Sdr. Andreas, Tulisan anda yang sekarang saya setuju, dulu saya hanya meluruskan bahwa beda antara suku Hui dan suku Uygur, jadi jangan dikacaukan, sekarang anda sudah mengkoreksi itu. Suku suku lain banyak, sebab sekarang saja sudah diakui ada 56 suku termasuk Han. Belum ada yang masih diteliti, merupakan suku sendiri atau cabang dari suku yang ada misalnya orang Liao di Guangxi yang masih hidup menyendiri di tengah pegunungan dan belum tersentuh modernisasi. Anda mengatakan statement saya tidak korek sama sekali, yang mana? Saya tidak pernah mengatakan suku-suku lain sudah berbaur. Dalam milis ini pernah saya katakan, saya kenal suku Mancu yang bersedia mengantar saya keliling Mancuria, hanya saya yang belum punya kesempatan. Saya juga pernah mengatakan suku Zhuang adalah minoritas terbesar di China, jumlah penduduknya mencapai 15 juta orang. Saya juga pernah mengatakan, tahun baru lmlek yang lalu saya pernah mangkal 8 hari di rumah suku Yao. Pak Danarhadi bahkan pernah meminta siapa yang tahu tentang kehidupan minoritas di sana? Saya katakan waktu itu saya tahu secara umum tapi saya "takut". Waktu itu sedang ramai-ramainya memboikot Olympiade Beijing. Apapun yang saya katakan akan dianggap bohong, lebih baik diam. Pengetahuan saya bukan dari buku, meskipun literatur banyak sekali, tapi dari pengalaman pribadi. Tentu tidak lengkap 100% sebab tiap daerah, tiap suku juga budayanya agak berbeda. Di USA saya bahkan punya kenalan orang Lahu, penduduk dari Yunnan, yang sebagian tinggal di wilayah Myanmar. Tapi sudahlah, tak perlu diperdebatkan. Untuk saya tak ada masalah, asal semua sudah mempunyai data yang benar, sayapun senang,.Saya menambah bukan untuk berdebat, tapi hanya meluruskan, agar yang berminat dapat informasi yang benar. /waktu saya mengirim email itu, saya ingat ada juga rekan lain yang sudah meluruskan. Terima kasih atas perhatian sdr. Andreas. Salam dan selamat Tahun Baru Imlek. Semoga segala sesuatu sesuai dengan yang diharapkan.. Sinchun Kionghi, Bansu Juyi. Liang U
--- On Fri, 1/16/09, ANDREAS MIHARDJA <[email protected]> wrote: From: ANDREAS MIHARDJA <[email protected]> Subject: Re: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD )) To: [email protected] Date: Friday, January 16, 2009, 5:58 PM Saudara semilis - ini tulisan berdasarkan facta² yg dapat kalian ketemukan dibanyak perpustakaan dunia: Suku Turkic, Uzbek, Kirgiz, Tajik dan Uighur adalah lain suku atau ethnicity - mereka memakai bah yg sangat berlainan dan karena itu kita tahu adanya negara Tajikistan dan Turkmenistan. Uzbekistan dsb. Mereka sekarang mendapat status minority diChina dan dgn ini mendapat treatment istimewa. Uighur tidak mau disebut Tajik atau Uzbek sebab mereka `100% berlainan adat istiadatnya. Hanya Uighur yg merupakan majority di Sinkiang dilain negara2 bekas USSR mereka tidak banyak diketemukan. Mereka ini yg dulunya hidup sebagai Nomad tempat tinggalnya berpindah2an dan karena itu disetiap tempat ada bbp yg menetap. Menurut kenalan kita dari suku Uirghur dari PRC ---- mereka hidup tenteram sekarang dan agama islam mereka adalah low priority. Mereka mencoba mencapai pendidikan dan development yg sesuai dgn dunia barat - jadi politicdan agama tidak penting. Center perkembangan agama Islam dulu jaman Ottoman empire yg menguasai seluruh daerah mediterranean incl. Saudi peninsula memang tetap Mekkah tetapi center lain adalah Istambul [ibokota Ottoman empire] dan Tashkent