Di Indonesia terutama diJawa - banyak berita² dan cerita² tentyang ke cina²-an 
agama muslim diJawa  - apakah ini bikinan atau lamunan saya tidak mengerti - 
sebab semua tidak dpt dicheck dgn sejarah² dari negara² lain incl. China. 
Penyebaran agama islam didunia dan terutama diAsia tercatat didalam sejarah 
international. Perpecahan Sunni dan Shiya dan juga Ismaelite [Shiya 
dari Gujarat dgn Agha Khan], Ahmadiyah [Pakistan] muslim jelas sekali. 
 
Saya juga kurang mengerti - kenapa Zhu YuanZhang membasmi bangsa arab atau 
mereka yg beragama muslim. General2nya yg utama selain Zhang He  adalah Hu 
DaHai, Lan Yu, Mu Ying yg beragama muslim dari suku Turkic. Jangan lupa Cheng 
He.  Apakah ini termasuk gossip diJawa ataukah ini berdasarkan sejarah asli.  
Didalam sejarah China ini tidak tertulis. Memang Zheng He selain keturunan 
muslim juga menghormati dewa-dewi dari agama Dao sebab sebagai admiral dari 
emperor Ming ini suatu keharusan tetapi dia adalah seorang sangat berpangkat 
dlm pemerintah. Katanya sebelum dia berlayar dia menghormati Matsu - Dewi 
lautan selatan dari Fujian.
 
Setahu saya jaman permulaan Ming mereka yg beragama muslim tidak diganggu sama 
sekali dan mereka malah dipergunakan utk perkembangan perdagangan. [Route 
selatan kedaerah Quangchou utk perdagangan rempah2, teh etc dan route utara utk 
silk kulit binatnag etc.   Sewaktu permulaan jaman Ming selain mereka yg 
beragama Muslim juga banyak yg beragama Yahudi - Kaifeng dan yg beragama 
Kristen aliran Nestorian atau mungkin juga dari apostle Thomas. 
 
 Ibunya Kublai Khan adalah Nestorian Kristen  Suku Kaifeng sekarang oleh 
pemerintah Israel diakui sebagai yahudi dan diberikan hak utk mendapat paspor 
Israel.  Untuk yg belum tahu PM Olmert yg sekarang leluhurnya asal Harbin China 
[ex-Russian yahudi.]
 
Di Pulau Hainan sampai sekarang ada suku Utsuls - asal Champa yg beragama 
muslim dan di banyak province diselatan China banyak ket. Turkic yg disebut Hui 
[HuiHui]. Dungan kalau mereka asal suku Tajik. Mereka yg terachir ini memang 
dicoba utk dibasmi oleh  Zhu YuanZhang tetapi ini dilakukan dgn bantuan elite 
suku Hui dgn jemdral2  dari suku Hui. Rebellionnya terjadi di bagian barat 
utara negara.  Suku Dungan masih ada diPRC sekarang tetapi kabanyakan mereka 
sudah kabur ke Tajikistan. Muslim ket. Hui banyak juga di Kwangtung province 
tetapi mereka tidak terlalu beda tradisinya dgn suku² Quangdong sendiri yg juga 
puluhan macem. Saya tidak pernah ketemukan berita genocide didaerah ini sewaktu 
jaman Ming. Saya kira ZhengHe memilih anak buahnya dari suku ini{?}.
 
Aliran Muslim, Nestorian Kristen dan Yahudi memang oleh pemerintah Ming disuruh 
semi paksa utk membaur dgn suku Han dan karena itu tradisi mereka adalah 
berdasarkan filsafat Dao dan Kungtze tetapi agama adalah Huichiao - muslim. Yg 
kristen jadi muslim, yg yahudi sebagian tetap dan jadi suku Kaifeng.  
 
Mereka yg beragama Muslim memang tidak terlalu cocok dgn pemerintah Qing - 
mereka sewaktu KangSi  membantu Wu SangKuei. Sewaktu Wu Sangkuei jatuh mereka 
digenocide oleh pasukan Qing,  Mereka yg tidak mati yg kabur kepedalaman =  
pegunungan Yunan dan kabur ke Burma, dimana dibagian utaranya banyak suku² ket. 
central Asia dan yg tetap selalu menentang Qing. Mereka juga turut terus 
melawan pemerintah dari Beijing antaranya turut dlm Taiping war  Sampai dgn 
jaman Republic of China mereka tetap melawan central pemerintah diNanjing   
Warlords jaman ROC dari suku ini yg terkenal adalah dari keluarga Ma.. Jaman 
PRC mereka baru diterima kembali dan dihormati sebagai suku China - Hui.  
Mereka membantu PRA melawan pasukan ROC    Jaman sekarang suku Hui diPRC 
terkenal sebagai penduduk yg teratur hidupnya - peaceful dan patuh pemerintah. 
Politic divide and conquer dari jaman Qing sudah hilang dan jikalau kalian ke 
China selain agama tidak berbeda dgn
 suku Han.
 
