jawapos.com

Selasa, 26 Juni 2007,
MODAL TRADISI 
Uruguay v Peru
MERIDA - Semua perhatian publik di kawasan Amerika Latin bakal tertuju ke 
Stadion Metropolitano de Merida, Venezuela, Selasa malam waktu setempat atau 
Rabu pagi WIB. Di stadion berkapasitas 42 ribu tempat duduk inilah gong Copa 
America 2007 mulai ditabuh. Bentrok Timnas Uruguay versus Peru menjadi laga 
pembuka turnamen sepak bola internasional yang diklaim tertua (1916) tersebut 
(siaran langsung RCTI pukul 5.05 WIB).
Ada alasan khusus kenapa Uruguay mendapat keistimewaan tampil di laga pembuka 
turnamen ini. Tim yang kini diarsiteki Oscar Tabarez itu memiliki tradisi juara 
yang cukup menyakinkan. Bersama Argentina, Uruguay sudah mengecap manisnya 
gelar sebanyak 14 kali. Bandingkan dengan juara bertahan Brazil yang hanya 
mengoleksi tujuh titel. 
Dengan catatan sejarah yang menyakinkan itu, tak berlebihan kalau Uruguay yang 
kini nangkring di peringkat ke-30 dunia tersebut dikategorikan sebagai favorit 
juara bersama Argentina dan Brazil. Apalagi, tim dengan julukan La Celeste (si 
Biru Langit) itu bakal tampil dengan sederet pemain berbasis di klub-klub besar 
Eropa dan sudah kenyang dengan pengalaman internasional. 
Seperti Alvaro Recoba (Inter Milan), Diego Forlan (Villarreal), Pablo Garcia 
(Celta Vigo), Diego Lugano (Fenerbahce), dan Carlos Diogo (Zaragoza). Potensi 
keperkasaan La Celeste sudah terbukti ketika mereka berhasil memecundangi 
Australia 2-1 di hadapan publiknya sendiri pada laga persahabatan di Sydney, 2 
Juni lalu. Selain mengalahkan Australia, dua laga uji coba yang dilakukan 
Uruguay di 2007 juga berbuah hasil positif. Yaitu, mengalahkan Korea Selatan 
2-0 dan Kolombia (3-1).
"Saya puas dengan permainan anak-anak selama uji coba. Tentu, saya berharap 
mereka bisa tampil lebih baik lagi di Copa America. Sebab, even inilah yang 
menjadi target dari kerja keras kami selama ini," ujar Tabarez.
Uruguay wajib mengoptimalkan laga perdana Grup A ini untuk meraup poin penuh. 
Sebab, seandainya sampai gagal, langkah mereka tentu bakal semakin berat. 
Setelah meladeni Peru, mereka harus menghadapi Bolivia, dan terakhir berhadapan 
dengan tuan rumah Venezuela.
"Laga perdana ini sangat penting untuk menentukan langkah kami berikutnya. 
Karena itu, kami bakal all out memetik kemenangan," ujar Fabian Carini, kiper 
cadangan Inter Milan yang bakal menjadi palang pintu terakhir Uruguay di Copa 
America 2007 ini.
Bagaimana Peru? Meski tidak memiliki tradisi juara sehebat Uruguay, tim besutan 
Julio César Uribe itu tidak boleh dipandang remeh. Buktinya, pada lima 
pertemuan terakhir, Uruguay tak bisa dengan gampangnya mendominasi 
pertandingan. Peru bahkan sempat memecundangi Uruguay 3-1 di hadapan publiknya 
sendiri pada kualifikasi Piala Dunia 2006 (lihat head to head). (roq)
Perkiraan Pemain
Uruguay (4-3-3) : Carini (g); Scotti, Valdez, Godin, Lopez; Pereira, Canobbio, 
Rodriguez; Recoba, Vargas, Forlan
Cadangan : Castillo (g), Lugano, Fucile, Diogo, Perez, Sanchez, Estoyanoff
Pelatih : Oscar Tabárez
Peru (4-4-2) : Flores (g); Acasiete, Rogriguez, Vilchez, Vargas; Marino, 
Bazalar, De la Haza, Herrera; Farfan, Mendoza
Cadangan : Butron (g), Villamarin, Villalta, Garcia, Ismodes, Jimenez, Guerrero
Pelatih : Julio César Uribe
Head to Head
08-06-2005 Peru v Uruguay 0-0 (Kualifikasi Piala Dunia 2006)
02-06-2004 Uruguay v Peru 1-3 (Kualifikasi Piala Dunia 2006)
31-07-2003 Uruguay v Peru 1-0 (Persahabatan)
05-09-2001 Peru v Uruguay 0-2 (Kualifikasi Piala Dunia 2002)
26-07-2000 Uruguay v Peru 0-0 (Kualifikasi Piala Dunia 2002)
BURSA (Versi Asian Handicap)
Uruguay v Peru 0:1/2Venezuela v Bolivia 0:1Brazil v Meksiko 0:1Ekuador v Cile 
1/4:0Argentina v USA 0:1 1/4Paraguay v Kolombia 0:0
Selasa, 26 Juni 2007,
Bukti Sesumbar Presiden
Venezuela v Bolivia
SAN CRISTOBAL - Prestasi sepak bola Venezuela tidak meyakinkan. Selama beberapa 
tahun terakhir ini, tim besutan Richard Paez itu tak pernah memenangi trofi 
apapun. Itu bisa dimaklumi. Sepak bola bukan olahraga favorit di Venezuela. 