di Uzbekistan, Ini 2 kota dulu adalah penting utk jalan sutra Utara yg mencapai diUtara di Xi-an. Jalan sutra selatan yg meliwati Yunan sampai ke Champa juga penting tetapi business utama mereka biasanya rempah²an - teh incense dsb. Jalan sutra menjadi aman sewaktu Jengis Khan mempersatukan daerah ini. Gengis Khan juga memang dgn mudah menguasai daerah ini juga karena adanya jalan sutra - sebab jaman itu guide² utk jalan ini sudah cukup banyak dan transport pasukan mudah, Setelah persatuan ini maka pertualangan dagang maju pesat dan karena itu suku Central asia melalui Yunan berdagang diChampa dan suku Han dari Fukjian/Quangtong/ Shanghai ke Barat menjual rempah2. Negara Champa juga berkembangnya sangat pesat setelah Mongol berkuasa dan kota2 Gujarat juga berkembang setelah suku Mogul [Mongol] berkuasa. Ini dapat kalian baca dan pelajari dari sejarah China jaman sekarang yg sudah lebih teratur tulisannya dibanding dgn jaman ROC/Qing. Kenapa Central Asia penting utk berdagang ke ibukota kerajaan China - ? Di daerah ini berada satu²nya passage utk meliwati Himalaya, Kunlun. Hindukush - yaitu Pamir plateau atau passage Hanya diAfghanistan ini mereka bisa ke India dan Persia. Ini juga kenapa kita ketemukan patung² Budha yg diBamiyan.[bukti kemakmuran daerah] Semua suku2 yg berpetualang harus meliwati plateau ini - Tartar-Hun, Nestorian, Alexander, Bactrian dan sebelum WW1 suku² central Asia , Tajik, Uzbek, Uighur, Persia, Arabs dsb sampai juga Brittain. Mereka semua setahun sekali berkumpul utk berdagang dan cari pacar di Qundus diutara Afghanistan. Ini juga tempat dimana gandum diketemukan utk kita makan. Pamir ini penting sebab yg ingin berdagang ke Champa harus dari sini turun ke Pakistan-India Birma dan Yunan terus keChampa. Yg mau jual rmpah2 ke ibukotan chinese Empire harus dari sini mencapai Sinchiang. Pegunungan Tibet sampai Sechuan tidak bisa dipergunakan dan hanya Yangtze dipakai. Berdasarkan jalan perdagangan ini maka suku2 central asia yg diketemukan diYunan adalah Turkic, Kyrgiz, Tajik dsb. dan tentu saja keributan ethnic dari tanah asal mereka dibawa kesini. Jadi disini tidak ada Uirghur atau Mongol Di Xi-an juga banyak suku Hui yg juga asal dari central asia tetapi sama dgn suku Hui yg diYunan mereka sudah membaur dgn suku Han secara semi paksa oleh Ming. - dan bahasa mereka dari tanah asal mereka semua tertinggal. Suku Kaifeng yg diakui sebagai Yahudi asli tidak bisa bicara hebrew mereka hanya pakai bah setempat - biasanya bah Chinese utara. Suku Hui yg sekarang tidak bisa bah. Arab dan hanya memakai kuoyu utk kommunikasi. Jikalau kalian mengunjungi daerah Xi-an - Hui-district dan juga daerah tempat tinggal Hui diYunan kalian akan melihat bahwa semua laki² memakai kopiah putih - tanda agama mereka. Jaman Yuan muslim kopiah putih, Yahudi kopiah hitam - ini kopiah Kaifeng dan Nestorian kopiah biru. Kaum wanitanya juga sekarang masih pakai selendang kepala dan sebagian juga masih menutup muka mereka. Pakaian mereka memang sudah pakaian daerah tetapi selendang kepala ini tidak dibuang. Ini pakaian tidak sama dgn suku² yg diSinkiang yg belum terbaur dgn Han. Suku Kaifeng -yahudi berbicara didalam doanya dlm bahasa Hebrew dan Aramaic [bah Jesus] dan sebagian juga dlm new Persian. Mereka datang menurut sejarah atas undangan emperor Sung kekota Kaifeng utk membangun cotton industry karena kekurangan sutra. Mereka juga pintar memberikan warna² kepada sutra