Saudara semilis  - ini tulisan berdasarkan facta² yg dapat kalian ketemukan 
dibanyak perpustakaan dunia:
 
Suku Turkic, Uzbek, Kirgiz, Tajik dan Uighur adalah lain suku atau ethnicity - 
mereka memakai bah yg sangat berlainan dan karena itu kita tahu adanya negara 
Tajikistan dan Turkmenistan. Uzbekistan dsb. Mereka sekarang mendapat status 
minority diChina  dan dgn ini mendapat treatment istimewa.  Uighur tidak mau 
disebut Tajik atau Uzbek sebab mereka `100% berlainan adat istiadatnya.   Hanya 
Uighur yg merupakan majority di Sinkiang dilain negara2 bekas USSR mereka tidak 
banyak diketemukan. Mereka ini yg dulunya hidup sebagai Nomad  tempat 
tinggalnya berpindah2an dan karena itu disetiap tempat ada bbp yg menetap. 
Menurut kenalan kita dari suku Uirghur dari PRC ---- mereka hidup tenteram 
sekarang dan agama islam mereka adalah low priority. Mereka mencoba mencapai 
pendidikan dan development yg sesuai dgn dunia barat  - jadi politicdan agama 
tidak penting.
 
Center perkembangan agama Islam dulu jaman Ottoman empire yg menguasai seluruh 
daerah mediterranean incl. Saudi peninsula memang tetap Mekkah tetapi center 
lain adalah Istambul [ibokota Ottoman empire] dan Tashkent di Uzbekistan, Ini 2 
kota dulu adalah penting utk jalan sutra Utara yg mencapai diUtara di Xi-an.  
Jalan sutra selatan yg meliwati Yunan sampai ke Champa juga penting tetapi 
business utama mereka biasanya rempah²an - teh incense dsb. 
 
Jalan sutra menjadi aman sewaktu Jengis Khan mempersatukan daerah ini. Gengis 
Khan juga memang dgn mudah menguasai daerah ini juga karena adanya  jalan sutra 
- sebab jaman itu guide² utk jalan ini sudah cukup banyak dan transport pasukan 
mudah, Setelah persatuan ini maka pertualangan dagang maju pesat dan karena itu 
suku Central asia melalui Yunan  berdagang diChampa dan suku Han dari 
Fukjian/Quangtong/Shanghai ke Barat menjual rempah2. Negara Champa juga 
berkembangnya sangat pesat setelah Mongol berkuasa  dan kota2 Gujarat juga 
berkembang setelah suku Mogul [Mongol] berkuasa.
Ini dapat kalian baca dan pelajari dari sejarah China jaman sekarang yg sudah 
lebih teratur tulisannya dibanding dgn jaman ROC/Qing.
 
Kenapa Central Asia penting utk berdagang ke ibukota kerajaan China - ?  
Di daerah ini berada satu²nya passage utk meliwati Himalaya, Kunlun. Hindukush 
- yaitu Pamir plateau atau passage Hanya diAfghanistan ini mereka bisa ke India 
dan Persia.  Ini juga kenapa kita ketemukan patung² Budha yg diBamiyan.[bukti 
kemakmuran daerah]  Semua suku2 yg berpetualang harus meliwati plateau ini - 
Tartar-Hun, Nestorian, Alexander, Bactrian dan sebelum WW1 suku² central Asia , 
Tajik, Uzbek, Uighur, Persia, Arabs dsb sampai juga Brittain. Mereka semua 
setahun sekali berkumpul utk berdagang dan cari pacar di Qundus diutara 
Afghanistan.  Ini juga tempat dimana gandum diketemukan utk kita makan.  Pamir 
ini penting sebab yg ingin berdagang ke Champa harus dari sini turun ke 
Pakistan-India Birma dan Yunan terus keChampa. Yg mau jual rmpah2 ke ibukotan 
chinese Empire harus dari sini mencapai Sinchiang. Pegunungan Tibet sampai 
Sechuan tidak bisa dipergunakan dan hanya Yangtze dipakai.
 
Berdasarkan jalan perdagangan ini maka suku2 central asia yg diketemukan 
diYunan adalah  Turkic, Kyrgiz, Tajik dsb. dan tentu saja keributan ethnic dari 
tanah asal mereka dibawa kesini. Jadi disini tidak ada Uirghur atau Mongol
Di Xi-an juga banyak suku Hui yg juga asal dari central asia  tetapi sama dgn 
suku Hui yg diYunan mereka sudah membaur dgn suku Han secara semi paksa oleh 
Ming.
- dan bahasa mereka dari tanah asal mereka semua tertinggal.   
Suku Kaifeng yg diakui sebagai Yahudi asli tidak bisa bicara hebrew mereka 
hanya pakai bah setempat - biasanya bah Chinese utara. Suku Hui yg sekarang 
tidak bisa bah. Arab dan hanya memakai kuoyu utk kommunikasi.
 