Masyarakat di sana lebih menggandrungi baseball.
Tapi, Presiden Venezuela Hugo Chavez berani sesumbar kalau Timnas Venezuela 
bakal menjuarai Copa America 2007. Meski prestasi terbaik mereka hanyalah finis 
di urutan kelima (1967), dan selalu kalah dalam 40 tahun terakhir. 
Tidak itu saja. Chavez berkoar kalau Venezuela bakal melibas dua kekuatan sepak 
bola di kawasan Amerika Selatan, Brazil dan Argentina. Sesumbar itu disampaikan 
langsung kepada petinggi kedua negara, yakni Luiz Inacio Lula Da Silva (Brazil) 
dan Nestor Kirchner (Argentina).
Nah, untuk membuktikan sesumbar Chavez, Venezuela harus mampu mengalahkan 
Bolivia di Stadion Polideportivo de Pueblo Nuevo, San Cristobal Rabu besok 
(siaran langsung RCTI pukul 7.50 WIB). "Kualitas sepak bola kami mulai 
meningkat pesat. Kami juga memiliki pemain dengan kualitas individu serta 
pengalaman internasional yang lebih baik sekarang" ujar Richard Paez, pelatih 
Venezuela, seperti dilansir Foxsports.
Kekuatan Venezuela sekarang memang jauh lebih berkualitas. Sebut saja kapten 
tim Jose Manuel Rey yang bermain untuk Caracas FC. Lalu, ada gelandang Real 
Mallorca Juan Arango dan Edder Perez, serta Edder Perez, striker satu klub 
Portugal, Maritimo de Funchal. (roq)
Perkiraan Pemain
Venezuela (4-4-2) : Javier Toyo (g); Cichero, Manuel Rey, Hernandez, 
Vallenilla; Jimenez, Arango, Guerra, Vitali ; Ramirez, Perez
Cadangan : Vega (g), Chacon, Seijas, Ospina, Gomes, Fedor, Moreno
Pelatih : Richard Paez
Bolivia (4-4-2) : Galarza (g); Miguel Hoyos, Ronald Raldes, Límbert Méndez, 
Lorgio Alvarez ; Leonel Reyes, Gualberto Mojica, Jhasmani Campos, Joselito Vaca 
; Jaime Moreno, Juan Carlos Arce 
Cadangan : Edemeir Rodríguez, Darwin Peña, Sacha Lima, Gonzalo Galindo, Diego 
Cabrera, Nelson Sosa
Pelatih : Erwin Sanchez
 
 
 
Selasa, 26 Juni 2007,
Dunga Meradang, Samba Tegang
RIO DE JANEIRO - Tak sedikit yang mengklaim Copa America adalah kompetisi kelas 
kedua. Tapi, bagi publik Brazil, nama Samba tetap bakal dipertaruhkan. 
Kegagalan di ajang sepak bola internasional tertua di dunia tersebut akan 
semakin memperburuk citra Brazil sebagai pemilik lima trofi Piala Dunia. 
Betapa tidak, di Piala Dunia Jerman Juli 2006, Samba tidak lolos semifinal. 
Itulah yang membuat pelatih Dunga tidak lagi bisa menyembunyikan kepanikannya. 
Apalagi, menjelang terbang ke Venezuela, Brazil dipastikan tampil dengan 
formasi tidak komplet. 