dan cotton. Menurut tradisi mereka - Kemungkinan besar mereka asal dari suku yahudi dari Persia dgn Ajaran Rabbi Sa'adyah Gaon (882-942), Dlm abad ke 19 mereka 90% hidup seperti suku Han dgn kebudayaan Han tetapi agama 100% Azhkernazi yahudi. Menurut buku catatan sipil Sung mereka datang thn 998 CE. Mereka juga dicatat oleh Jezuiet Ricci. Suku Utsuls di Hainan memang tadinya dikategorie sebagai Hui [ muslim] tetapi oleh karena setelah diselidiki mereka asal Champa berdasarkan genetik Malayu-polinesia -karena itu mereka dipisahkan oleh pemerintah PRC menjadi suku Utsul dan bukan Hui lagi. Ini tulisan dapat kalian pelajari dari buku² sejarah negara setempat - Afghanistan paling utama utk mempelajari peraturan penghidupan pedagang caravan Pemerintah² daerah dsb. Apa yg sdr Liang U tulis tidak korrekt sama sekali dan diChina semua suku² yg belum membaur dgn suku Han tetap dikategori sebagai suku asal mereka. Andreas --- On Thu, 1/15/09, liang u <lian...@yahoo. com> wrote: From: liang u <lian...@yahoo. com> Subject: Re: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD )) To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Date: Thursday, January 15, 2009, 5:08 PM Pak Andreas, Maaf saya koreksi sedikit, Jenderal-jenderal Zhu Yuanzhang ada yang Muslim, tapi bukan sukur Turk (maksudnya mungkin orang Turkestan Timur, yang sukunya disebut orang Uygur, tinggal di propinsi Xinjiang). Orang Hui adalah orang Han yang menganut agama Islam atau turunan campuran para pedagang Persia dan Arab yang tidak kembali ke negerinya dan menetap dan berasimilasi dengan orang Tiongkok asli sudah sejak zaman dinasti Tang, sehingga secara fisik mereka sudah tak dapat dibedakan dengan orang Han, hanya masih menggunakan topi putih, bahasanya menggunakan bahasa Han dialek setempat, hidup menyebar di seluruh Tiongkok. Tapi jangan salah sangka, para pekerja restoran juga sering bertopi putih, hanya mencegah rambut jatuh ke dalam makanan yang disediakan. Orang Uygur fisiknya berbeda, kulit agak putih, topi warna-warni, hidup masih berkelompok dengan sesamanya terutama di Xinjiang Barat dan Selatan. Kota Kaxgar (Kashgar) merupakan kota yang mayortitasnya orang Uygur, menjadi salah satu kota turis utama di Tiongkok, untuk yang ingin mengetahui kehidupan suku Uygur ini. Sedang di ibukota propinsi Xinjiang mayoritas penduduk adalah orang Han, meskipun orang Uygur masih banyak kita temukan, mereka sudah berbaur. Salam Liang U --- On Thu, 1/15/09, Fy Zhou <zho...@yahoo. com> wrote: From: Fy Zhou <zho...@yahoo. com> Subject: Re: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD )) To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Date: Thursday, January 15, 2009, 1:49 PM Tolong bedakan penyebutan suku Uigur ( 维吾尔Wei Wu Er ) dengan Masyarakat Hui ( 回民Hui Min ) yang tak pernah disebut sebagai suku, mereka adalah entititas yang berbeda. From: ANDREAS MIHARDJA <mihar...@pacbell. net> To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Sent: Thursday, January 15, 2009 1:31:40 AM Subject: Re: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD )) Di Indonesia terutama diJawa - banyak berita² dan cerita² tentyang ke cina²-an agama muslim diJawa - apakah ini bikinan atau lamunan saya tidak mengerti - sebab semua tidak dpt dicheck dgn sejarah² dari negara² lain incl. China. Penyebaran agama islam didunia dan terutama diAsia tercatat didalam sejarah international. Perpecahan Sunni dan Shiya dan juga