mcmokhan wrote: > > Pola pohon cemara Carleto emang sering sukses ya di ajang big Match > atau di UCL. tapi sayang kurang mumpuni menghadapi tim2 medioker di > Lega Calcio. Ketika Kaka' dijaga ketat sama para pemain Arsenal juga > Milan akhirnya ga berkutik. > BTW dulu kan Berlusconi ga suka tuh pola Carleto dgn hanya > menempatkan 1 striker didepan. Dulu pas jamannya Inzaghi dan Sheva > masih bermain bareng kalo ga salah pernah meraih Scudetto tapi > seiring cideranya Inzaghi sehingga Sheva sering didepan sendiri. > > Musim depan masih suka pola pohon cemara ga ya Carletto jika masih > bertahan di San Siro :) > > Salam, > Mokhan >
[rudy] Sebenernya Carletto itu pelatih yang sangat fleksibel. Dia menurunkan pola pohon cemara dengan menempatkan 1 striker di depan juga karena keadaan. Musim kemarin di Liga Champions tidak ada striker yang bisa diandalkan khususnya di UCL, Gila jeblok sedangkan Ronaldo ga bisa main. Untuk musim depan, semua tergantung mercato Milan...kalau Milan mendatangkan striker "bagus" yang bisa diandalkan Carletto, tentu dengan senang hati dia memasang 2 striker di depan ditandemkan dengan Pato. Satu hal dari Carletto yang sangat disukai manajemen Milan adalah dia tidak pernah mengeluh, tidak pernah banyak minta beli pemain. Musim kemarin dengan keterbatasan striker dia tetep cool dan bawa Milan juara UCL. Beri Carletto waktu 5 musim lagi menangani Milan, gw yakin paling tidak 2 trofi Liga Champions bakalan dia kasih lagi buat Milan. Dan untuk trofi yang satu ini Berlusconi harus angkat topi ama dia, karena hanya ada 3 pelatih Milan yang mampu ngasih 2 gelar Champions yaitu Nereo Rocco, Arrigo Sacchi, dan Carletto. Dia masih punya ambisi untuk menjadi pelatih terbaik Milan di Liga Champions. Sebagai catatan, pelatih sekaliber Capello aja cuma bisa ngasih 1. Ciao [/rudy] -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal!