Dunga menyesalkan absennya tiga pilar, Ronaldinho, Kaka, dan Ze Roberto. Mereka 
lebih memilih berlibur ketimbang membela Samba di Copa America. "Saya 
menghormati keputusan mereka. Tapi, apa yang mereka lakukan telah menimbulkan 
ketegangan di dalam tim," kata Dunga kepada majalah O Globo sebagaimana dikutip 
Ticker. 
Menolak timnas, kata Dunga, berarti tidak bersedia mengemban tugas negara. 
"Kita mestinya harus bersedia membela timnas dengan penuh kebanggaan. Bergabung 
dengan timnas adalah mimpi setiap orang Brazil sejak kecil. Bermain di Timnas 
bukan semata pekerjaan. Itu panggilan untuk membela negara. Dalam sepanjang 
karir, sekali pun saya tidak pernah menolak dipanggil untuk memperkuat Brazil," 
sambungnya. 
Meski tanpa kehadiran beberapa pemain inti, Dunga menegaskan pemilik juara Copa 
America tujuh kali itu ( 1919, 1922, 1949, 1989, 1997, 1999, 2004) sudah siap 
untuk meraih hasil terbaik di Copa America. "Tanpa mereka, saya kan tetap 
melakukan pekerjaan saya sesuai rencana," tegasnya. 
Dunga manghargai dedikasi para pemain yang bersedia bermain untuk Brazil di 
Venezuela. Setelah melakoni ketatnya persaingan kompetisi di Eropa, mereka 
berlatihan keras dua pekan terakhir di Brazil. "Mereka inilah pemain yang 
benar-benar profesional. Pemain yang fokus untuk mencapai apa yang diinginkan. 
Mestinya, mereka saat ini berlibur dengan keluarganya, setelah kompetisi usai. 
Tapi, mereka langsung berlatih keras lalu," imbuhnya. (ali)
 
 
Selasa, 26 Juni 2007,
Demi Gengsi, Chavez Guyur Rp 9 Triliun
PEMERINTAH Venezuela tak ingin terkesan setengah-setengah dalam mendukung 
hajatan Copa America 2007. Tak hanya berambisi menjadikan ajang yang meriah, 
negara yang dipimpin presiden berhaluan kiri tersebut juga berkepentingan 
menjadikan ajang ini sebagai medium propaganda politik.
Nah, diuntungkan oleh membanjirnya pemasukan kas negara dari melambungnya harga 
minyak dunia, Presiden Venezuela Hugo Chavez mengguyurkan dana segar sebesar 
USD 1 miliar (sekitar Rp 9 triliun). Dana sebanyak itu dialokasikan untuk 
membangun tiga stadion baru yang cukup megah. Sisanya, dipergunakan untuk 
merenovasi enam stadion lain yang sudah ada.
Tidak itu saja. Berbagai sarana dan fasilitas umum juga dipercantik. Seperti 
merenovasi bandara, jalan raya, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. 
Maklum saja, ini adalah kesempatan pertama bagi Venezuela mendapat kepercayaan 
menjadi tuan rumah ajang sepak bola antarnegara di Amerika Latin tersebut.
Dukungan yang diberikan pemerintah Venezuela itu mencatatkan rekor baru dalam 
sejarah digulirkannya even dua tahunan ini. Sebagai catatan, rekor dukungan 
tertinggi dari pemerintah sebelumnya dipegang oleh Uruguay saat menjadi tuan 
rumah pada tahun 1995 lalu. Saat itu panitia setempat menerima guyuran dana 
segar sebesar USD 24 juta. Disusul kemudian oleh Kolombia (USD 20 juta) pada 
edisi 2001, Peru 2004 (USD 13,2 juta), dan Bolivia 1997 (USD 10 juta). (roq)
 
Selasa, 26 Juni 2007,
PROFIL COPA AMERICA
2. Campeonato Sudamericano de Selecciones adalah nama awal kejuaraan ini. Nama 
Copa America mulai digunakan pada 1975.
3. Pada edisi perdana 1916, tidak ada trofi yang diperbutkan. Namun, Uruguay 
yang menjadi juara tetap diakui sebagai pemenang resmi. Edisi kedua pada 1917 
mulai diperebutkan trofi.
4. Copa America diselenggarakan setiap tahun dalam kurun 1916 sampai 1957. 
Setelah itu diselenggarakan setiap dua tahun, atau tiga tahun ketika bersamaan 
Piala Dunia. Edisi ke-43 akan diselenggarakan 2011, karena ke depan akan 
digelar empat tahun sekali.