Jikalau kalian mengunjungi daerah Xi-an - Hui-district dan juga daerah tempat 
tinggal Hui diYunan kalian akan melihat bahwa semua laki² memakai kopiah putih 
- tanda agama mereka. Jaman Yuan  muslim kopiah putih, Yahudi kopiah hitam - 
ini kopiah Kaifeng dan Nestorian kopiah biru. Kaum wanitanya juga sekarang 
masih pakai selendang kepala dan sebagian juga masih menutup muka mereka.  
Pakaian mereka memang sudah pakaian daerah  tetapi selendang kepala ini tidak 
dibuang. Ini pakaian tidak sama dgn suku² yg diSinkiang yg belum terbaur dgn 
Han.
 
Suku Kaifeng -yahudi  berbicara didalam doanya dlm bahasa Hebrew dan Aramaic 
[bah Jesus] dan sebagian juga dlm new Persian. Mereka datang menurut sejarah 
atas undangan emperor Sung kekota Kaifeng utk membangun cotton industry karena 
kekurangan sutra. Mereka juga pintar memberikan warna² kepada sutra dan cotton. 
Menurut tradisi mereka -  Kemungkinan besar mereka asal dari suku yahudi dari 
Persia dgn Ajaran Rabbi Sa'adyah Gaon (882-942), Dlm abad ke 19 mereka 90% 
hidup seperti suku Han dgn kebudayaan Han tetapi agama 100% Azhkernazi yahudi. 
Menurut buku catatan sipil Sung mereka datang thn 998 CE. Mereka juga dicatat 
oleh Jezuiet Ricci.
 
Suku Utsuls di Hainan memang tadinya dikategorie sebagai Hui [ muslim] tetapi 
oleh karena setelah diselidiki mereka asal Champa berdasarkan genetik 
Malayu-polinesia  -karena itu mereka dipisahkan oleh pemerintah PRC menjadi 
suku Utsul dan bukan Hui lagi.
 
Ini tulisan dapat kalian pelajari dari buku² sejarah negara setempat - 
Afghanistan paling utama utk mempelajari peraturan penghidupan pedagang caravan 
Pemerintah² daerah dsb. 
Apa yg sdr Liang U tulis tidak korrekt sama sekali dan diChina semua suku² yg 
belum membaur dgn suku Han tetap dikategori sebagai suku asal mereka.
 
Andreas
 
 
 
 
 --- On Thu, 1/15/09, liang u <[email protected]> wrote:

From: liang u <[email protected]>
Subject: Re: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD 
))
To: [email protected]
Date: Thursday, January 15, 2009, 5:08 PM










Pak Andreas, 
Maaf saya koreksi sedikit, Jenderal-jenderal Zhu Yuanzhang ada yang Muslim, 
tapi bukan sukur Turk (maksudnya mungkin orang Turkestan Timur, yang sukunya 
disebut orang Uygur, tinggal di propinsi Xinjiang). Orang Hui adalah orang Han 
yang menganut agama Islam atau turunan campuran para pedagang Persia dan Arab 
yang tidak kembali ke negerinya dan menetap dan berasimilasi dengan orang 
Tiongkok asli sudah sejak zaman dinasti Tang, sehingga secara fisik mereka 
sudah tak dapat dibedakan dengan orang Han, hanya masih menggunakan topi putih, 
bahasanya menggunakan bahasa Han dialek setempat, hidup menyebar di seluruh 
Tiongkok. Tapi jangan salah sangka, para pekerja restoran juga sering bertopi 
putih, hanya mencegah rambut jatuh ke dalam makanan yang disediakan. 
Orang Uygur fisiknya berbeda, kulit agak putih, topi warna-warni, hidup masih 
berkelompok dengan sesamanya terutama di Xinjiang Barat dan Selatan. Kota 
Kaxgar (Kashgar) merupakan kota yang mayortitasnya orang Uygur, menjadi salah 
satu kota turis utama di Tiongkok, untuk yang ingin mengetahui kehidupan suku 
Uygur ini. 
Sedang di ibukota propinsi Xinjiang mayoritas penduduk adalah orang Han, 
meskipun orang Uygur masih banyak kita temukan, mereka sudah berbaur.
Salam
Liang U

--- On Thu, 1/15/09, Fy Zhou <zho...@yahoo. com> wrote:

From: Fy Zhou <zho...@yahoo. com>
Subject: Re: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD 
))
To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com
Date: Thursday, January 15, 2009, 1:49 PM






Tolong bedakan penyebutan suku Uigur ( 维吾尔Wei Wu Er ) dengan Masyarakat Hui ( 
回民Hui Min ) yang tak pernah disebut sebagai suku, mereka adalah entititas yang 
berbeda.