Ismaelite [Shiya dari Gujarat dgn Agha Khan], Ahmadiyah [Pakistan] muslim jelas sekali. Saya juga kurang mengerti - kenapa Zhu YuanZhang membasmi bangsa arab atau mereka yg beragama muslim. General2nya yg utama selain Zhang He adalah Hu DaHai, Lan Yu, Mu Ying yg beragama muslim dari suku Turkic. Jangan lupa Cheng He. Apakah ini termasuk gossip diJawa ataukah ini berdasarkan sejarah asli. Didalam sejarah China ini tidak tertulis. Memang Zheng He selain keturunan muslim juga menghormati dewa-dewi dari agama Dao sebab sebagai admiral dari emperor Ming ini suatu keharusan tetapi dia adalah seorang sangat berpangkat dlm pemerintah. Katanya sebelum dia berlayar dia menghormati Matsu - Dewi lautan selatan dari Fujian. Setahu saya jaman permulaan Ming mereka yg beragama muslim tidak diganggu sama sekali dan mereka malah dipergunakan utk perkembangan perdagangan. [Route selatan kedaerah Quangchou utk perdagangan rempah2, teh etc dan route utara utk silk kulit binatnag etc. Sewaktu permulaan jaman Ming selain mereka yg beragama Muslim juga banyak yg beragama Yahudi - Kaifeng dan yg beragama Kristen aliran Nestorian atau mungkin juga dari apostle Thomas. Ibunya Kublai Khan adalah Nestorian Kristen Suku Kaifeng sekarang oleh pemerintah Israel diakui sebagai yahudi dan diberikan hak utk mendapat paspor Israel. Untuk yg belum tahu PM Olmert yg sekarang leluhurnya asal Harbin China [ex-Russian yahudi.] Di Pulau Hainan sampai sekarang ada suku Utsuls - asal Champa yg beragama muslim dan di banyak province diselatan China banyak ket.. Turkic yg disebut Hui [HuiHui]. Dungan kalau mereka asal suku Tajik. Mereka yg terachir ini memang dicoba utk dibasmi oleh Zhu YuanZhang tetapi ini dilakukan dgn bantuan elite suku Hui dgn jemdral2 dari suku Hui.. Rebellionnya terjadi di bagian barat utara negara. Suku Dungan masih ada diPRC sekarang tetapi kabanyakan mereka sudah kabur ke Tajikistan. Muslim ket. Hui banyak juga di Kwangtung province tetapi mereka tidak terlalu beda tradisinya dgn suku² Quangdong sendiri yg juga puluhan macem. Saya tidak pernah ketemukan berita genocide didaerah ini sewaktu jaman Ming. Saya kira ZhengHe memilih anak buahnya dari suku ini{?}. Aliran Muslim, Nestorian Kristen dan Yahudi memang oleh pemerintah Ming disuruh semi paksa utk membaur dgn suku Han dan karena itu tradisi mereka adalah berdasarkan filsafat Dao dan Kungtze tetapi agama adalah Huichiao - muslim. Yg kristen jadi muslim, yg yahudi sebagian tetap dan jadi suku Kaifeng. Mereka yg beragama Muslim memang tidak terlalu cocok dgn pemerintah Qing - mereka sewaktu KangSi membantu Wu SangKuei. Sewaktu Wu Sangkuei jatuh mereka digenocide oleh pasukan Qing, Mereka yg tidak mati yg kabur kepedalaman = pegunungan Yunan dan kabur ke Burma, dimana dibagian utaranya banyak suku² ket. central Asia dan yg tetap selalu menentang Qing. Mereka juga turut terus melawan pemerintah dari Beijing antaranya turut dlm Taiping war Sampai dgn jaman Republic of China mereka tetap melawan central pemerintah diNanjing Warlords jaman ROC dari suku ini yg terkenal adalah dari keluarga Ma.. Jaman PRC mereka baru diterima kembali dan dihormati sebagai suku China - Hui. Mereka membantu PRA melawan pasukan ROC Jaman sekarang suku Hui diPRC terkenal sebagai penduduk yg teratur hidupnya - peaceful dan patuh pemerintah. Politic divide and conquer dari jaman Qing sudah hilang dan jikalau kalian ke China selain agama tidak berbeda dgn suku