5. Pada 1975 sampai 1983 tidak ada tuan rumah, karena menggunakan format 
home-away.
6. Even ini adalah kejuaraan terbesar di kawasan Amerika Selatan seperti halnya 
Euro di Eropa. Penyelenggaranya adalah asosiasi sepak bola Amerika Selatan, 
CONMEBOL.
7. Peserta Copa America 12 tim. Dua tim adalah undangan dari zona CONCACAF atau 
Asia. Kebijakan mendatangkan tim dari zona lain mulai diterapkan pada Copa 
America 1993. Jepang adalah satu-satunya negara Asia yang pernah bermain di 
Copa America pada 1999. 
8. Copa America 2007 akan diselenggarakan di sembilan kota di Venezuela pada 26 
Juni 26 - 15 Juli.
9. Juara Copa America akan mewakili zona CONMEBOL Piala Konfederasi 2009. Kalau 
yang juara tim undangan, maka jatah ke Piala Konfederasi akan digantikan oleh 
tim CONMEBOL di bawahnya. Sejauh ini belum pernah ada tim undangan yang menjadi 
juara.
Selasa, 26 Juni 2007,
Rossi Mulai Waswas
Pedrosa Ancam Hengkang
LONDON - Tahun lalu Valentino Rossi kehilangan gelar juara dunia MotoGP akibat 
membuat banyak kesalahan. Tahun ini, Rossi bisa gagal lagi karena mendapat 
lawan yang benar-benar tangguh, Casey Stoner. Tertinggal 26 poin usai menjalani 
8 lomba, menjadikan juara dunia lima kali itu mulai dihinggapi perasaan cemas.
"Ini benar-benar kondisi yang sulit bagi saya," kata Rossi sebagaimana dilansir 
autosport."Tahun lalu kami berjuang melawan kesialan. Tahun ini kami harus 
menghadapi lawan yang tangguh," lanjutnya.
Ya, musim lalu, Rossi bersama Yamaha sebenarnya cukup perkasa. Sampai seri 
kedelapan Rossi telah mengoleksi tiga kemenangan. Bandingkan dengan Nicky 
Hayden -juara dunia 2006- yang belum sekali pun menjadi juara sampai seri 
kedelapan. Namun, Rossi juga kehilangan banyak poin karena gagal finis dua 
kali, yaitu pada seri keempat di Tiongkok, dan seri kelima di Prancis.
Yang terjadi tahun ini berbeda dengan musim lalu. Rossi tidak banyak melakukan 
kesalahan. Namun, Stoner bersama Ducati lebih sempurna. Stoner bahkan unggul di 
sirkuit yang seharusnya memberi keuntungan bagi Rossi. 
Selisih 26 poin bisa diartikan Stoner leading satu lomba dari Rossi. Namun, 
bukan margin poin itu yang membuat pembalap berjuluk The Doctor itu 
ketar-ketir. "Saya lebih khawatir dengan problem kami sendiri. Agar bisa 
bersaing dengan Casey, saya butuh motor dengan kondisi terbaik. Tapi, selalu 
ada masalah dengan motor, khususnya ban," sambungnya. 
Ban Michelin yang digunakan Yamaha terlihat kalah bersaing dengan Bridgestone 
yang dipakai Ducati. Menurut Rossi, Michelin kurang kompetitif di trek kering, 
lebih-lebih ketika turun hujan. Hasil di GP Turki April lalu seharusnya menjadi 
pelajaran, pada saat itu Rossi bersama Yamaha kalah dari Ducati dan Kawasaki 
sekaligus.
Jadi, sebelum memikirkan taktik menghalangi pesaingnya, Rossi meminta agar 
seluruh elemen timnya memperbaiki berbagai masalah internal. "Kami tak boleh 
lagi membuat kesalahan karena setingan motor dan ban. Hal itu sangat penting. 
Jika tidak, kami harus bersiap tertinggal hingga puluhan detik," tuntutnya.
Jean-Philippe Weber, direktur balap motor Michelin, mengatakan bahwa pemilihan 
ban bagi Yamaha sebenarnya berdasarkan perhitungan cermat. "Seperti Valentino, 
dia telah memilih spesifikasi ban yang tepat dalam GP Inggris. Hanya, kami 
menyadari harus ada perubahan pada kompon ban basah kami," tuturnya.