From: ANDREAS MIHARDJA <mihar...@pacbell. net>
To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, January 15, 2009 1:31:40 AM
Subject: Re: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD 
))









Di Indonesia terutama diJawa - banyak berita² dan cerita² tentyang ke cina²-an 
agama muslim diJawa  - apakah ini bikinan atau lamunan saya tidak mengerti - 
sebab semua tidak dpt dicheck dgn sejarah² dari negara² lain incl. China. 
Penyebaran agama islam didunia dan terutama diAsia tercatat didalam sejarah 
international. Perpecahan Sunni dan Shiya dan juga Ismaelite [Shiya 
dari Gujarat dgn Agha Khan], Ahmadiyah [Pakistan] muslim jelas sekali. 
 
Saya juga kurang mengerti - kenapa Zhu YuanZhang membasmi bangsa arab atau 
mereka yg beragama muslim. General2nya yg utama selain Zhang He  adalah Hu 
DaHai, Lan Yu, Mu Ying yg beragama muslim dari suku Turkic. Jangan lupa Cheng 
He.  Apakah ini termasuk gossip diJawa ataukah ini berdasarkan sejarah asli.  
Didalam sejarah China ini tidak tertulis. Memang Zheng He selain keturunan 
muslim juga menghormati dewa-dewi dari agama Dao sebab sebagai admiral dari 
emperor Ming ini suatu keharusan tetapi dia adalah seorang sangat berpangkat 
dlm pemerintah. Katanya sebelum dia berlayar dia menghormati Matsu - Dewi 
lautan selatan dari Fujian.
 
Setahu saya jaman permulaan Ming mereka yg beragama muslim tidak diganggu sama 
sekali dan mereka malah dipergunakan utk perkembangan perdagangan. [Route 
selatan kedaerah Quangchou utk perdagangan rempah2, teh etc dan route utara utk 
silk kulit binatnag etc.   Sewaktu permulaan jaman Ming selain mereka yg 
beragama Muslim juga banyak yg beragama Yahudi - Kaifeng dan yg beragama 
Kristen aliran Nestorian atau mungkin juga dari apostle Thomas. 
 
 Ibunya Kublai Khan adalah Nestorian Kristen  Suku Kaifeng sekarang oleh 
pemerintah Israel diakui sebagai yahudi dan diberikan hak utk mendapat paspor 
Israel.  Untuk yg belum tahu PM Olmert yg sekarang leluhurnya asal Harbin China 
[ex-Russian yahudi.]
 
Di Pulau Hainan sampai sekarang ada suku Utsuls - asal Champa yg beragama 
muslim dan di banyak province diselatan China banyak ket.. Turkic yg disebut 
Hui [HuiHui]. Dungan kalau mereka asal suku Tajik. Mereka yg terachir ini 
memang dicoba utk dibasmi oleh  Zhu YuanZhang tetapi ini dilakukan dgn bantuan 
elite suku Hui dgn jemdral2  dari suku Hui.. Rebellionnya terjadi di bagian 
barat utara negara.  Suku Dungan masih ada diPRC sekarang tetapi kabanyakan 
mereka sudah kabur ke Tajikistan. Muslim ket. Hui banyak juga di Kwangtung 
province tetapi mereka tidak terlalu beda tradisinya dgn suku² Quangdong 
sendiri yg juga puluhan macem. Saya tidak pernah ketemukan berita genocide 
didaerah ini sewaktu jaman Ming. Saya kira ZhengHe memilih anak buahnya dari 
suku ini{?}.
 
Aliran Muslim, Nestorian Kristen dan Yahudi memang oleh pemerintah Ming disuruh 
semi paksa utk membaur dgn suku Han dan karena itu tradisi mereka adalah 
berdasarkan filsafat Dao dan Kungtze tetapi agama adalah Huichiao - muslim. Yg 
kristen jadi muslim, yg yahudi sebagian tetap dan jadi suku Kaifeng.  
 
Mereka yg beragama Muslim memang tidak terlalu cocok dgn pemerintah Qing - 
mereka sewaktu KangSi  membantu Wu SangKuei. Sewaktu Wu Sangkuei jatuh mereka 
digenocide oleh pasukan Qing,  Mereka yg tidak mati yg kabur kepedalaman =  
pegunungan Yunan dan kabur ke Burma, dimana dibagian utaranya banyak suku² ket. 
central Asia dan yg tetap selalu menentang Qing. Mereka juga turut terus 
melawan pemerintah dari Beijing antaranya turut dlm Taiping war  Sampai dgn 
jaman Republic of China mereka tetap melawan central pemerintah diNanjing   
Warlords jaman ROC dari suku ini yg terkenal adalah dari keluarga Ma.. Jaman 
PRC mereka baru diterima kembali dan dihormati sebagai suku China - Hui.  
Mereka membantu PRA melawan pasukan ROC    Jaman sekarang suku Hui diPRC 
terkenal sebagai penduduk yg teratur hidupnya - peaceful dan patuh pemerintah. 
Politic divide and conquer dari jaman Qing sudah hilang dan jikalau kalian ke 
China selain agama tidak berbeda dgn
 suku Han.
 