Han. Nama keluarga mereka banyak seh Ma [Masoud], Mo [Mohammed], Mu [Mustafa], Hu Hussein], Ha [Hasan] Sai [Said] Hui, He dsb. ----- Silahkan membandingkan nama² keluarga ini dgn nama² bikinan dari lamunan Wali Songo asal China di Indonesia. Diantara suku Hui tidak ada yg bernama keluarga Bong, Gan dsb. Satu²nya darah China yg dpt dilihat disejarah Jawa adalah putri cina dari Cirebon yg kawin dgn Sunan Gunungjati. Memang kalau lihat dari muka menurut saya suku Hui lebih cantik/handsome dari suku Han atau Mongol. Hidung mancung, mata tidak sipit dan kulit fair. Mereka tidak fanatiek seperti Ben Laden dan saya disini diUS ketemu banyak chinese muslim dari SinChiang [Uighur]dan dari Xi-an yg mendapat pendidikan graduate atau post graduate Ketahu-annya mereka ngomong mandarin meskipun tampang seperti suku caucasian dgn mata biru. Juga saya ketemukan banyak suku Han [?] tampang seperti Eurasian dari perbatasan Russia yg bicara bah. Russian /mandarin - ini hanya utk memberikan illustrasi bahwa pengetahuan saya selain dari buku² atau tulisan² juga dari face to face. Jadi setelah kalian baca tulisan saya silahkan kalian pelajari sejarah dari negara² tetangga. negara² islam dan terutama China dimana penulisan sejarah rel komplit. Andreas --- On Tue, 1/13/09, Hendri Irawan <heny...@yahoo. com> wrote: From: Hendri Irawan <heny...@yahoo. com> Subject: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD )) To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com Date: Tuesday, January 13, 2009, 5:51 PM Kalau yang dimaksud adalah Arab pedagang maritim, maka mungkin lebih tepat kalau pusat kegiatan mereka adalah di pelabuhan Quanzhou, Fujian. Pelabuhan Quanzhou dari masa Tang sampai akhir Yuan adalah pusat perdagangan jalur sutera matirim. Sampai kemudian masa Ming Taizu, Zhu Yuanzhang, komunitas Arab Quanzhou dan sekitarnya dibasmi karena beberapa sebab: - pandangan pribadi Zhu Yuanzhang sebagai mantan gelandangan yang antipati kepada kaum berpunya dan pedagang - sentimen kelas di masa Yuan, di mana orang Arab termasuk kelas kedua tertinggi setelah orang Mongol, sedangkan orang Han selatan adalah golongan paling rendah di masa kekuasaan Yuan Jaman Hongwu perdagangan maritim praktis berhenti karena kasus Quanzhou ini. Ini juga merupakan salah satu faktor pencetus pelayaran laksamana Zheng He untuk menjalin kembali hubungan dengan negara lain terutama ke pedagang maritim Arab. Hormat saya, Yongde --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "ardian_c" <ardia...@.. .> wrote: > > ya gak oot kale ya , misalnya Zheng He itu katanya aliran Hanafi lho. > > nah Hanafi itu kayak gimana ? mbuh gak jelas , yg jelas kalu ada issue > or rumor bilang Zheng He nyebarin Islam di Indonesia kok bukan mahzab > Hanafi yg berkembang malah Wahabi. > But sekali lage , Wahabi kayak gimana ya ? mbuh owe gak jelas jg. > > BTW, kalu bener seperti kata prof.Slamet Muljana yg dikutip dari > Tuanku Rao, nah ini menarik. Soalnya issue or rumor masuknya agama > Islam itu dibilang ada pengaruh dari Tiongkok jg. > > Bisa jadi seh, soalnya doeloe di Guangzhou itu banyak org2 Arab yg > tinggal disana. En mereka rata2 ya pedagang antar lautan luas ya kalu > pake bahasa jaman sekarang itu pengusaha multinasional lar. > > Nah kalu nama org Arab di Tiongkok ya gak mungkin bunyinya Muhamad, > paling bunyinya Mu Ha Ma De getu lho. Bisa2 disangka org Han kale. Or > Aisya bisa2 bunyinya Ai Xia dstnya.. > > >