Jika Rossi masih sebatas mengeluh, Dani Pedrosa lebih jauh lagi. Pembalap 
Spanyol itu mengaku lelah harus berkutat dengan masalah motor sepanjang tahun 
ini. Karenanya, Pedrosa mengancam timnya, Repsol Honda, agar cepat berbenah 
atau dia akan hengkang tahun depan.
Berdasarkan klausul kontraknya, pria 21 tahun itu bisa meninggalkan Honda akhir 
tahun ini. Di saat performa Honda jeblok, Pedrosa masih bisa meraih podium 
empat kali dan berada urutan ketiga overall. Jika ditambah lomba tahun lalu, 
Honda tidak menang dalam sembilan lomba. Itu merupakan prestasi terburuk 
pabrikan terbesar MotoGP tersebut dalam 17 tahun terakhir.
"Jika kondisinya tak lebih baik ke depan, berarti saya tidak dalam kondisi 
harus membuka pintu (tawaran tim lain, Red) meski sebenarnya harapan besar 
masih pada tim ini," papar Pedrosa kepada El Mundo. 
Bagi pembalap berbakat seperti Pedrosa, mencari tim lain tentu tidak akan 
sulit. Mulai dari Ducati, Yamaha, Suzuki, hingga Kawasaki masih menyediakan 
kursi apabila yang mengisinya adalah mantan juara dunia 125 cc (2003) dan 250 
cc (2004 dan 2005) tersebut.(dns)
 
Selasa, 26 Juni 2007,
Laga Panas Pemain Cadangan
Indonesia v Oman 1-1
JAKARTA - Sehari setelah bertanding melawan Oman bukan hari santai bagi Timnas 
Indonesia. Kemarin, mereka tetap berlatih. Khusus untuk para pemain yang 
menjadi cadangan atau tak dimainkan melawan Oman Minggu lalu, Pelatih Ivan 
Venkov Kolev memberikan latihan game di Stadion Soemantri Brodjonegoro, 
Kuningan Jakarta.
Lawan yang dihadapi para pemain cadangan Indonesia pun tak tanggung-tanggung. 
Mereka berhadapan dengan para pemain Oman. Dalam laga kemarin, Oman juga 
menurunkan para pemain cadangannya.
"Saya ingin semua pemain merasakan suasana bertanding. Selain itu sambil 
melihat hasil latihan selama ini," tutur Kolev.
Laga uji coba yang menurut Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Rahim Soekasah 
sebagai laga informal tersebut berakhir imbang 1-1. Di babak pertama, Indonesia 
unggul 1-0 melalui gol yang dicetak Erol FX Iba pada menit ke-32. Oman 
membalasnya melalui eksekusi penalti yang dilakukan oleh Sultan Atougi pada 
menit ke-70.
"Saya tak lihat hasil akhirnya. Tapi saya ingin para pemain menunjukkan mereka 
sama siapnya dengan pemain inti," ujar Kolev.
Laga uji coba informal tersebut berlangsung tak kalah panasnya dengan uji coba 
resmi sehari sebelumnya. Benturan keras kerap mewarnai laga itu. Bahkan, 
beberapa kali terjadi adu mulut antarpemain kedua tim.
"Motivasi mereka sangat tinggi, baik pemain Indonesia maupun Oman. Panasnya 
atmosfer pertandingan bagus untuk membangun semangat bertanding pemain 
Indonesia," tutur Rahim.
Panasnya laga terasa saat pemain Indonesia Syamsul Chaerudin dilanggar dari 
belakang oleh pemain Oman. Syamsul yang kesakitan melabrak pelanggarnya dan 
terlibat adu mulut. Tak hanya sampai di situ. Beberapa menit kemudian giliran 
Syamsul yang melabrak salah satu pemain Oman.
Kolev yang berada di sisi lapangan segera memanggil Syamsul dan mengganjarnya 
dengan hukuman. Ia diperintahkan untuk berlari mengelilingi lapangan dua kali. 
"Benar yang dilakukan Kolev. Jika hal yang sama dilakukan Syamsul atau pemain 
lain dalam pertandingan sesungguhnya, tim akan banyak dirugikan," ujar Rahim 
mengomentari dari sisi lapangan.
Hari ini, para pemain Indonesia hanya menjalani sekali latihan. Mereka segera 
bertolak menuju Palembang untuk mempersiapkan diri menjelang laga melawan 
Liberia, Sabtu (30/6) mendatang. (ady/fim)
Selasa, 26 Juni 2007,
Milik Barca, tapi Tetap Gunner
BARCELONA - Proses kepindahan Thierry Henry ke Barcelona memasuki tahap final. 