Nama keluarga mereka banyak seh Ma [Masoud], Mo [Mohammed], Mu [Mustafa], Hu 
Hussein], Ha [Hasan] Sai [Said] Hui, He dsb. ----- Silahkan membandingkan nama² 
keluarga ini dgn nama² bikinan dari lamunan Wali Songo asal China di 
Indonesia. Diantara suku Hui tidak ada yg bernama keluarga  Bong, Gan dsb. 
Satu²nya darah China yg dpt dilihat disejarah Jawa adalah putri cina dari 
Cirebon yg kawin dgn Sunan Gunungjati. 
 
Memang kalau lihat dari muka menurut saya suku Hui lebih cantik/handsome dari 
suku Han atau Mongol. Hidung mancung, mata tidak sipit dan kulit fair. Mereka 
tidak fanatiek seperti Ben Laden dan saya disini diUS ketemu banyak chinese 
muslim dari SinChiang [Uighur]dan dari Xi-an yg mendapat pendidikan graduate 
atau post graduate  Ketahu-annya mereka ngomong mandarin meskipun tampang 
seperti suku caucasian dgn mata biru. Juga saya ketemukan banyak suku Han [?] 
tampang seperti Eurasian dari perbatasan Russia yg bicara bah. Russian 
/mandarin - ini hanya utk memberikan illustrasi bahwa pengetahuan saya selain 
dari buku² atau tulisan² juga dari face to face.
 
Jadi setelah kalian baca tulisan saya silahkan kalian pelajari sejarah dari 
negara² tetangga. negara² islam dan terutama China dimana penulisan sejarah rel 
komplit.
 
Andreas
 
 
 
 

--- On Tue, 1/13/09, Hendri Irawan <[email protected]> wrote:

From: Hendri Irawan <[email protected]>
Subject: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD ))
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 13, 2009, 5:51 PM






Kalau yang dimaksud adalah Arab pedagang maritim, maka mungkin lebih
tepat kalau pusat kegiatan mereka adalah di pelabuhan Quanzhou,
Fujian. Pelabuhan Quanzhou dari masa Tang sampai akhir Yuan adalah
pusat perdagangan jalur sutera matirim.

Sampai kemudian masa Ming Taizu, Zhu Yuanzhang, komunitas Arab
Quanzhou dan sekitarnya dibasmi karena beberapa sebab:
- pandangan pribadi Zhu Yuanzhang sebagai mantan gelandangan yang
antipati kepada kaum berpunya dan pedagang
- sentimen kelas di masa Yuan, di mana orang Arab termasuk kelas kedua
tertinggi setelah orang Mongol, sedangkan orang Han selatan adalah
golongan paling rendah di masa kekuasaan Yuan

Jaman Hongwu perdagangan maritim praktis berhenti karena kasus
Quanzhou ini. Ini juga merupakan salah satu faktor pencetus pelayaran
laksamana Zheng He untuk menjalin kembali hubungan dengan negara lain
terutama ke pedagang maritim Arab.

Hormat saya,

Yongde

--- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "ardian_c" <ardia...@.. .> wrote:
>
> ya gak oot kale ya , misalnya Zheng He itu katanya aliran Hanafi lho.
> 
> nah Hanafi itu kayak gimana ? mbuh gak jelas , yg jelas kalu ada issue
> or rumor bilang Zheng He nyebarin Islam di Indonesia kok bukan mahzab
> Hanafi yg berkembang malah Wahabi.
> But sekali lage , Wahabi kayak gimana ya ? mbuh owe gak jelas jg.
> 
> BTW, kalu bener seperti kata prof.Slamet Muljana yg dikutip dari
> Tuanku Rao, nah ini menarik. Soalnya issue or rumor masuknya agama
> Islam itu dibilang ada pengaruh dari Tiongkok jg. 
> 
> Bisa jadi seh, soalnya doeloe di Guangzhou itu banyak org2 Arab yg
> tinggal disana. En mereka rata2 ya pedagang antar lautan luas ya kalu
> pake bahasa jaman sekarang itu pengusaha multinasional lar.
> 
> Nah kalu nama org Arab di Tiongkok ya gak mungkin bunyinya Muhamad,
> paling bunyinya Mu Ha Ma De getu lho. Bisa2 disangka org Han kale. Or
> Aisya bisa2 bunyinya Ai Xia dstnya.
> 
> 
> 

 











Kirim email ke