Nama keluarga mereka banyak seh Ma [Masoud], Mo [Mohammed], Mu [Mustafa], Hu 
Hussein], Ha [Hasan] Sai [Said] Hui, He dsb. ----- Silahkan membandingkan nama² 
keluarga ini dgn nama² bikinan dari lamunan Wali Songo asal China di 
Indonesia. Diantara suku Hui tidak ada yg bernama keluarga  Bong, Gan dsb. 
Satu²nya darah China yg dpt dilihat disejarah Jawa adalah putri cina dari 
Cirebon yg kawin dgn Sunan Gunungjati. 
 
Memang kalau lihat dari muka menurut saya suku Hui lebih cantik/handsome dari 
suku Han atau Mongol. Hidung mancung, mata tidak sipit dan kulit fair. Mereka 
tidak fanatiek seperti Ben Laden dan saya disini diUS ketemu banyak chinese 
muslim dari SinChiang [Uighur]dan dari Xi-an yg mendapat pendidikan graduate 
atau post graduate  Ketahu-annya mereka ngomong mandarin meskipun tampang 
seperti suku caucasian dgn mata biru. Juga saya ketemukan banyak suku Han [?] 
tampang seperti Eurasian dari perbatasan Russia yg bicara bah. Russian 
/mandarin - ini hanya utk memberikan illustrasi bahwa pengetahuan saya selain 
dari buku² atau tulisan² juga dari face to face.
 
Jadi setelah kalian baca tulisan saya silahkan kalian pelajari sejarah dari 
negara² tetangga. negara² islam dan terutama China dimana penulisan sejarah rel 
komplit.
 
Andreas
 
 
 
 

--- On Tue, 1/13/09, Hendri Irawan <heny...@yahoo. com> wrote:

From: Hendri Irawan <heny...@yahoo. com>
Subject: [budaya_tionghua] Arab Tiongkok (was Re: Raden Patah ( leluhur GD ))
To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, January 13, 2009, 5:51 PM




Kalau yang dimaksud adalah Arab pedagang maritim, maka mungkin lebih
tepat kalau pusat kegiatan mereka adalah di pelabuhan Quanzhou,
Fujian. Pelabuhan Quanzhou dari masa Tang sampai akhir Yuan adalah
pusat perdagangan jalur sutera matirim.

Sampai kemudian masa Ming Taizu, Zhu Yuanzhang, komunitas Arab
Quanzhou dan sekitarnya dibasmi karena beberapa sebab:
- pandangan pribadi Zhu Yuanzhang sebagai mantan gelandangan yang
antipati kepada kaum berpunya dan pedagang
- sentimen kelas di masa Yuan, di mana orang Arab termasuk kelas kedua
tertinggi setelah orang Mongol, sedangkan orang Han selatan adalah
golongan paling rendah di masa kekuasaan Yuan

Jaman Hongwu perdagangan maritim praktis berhenti karena kasus
Quanzhou ini. Ini juga merupakan salah satu faktor pencetus pelayaran
laksamana Zheng He untuk menjalin kembali hubungan dengan negara lain
terutama ke pedagang maritim Arab.

Hormat saya,

Yongde

--- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, "ardian_c" <ardia...@.. .> wrote:
>
> ya gak oot kale ya , misalnya Zheng He itu katanya aliran Hanafi lho.
> 
> nah Hanafi itu kayak gimana ? mbuh gak jelas , yg jelas kalu ada issue
> or rumor bilang Zheng He nyebarin Islam di Indonesia kok bukan mahzab
> Hanafi yg berkembang malah Wahabi.
> But sekali lage , Wahabi kayak gimana ya ? mbuh owe gak jelas jg.
> 
> BTW, kalu bener seperti kata prof.Slamet Muljana yg dikutip dari
> Tuanku Rao, nah ini menarik. Soalnya issue or rumor masuknya agama
> Islam itu dibilang ada pengaruh dari Tiongkok jg. 
> 
> Bisa jadi seh, soalnya doeloe di Guangzhou itu banyak org2 Arab yg
> tinggal disana. En mereka rata2 ya pedagang antar lautan luas ya kalu
> pake bahasa jaman sekarang itu pengusaha multinasional lar.
> 
> Nah kalu nama org Arab di Tiongkok ya gak mungkin bunyinya Muhamad,
> paling bunyinya Mu Ha Ma De getu lho. Bisa2 disangka org Han kale. Or
> Aisya bisa2 bunyinya Ai Xia dstnya..
> 
> 
> 



 











Kirim email ke