Mantan bomber The Gunners Arsenal itu kemarin telah menginjakkan kakinya Nou 
Camp (markas Barcelona). Henry datang untuk menjalani tes medis dan selanjutnya 
(tengah malam tadi WIB), bomber berusia 29 tahun ini resmi membubuhkan 
tandatangan kontrak bersama klub barunya. 
Striker timnas Prancis itu terbang ke Barcelona menggunakan jet pribadi dan 
dijemput langsung oleh Wakil Presiden Klub Ferran Soriano di bandara. Setelah 
itu Henry langsung menuju Nou Camp untuk menemui para reporter dan suporter 
yang sudah lama menantinya. Setelah diperkenalkan pada media dan suporter, 
Henry langsung menjalani tes medis. Henry juga langsung menerima kostum nomor 
punggung 14, kostum yang dulu pernah dikenakan legenda sepakbola Belanda, Johan 
Cruyff.
"Kedatangan saya ke sini sangat penting artinya. Saya bergabung dengan sederet 
pemain terbaik dunia. Ini luar biasa. Saya akan bermain di Nou Camp dan 
membantu tim dengan segenap kemampuan saya," cetus Henry sebagiamana dilansir 
BBC. 
Pemain yang didatangkan dengan transfer senilai 16 juta Pounds (Rp 288 miliar) 
ini menyatakan bahwa salah satu alasan dirinya memilih Barcelona adalah karena 
klub Katalan itu memiliki gaya bermain yang dia sukai. "Gaya bermain Barcelona 
sangat atraktif dan itu sangat menarik minat saya. Saya juga sangat terkesan 
dengan para suporternya yang sangat fanatik," sambungnya.
Perubahan status sebagai pemain Barca, tak menyurutkan loyalitas Henry pada The 
Gunners. Henry yang ikut andil memenangkan dua trofi Premier League dan tiga 
kali jawara Piala FA itu, mengaku masih cinta pada klub yang bermarkas di 
Stadion Emirates tersebut. Henry juga menolak predikat pengkhianat. 
"Saya pernah bilang bahwa saya adalah Gunner (sebutan pemain Arsenal) untuk 
selamanya. Saya tidak bohong, itulah yang sebenarnya. Sekali Gunner maka 
selamanya saya tetap Gunner. Klub ini (Arsenal) akan selalu tertanam di lubuk 
hati. Saya akan sangat merindukan semua yang ada disana," papar top scorer 
sepanjang masa The Gunners ini (226 gol). 
Sementara itu, Wakil Presiden Klub Ferran Soriano mengungkapkan bahwa 
sebetulnya Henry sudah lama memberi sinyal tertarik bergabung dengan Barcelona. 
"Pemain luar biasa ini telah menunjukan ketertarikannya untuk bergabung dalam 
beberapa bulan terakhir. Sebetulnya, deal final baru kami diskusikan pada Jumat 
dan tuntas di akhir pekan. Minggu dia mendarat disini dan Senin semuanya akan 
beres," ungkap Soriano. 
Kedatangan Henry ke Camp disambut suka cita oleh rekan satu timnya di timnas 
Prancis Lilian Thuram. Thuram yakin kedatangan stiker yang turut mengantarkan 
Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998 itu akan menjadi Barcelona sebagai tim 
dengan daya serang paling menakutkan yang ada saat ini. 
"Tidak ada yang meragukan bahwa Henry adalah salah satu striker terbaik dunia. 
Dia tidak menemui masalah disini. Sebab dia sudah terbiasa bermain cantik 
selama bergabung dengan Arsenal," cetus Thuram. 
Mantan striker Juventus ini menegaskan bahwa kombinasi Henry, Eto’o, 
Ronaldinho, dan Lionel Messi di barisan depan bakal membuat tim-tim lawan 
kuwalahan. "Mereka pemain yang cerdas. Barcelona akan menjadi tim yang paling 
ofensif," tegasnya.
Bantah Henry Dibarter Eto’o
Pengurus, suporter dan sebagian punggawa Barca bersuka cita menyambut kehadiran 
Henry. Tapi, ada beberapa pemain yang cemas dengan kedatangan bomber Timnas 
Prancis ini. Salah satunya adalah Samuel Eto’o. Eto’o kini disebut-sebut 
sebagai pemain yang akan dikorbankan, untuk memberi tempat Henry di lini depan. 
Eto’o kabarnya akan dilego ke Arsenal sebagai salah satu klausul pembelian 
Henry. Tapi, rumor ini dimentahkan Soriano. Dia menegaskan bahwa pemain depan 
timnas Kamerun itu akan tetap tinggal di Nou Camp "Dia (Eto’o) tak ingin pergi, 
dan kami ingin dia tetap ada disini,"tandas Soriano
Bahkan, lanjut Soriano, klub sudah membuat proyeksi memasang duet Eto’o dengan 
Henry, yang bakal disuport Ronaldinho dan Lionel Messi di second line. 
"Pokoknya Eto’o tidak akan kemana-mana musim depan," tegasnya.
Kedatangan Henry ternyata juga tidak menyiutkan nyali stiker Eidur Gudjohnsen 
untuk bersaing mendapatkan posisi inti lini depan Barcelona. Pemain depan 
timnas Islandia itu menyatakan dirinya sama sekali tidak punya rencana untuk 
hengkang ke klub lain.
"Memang banyak spekulasi mengenai saya yang berkembang. Tapi sampai saat ini 
saya tidak melakukan pembicaraan dengan siapapun. Saya ingin tetap meneruskan 
karir disini," kata striker yang digosipkan tengan dibidik Manchester United 
ini kepada harian Mundo 
Selasa, 26 Juni 2007,
Modal Menuju Venezuela 
CHICAGO - Tak ada waktu istirahat buat skuad The Sam’s Army. Setelah menikmati 
gelar juara di pentas Piala Emas CONCACAF, Bob Bradley dan pasukannya langsung 
terbang ke Venezuela, untuk memenuhi undangan tampil di pentas Copa America. 
Amerika Serikat (AS) memang tak mengusung target tinggi di turnamen antarnegara 
di kawasan Amerika Selatan ini. Itu sebabnya, Bradley lebih banyak memberikan 
kesempatan pada pemain mudanya untuk menambah jam terbang. Sementara 
pemain-pemain senior seperti Landon Donovan, Tim Howard, DaMarcus Beasley dan 
Carlos Bocanegra tak masuk dalam skuad. Salah satu pemain muda yang bakal 
mendapat porsi menambah jam terbang di Venezuela adalah gelandang Benny 
Feihaber, pahlawan kemenangan AS di laga final kemarin. Pemain Hamburg SV ini 
mencetak gol penentu ke gawang Meksiko, dan itu merupakan gol keduanya sejak 
berkostum Timnas AS. 
"Dengan bekal juara di turnamen ini, secara mental kami sangat siap menuju Copa 
America. Kami berada dalam kondisi terbaik jelang ke Venezuela,"tutur Feilhaber 
seperti dilansir Reuters. "Mungkin kami lelah setelah bermain enam kali dalam 
waktu relatif pendek. Tapi, kami kami akan melakukan apa saja untuk tampil 
bagus,"timpalnya. 
AS akan melakoni laga perdana lawan Argentina di Maraibo Kamis mendatang. 
Feihaber mengaku tak sabar menanti laga ini, karena dia ingin menuntaskan 
dendamnya pada Lionel Messi dkk, yang yang menaklukkannya di Piala Dunia Yunior 
2005 lalu. 
"Kami selalu antusias tampil di Copa America karena sejarahnya. Kami sadar, 
turnamen ini (Copa America) merupakan tantangan besar. Tapi, kami sangat 
tertarik dengan tantangan itu,"sambung Bradley. (bas)
Selasa, 26 Juni 2007,
AS Masih Berkuasa 
2 AS v Meksiko 1 
CHICAGO - Predikat Meksiko sebagai negara yang paling banyak mengoleksi gelar 
di pentas Piala Emas (Gold Cup) CONCACAF akhirnya mampu disamai Amerika Serikat 
(AS). The Sam’s Army(julukan Timnas AS) menahbiskan dirinya sebagai jawara di 
turnamen antarnegara di kawasan Amerika Utara, Tengah dan Karibia itu, dan 
memastikan gelar keempat kalinya setelah di final kemarin pagi menundukkan 
Meksiko dengan skor tipis 2-1 (0-1). 
