dicha_4ever <[EMAIL PROTECTED]> wrote: - Hal di atas mungkin bisa dibilang
sangat "kurang ajar" dan
"melecehkan" jika dilihat dari sisi nasionalisme.
- Meski mungkin saja unsur nasionalisnya kurang terlihat, namun apa yang
dilakukan Singapura dan Filipina, terlepas dari unsur uang, ternyata sangat
menjanjikan. Bayangkan timnas mereka saat ini mampu berkembang sangat cepat.
Kuncinya?ya itu tadi, konsep naturalisasi sesuai dengan standar persepakbolaan
mereka.
=============
nggak boleh pake alasan nasionalisme ya?..hehehe...
kita lihat dulu Undang-Undang No 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. Pasal
9 mengatur: orang asing bisa mengajukan jadi WNI jika telah tinggal 5 tahun
berturut-turut di Indonesia. nah kalo diterapkan ke ide naturalisai pemain
asing, umur berapa kira2 seorang pemain asing bisa jadi pemain nasional. kalo
rata2 mereka mulai main di indonesia umur 25, udah umur 30-an donk pas jadi
pemain nasional. gak pas kalo gue bilang, ketuaan.
pasal 20 mengatur jika dianggap berjasa bagi negara bisa saja seorang asing
jadi WNI dengan cepat atas persetujuan Presiden. Nah ini bisa nggak diterapkan
di sepakbola...pemain asing yang main di indonesia bisa bikin jasa apa yang
kira2 bisa dianggap jasa besar??.
jadi singapura dan filipina udah pake naturalisasi ya?? kalo bicara hasil,
apa dengan naturalisasi itu prestasi timnas mereka udah bisa naik ke level
asia? kayaknya belum tuh.
plus kalo mau naturalisasi, berapa orang asing yang mau kita naturalisasi??
taruh ada 3-4 pemain asing mau naturalisasi, berapa lama mereka bisa "tahan "
main di timnas, kaitkan ini dengan umur mereka yang relatif sudah "tua" pada
saat sudah boleh secara hukum jadi WNI. plus, 3-4 pemain naturalisasi itu apa
bisa mengangkat prestasi tim secara keseluruhan...karena tetap saja mayoritas
pemain timnas lainnya bangsa sendiri. perumpamaan kasarnya, Kaka, Ronaldinho
juga gak bakalan bikin timnas kita juara dunia kalo 9 pemain lainnya dengan
kualitas timnas kita sekarang. inget, sepakbola itu permainan tim.
jadi gimana donk....kalo gue pribadi, gak usah pake cara-cara "jalan pintas"
model naturalisasi untuk bikin timnas tangguh. jalan pintas cuma memberi jalan
keluar sesaat. pelan-pelan aja kita bangun timnas, toh ratusan negara sama
dengan indonesia kok punya prestasi sepakbola jeblok...:)
kalo mau model "setengah" naturalisasi, boleh tuh. misalnya, wanita2 kita
nikah aja sebanyak-banyaknya dengan pemain asing...nah menurut UU di atas itu,
anak2 yang lahir otomatis jadi WNI, dan kali2 aja mewariskan darah bola sang
ayah...hehehehe....ini usul rada becanda. plus ada usul lagi, yaitu indonesia
kalo bisa mengakui kewargaan ganda. contoh, anak gue lahir di sini (meksiko),
otomatis dia jadi warga sini. bisa tuh anak gue main bola di timnas meksiko
sampe jago, terus balik ke indonesia langsung main buat Indonesia...ini juga
usul rada becanda dink..:)
yang penting bangun dulu sistem kompetisi yang sehat sesehat-sehatnya, gak
dibantu APBN, dan yang penting juga PSSI harus ditangan orang-orang
"bener"....masa' ini kita gagal ikut liga asia lagi....keledai aja nggak mau
nyemplung ke lobang yang sama, lha ini PSSI bikin salah yang sama
terus-terusan...dasar keledai.
-omar-
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]