Sebenarnya juga Rahmad Darmawan dan Benny Dolo adalah pelatih-pelatih yang sangat fleksibel. Ketika mereka hanya punya 1 striker andalan, mereka juga pasti pasang hanya satu striker di depan. Jelas mereka ga akan ngoyo pasang formasi 4-4-2 dengan menempatkan pemain bek jadi striker kalo memang cuma punya 1 striker.
Rudy udah kayak PR-nya Ancelotti. Atau mungkin karena sering sms-an ama Ancelotti? - daniel - > [rudy] > Sebenernya Carletto itu pelatih yang sangat fleksibel. Dia menurunkan > pola pohon cemara dengan menempatkan 1 striker di depan juga karena > keadaan. Musim kemarin di Liga Champions tidak ada striker yang bisa > diandalkan khususnya di UCL, Gila jeblok sedangkan Ronaldo ga bisa main. > Untuk musim depan, semua tergantung mercato Milan...kalau Milan > mendatangkan striker "bagus" yang bisa diandalkan Carletto, tentu dengan > senang hati dia memasang 2 striker di depan ditandemkan dengan Pato. > Satu hal dari Carletto yang sangat disukai manajemen Milan adalah dia > tidak pernah mengeluh, tidak pernah banyak minta beli pemain. Musim > kemarin dengan keterbatasan striker dia tetep cool dan bawa Milan juara > UCL. > Beri Carletto waktu 5 musim lagi menangani Milan, gw yakin paling tidak > 2 trofi Liga Champions bakalan dia kasih lagi buat Milan. Dan untuk > trofi yang satu ini Berlusconi harus angkat topi ama dia, karena hanya > ada 3 pelatih Milan yang mampu ngasih 2 gelar Champions yaitu Nereo > Rocco, Arrigo Sacchi, dan Carletto. Dia masih punya ambisi untuk menjadi > pelatih terbaik Milan di Liga Champions. Sebagai catatan, pelatih > sekaliber Capello aja cuma bisa ngasih 1. > Ciao > [/rudy] > > -- > Cavaliere > AC Milan atau tidak sama sekal! >