AS sukses mempertahankan gelar yang diraihnya dua tahun silam, sekaligus 
mempertahankan predikat tak terkalahkan di pentas Piala Emas sejak 2005. Dan 
bagi AS, tak ada yang lebih membuat mereka larut dalam euforia pesta selain 
keberhasilan mematahkan dominasi Meksiko di ajang CONCACAF. Itu sebabnya, 
begitu wasit meniup peluit akhir, para punggawa tim asuhan Bob Bradley itu, 
dengan scraaf dan bendera AS yang melilit di leher,langsung melakukan victory 
lap untuk menyampaikan salam kemenangan pada ribuan suporter yang hadir di 
Soldier Field. Mereka bangga bisa menaklukkan rival klasik di partai yang 
paling krusial. 
"Menakjubkan..menakjubkan,"teriak Landon Donovan seperti dikutip Fox Sports. 
"Kami tak pernah bermain seperti ini, kami tak pernah down meski tertinggal. 
Bob (Bradley) bilang akan terasa berbeda menyambut kemenangan dengan cara 
seperti ini. Saya sendiri merasa bangga, karena kemenangan yang kami raih 
memang tak mudah,"lanjut Donovan yang masih berkalung medali ketika 
meninggalkan kamar ganti. 
"Ya, setiap kompetisi, kami bicara soal peluang menjadi tim terbaik. Kami 
sangat terkesan dengan fakta bahwa kami akhirnya bisa menjadi lebih kuat 
sebagai tim, dan mampu memenangkan turnamen ini,"sambung Bradley. 
Kemenangan AS ditentukan lewat gol Bennye Feilhaber di menit ke-73. Pemain muda 
AS ini 
berhasil menaklukkan kiper Oswaldo Sanchez melalui tendangan voli memanfaatkan 
sepak pojok Landon Donovan.
Sebelumnya, El Tri (julukan timnas) Meksiko sempat membuat jantung puluhan ribu 
pendukung tuan rumah berdegup kencang, ketika di menit ke-44 mereka leading 
lewat tembakan Jose Andres Guardado meneruskan umpan matang Nery Castillo.
AS yang tampil lebih ofensif di babak kedua, akhirnya mampu menyamakan 
kedudukan lewat eksekusi penalti Landon Donovan di menit ke-62. AS mendapat 
hadiah penalti setelah Brian Ching dijatuhkan Jonny Magallon di kotak 
terlarang. Bagi Donovan, itu merupakan koleksi golnya yang ke-34 bersama AS. 
Donovan kini menyamai rekor Eric Wynalda yang sebelumnya tercatat sebagai top 
scorer AS sepanjang masa. 
"Ketika melihat tim kalah dengan cara seperti ini, kami tak sepatutnya 
bersedih. Ini memang menyakitkan, tapi jika melihat penampilan kami secara 
keseluruhan di turnamen ini, semua tahu bahwa kami tampil lebih baik dan 
mestinya lebih berhak menyandang gelar juara,"aku Hugo Sanchez, arsitek 
Meksiko. 
"Dalam sepak bola, kerap kali terjadi tim yang bermain lebih baik gagal menjadi 
juara. Itu yang kami alami saat ini. AS layak menjadi nomor satu di COCACAF. 
Amerika bermain bagus. Tapi kami juga punya banyak peluang. Sayang ,kami gagal 
memanfaatannya," timpal Cuauhtemoc Blanco, striker Meksiko. (ali)
Facts and Figures : 
1. Partai final kemarin merupakan pertemuan AS v Meksiko yang ke-54 kalinya., 
Meksiko telah membukukan 30 kemenangan, dan AS baru 14 kali menang. 
2. AS dan Meksiko telah tiga kali bertemu di final Piala Emas CONCACAF. Dan 
kemenangan kemarin merupakan kemenangan perdana AS atas Meksiko di laga final. 
3. Sejak Januari 1997 AS belum pernah kalah dari Meksiko setiap tampil di depan 
publiknya sendiri. 
4. Gol yang dilesakkan Landon Donovan kemarin adalah golnya yang ke-34 buat tim 
nasional AS. Donovan berhasil menyamai prestasi Eric Wynalda sebagai pencetak 
gol terbanyak buat AS sepanjang sejarah. Gol itu juga menjadi gol ke-12 Donovan 
di ajang Piala Emas. 
5. Sejak ditangani Bob Bradley, AS telah membukukan 10 kemenangan dan baru 
sekali kalah. AS juga belum pernah kalah di pentas Piala Emas sejak babak 
penyisihan 2005 lalu.


      
___________________________________________________________________________________
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
in the all-new Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_html.html


HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke