 
Hitler kecil adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan 
mengenggap perilakunya yang “antisosial” sebagai sebuah kutukan. Ayahnya 
seorang yang keras dalam mendidik anak, sedang ibunya (Klara) sangat baik 
kepadanya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dari ayahnya inilah yang 
memberikan andil besar dalam pembentukan mental dan kejiwaan Hitler saat 
dewasa. 

Ketika hidupnya sulit, Perang Dunia 1 pun pecah. Tanpa ragu-ragu Hitler 
mendaftar menjadi tentara dengan pangkat Kopral, bertugas di medan perang di 
barisan paling depan. Kecewa dengan kekalahan Jerman di Perang Dunia 1, Hitler 
pun masuk menjadi Anggota Partai Buruh yang kemudian menjadi NSDAP (National 
Socialistische Deutsche Arbeiter Partei). 

Tahun 1920, Hitler menjadi Kepala Bagian Propaganda, disinilah terlihat bakat 
Hitler di bidang pidato dan agitasi. Satu tahun kemudian, 1921, akhirnya Hitler 
menjadi ketua partai. Akhirnya pada tahun 1962 Hitler mendapatkan wewenang 
mutlak dari partainya. Dan Hitler adalah seorang orator ulung,”singa podium”, 
ahli pidato yang bisa menghipnotis massa pendengarnya. Hitler adalah politikus 
handal dan berhasil membangun pencitraan yang sukses melalui propaganda. Ia 
berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang sukses melalui 
propaganda. Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang 
ditakuti. Ia juga berhasil membangun opini sebagai fuhrer atau pemimpin yang 
dapat dipercaya rakyatnya, membawa bangsanya ke puncak kejayaan. 

Bab Empat, Bukti-Bukti Hitler di Indonesia: Di dalam bab empat ini, Anda bisa 
jumpai penjelasan mengenai, bagaimana caranya Hitler sampai ke Indonesia, bisa 
menjadi WNI, dan bekerja menjadi seorang dokter di Rumah Sakit Umum Sumbawa 
Besar, dan sampai dengan pertemuan Hitler dengan seorang wanita sunda yang 
akhirnya menjadi istrinya. Juga tentang kesaksian dr Sosro Husodo saat bertemu 
dengan Hitler ketika di Sumbawa Besar. Dan semuanya dilengkapi dengan 
dokumen-dokumen pendukung serta foto-foto yang akurat. 

Hitler yang terkenal sangat bengis di abad ke 20, ternyata bersembunyi di 
Indonesia sejak tahun 1954 sampai dengan tahun 1970, yang kemudian tercium oleh 
Sekutu (AS, Uni Sovyet, Inggris dan Prancis) yang selanjutnya diusut oleh 
Pemerintah Israel yang terus-menerus mengejar para tokoh Nazi. 

Pada tahun 1954 Adolf Hitler masuk ke Indonesia dengan menggunakan nama palsu, 
dr Poch. Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya 
pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi dokter di Rumah 
Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar. Seluruh penduduk pulau Sumbawa Besar. 
Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan dokter ini, yang di panggil “dokter 
Jerman”. 

Salah satu peninggalan Adolf Hitler meninggal pada tanggal 15 Januari 1970 di 
Surabaya, yaitu buku catatan kecil berwarna cokelat ukuran 9x16 cm dengan tebal 
44 cm. Buku ini mempunyai arti yang sangat besar, karena merupakan bukti 
otentik yang menyatakan bahwa “dr Poch” adalah dewa-Nazi Adolf Hitler. 

Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang sedang 
menggembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler. Tidak lama 
setelah dr Poch melamar Sulaesih, beliau memeluk agama Islam pada tahun 1964, 
yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, (tapi sayang Sulaesih lupa 
namanya) dan mengganti namanya menjadi Abdul Kohar. Pada tahun 1965 Hitler pun 
menikahinya. 

Bab Lima, Hitler Mati di Indonesia: Bab ini berisi tentang pengakuan Hitler 
kepada istrinya yang berasal dari Indonesia, Sulaesih, bahwa dia adalah memang 
Hitler yang sebenarnya, Der Fuhrer. Apa saja kegiatan Hitler sebelum dia 
meninggal. Di dalam bab ini juga terdapat pernyataan Stanlin, bahwa yang tewas 
di dalam bunker di Jerman bukanlah Hitler asli. Dan dibagian akhir ini 
menceritakan bagaimana akhirnya sang diktator itu meninggal di Indonesia. 

Selama ini kematian Hitler memang sangat misterius, karena tidak ada saksi yang 
dapat menunjukkan dimana mayat Hitler ataupun mayat Eva Braun. Di Konferensi 
Postdam tahun 1945, Stanlin bahwa mayat Hitler dan Eva Braun tidak ditemukan. 
Stanlin menduga, dewa Nazi ini lolos dan melarikan diri ke Spanyol atau Amerika 
Latin. Dan tak berapa lama ada kabar yang mengatakan Hitler kabur menggunakan 
kapal selam ke sebuah pulau. Tapi tidak ada yang tahu pulau apa dan dimana. 
Dunia internasional sama sekali tidak menyadarinya bahwa seorang pemimpin Nazi 
yangn sangat kejam itu bersembunyi dengan aman di Sumbawa Besar, sampai 
meninggal di Surabaya dan dimakamkan di pemakaman umum muslim di Ngagel. 

Bab Enam, Penutup: Kematian Diktator Jerman, Adolf Hitler yang diyakini tewas 
bunuh diri di sebuah bunker, pada tanggal 30 April 1945 di Berlin, tetap masih 
dipertanyakan dan menjadi misteri. Siapa yang menyaksikan peristiwa di bunker 
saat Hitler bunuh diri? Tidak ada, sumber cerita tersebut hanya dari mulut ke 
mulut. Dan pada saat itu, walaupun tidak ada saksi dan bukti yang jelas, pihak 
sekutu tetap mengumumkan secara resmi bahwa Hitler dan istri, Eva Braun telah 
meninggal. Bukan tidak mungkin Hitler mati di Indonesia. Karena Indonesia 
dianggap tempat yang aman, bagi Hitler. Silahkan siapa pun untuk menemukan 
jawaban yang sesungguhnya. 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke