Sebetulnya dari dulu pengennya itu yang dibahas. 

Kapan sih kita pakai istilah 'tionghoa'? 
Tionghoa itu merujuk pada siapa aja sih? Keturunan Cina yang sudah jadi WNI? 
Keturunan Cina di seluruh dunia? Keturunan Cina WNI yang sudah melanglang buana 
tinggal di Jerman/Amerika termasuk tionghoa nggak? 

Apa sih yang disebut budaya Tionghoa? 
Dimana sih bedanya dengan Budaya Tiongkok? 
Apa sih sastra Tionghoa?
Dimana bedanya dengan Sastra Tiongkok?

Tapi pertanyaan seperti itu nggak pernah dijawab atau didiskusikan dengan 
jelas, selalu berakhir dengan saling tuduh nggak keruan kalau nggak saling maki 
tuding tudingan antara Cina-cina dan Tionghoa-tionghoa, dan yang netral.... 
wuhhh paling babak belur deh, hahahahaha. Jadi mendingan nggak usah netral aja, 
rugi! pasti babak belur juga. Muhahahaha!


--- In [email protected], "younginheart5000" <crv...@...> wrote:
>
> mungkin debat kusir ini timbul karena perbedaan besar antara teman teman 
> disini? ada yang menganggap "budaya Tionghoa" adalah keseluruhan tradisi 
> Tionghoa, ada yang mengambil sebagian saja dari ketionghoaan, tapi tak 
> mengakui tradisi Tionghoa. ada yang anggap kata Tionghoa itu yang layak, ada 
> yang lebih suka kata cina.
> 
> jadi batas budaya tionghoa itu sampai dimana? ini supaya jelas dan mengurangi 
> debat kusir. 
> 
> 
> --- In [email protected], als@ wrote:
> >
> > Salah satu hal yg bisa menjadi debat kusir ialah jika ada teman di sini 
> > mengomentari suatu hal tanpa memerhatikan masalah awal atau konteks bahasan 
> > tempat hal itu dibahas. Contoh kongkritnya adalah masalah "pencabo-caboan" 
> > seseorang. Orang yg mengikuti secara runut konteks diskusinya sampai 
> > keluarnya istilah "cabo" ini tentu akan mengerti bahwa pemakaian istilah 
> > ini, meskipun terasa kasar, namun sangat tepat dan sangat mengena. Namun 
> > jika hal ini dikomentari di luar konteks aslinya, komentar itu jadi terasa 
> > tidak sedap, bahkan terdengar memualkan dan terkesan "sotoy". :-)
> > Sent from my BlackBerry?smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> > Teruuusss...!
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: liang u <liang_u@>
> > Date: Fri, 23 Oct 2009 20:34:52 
> > To: <[email protected]>
> > Subject: [budaya_tionghua] Biarkan anjing menggonggong.........
> > 
> > Rekan,-rekan,
> > 
> >     Selama ini ada dua topik yang selalu menjadi perdebatan panas, yaitu 
> > istilah Tionghoa/Cina, dan masalah agama.  Sebetulnya problemanya jelas, 
> > ada kelompok yang merasa paling PATRIOT  dan ada kelompok yang merasa 
> > PALING SUCI.  Inilah penyebab perang "saudara" dalam milis.
> >     Sebetulnya setiap orang bebas mempunyai perasaan paling Patriot 
> > atau/paling Suci, yang menjadi masalah janganlah memaksakan pendapat kita 
> > kepada orang lain. Patriot maupun suci diucapkan mudah dilaksanakan sukar. 
> > Siapa yang berani mengaku patriot? Benarkah? Siapa yang merasa suci? 
> > benarkah? Apalagi kalau merasa dua-duanya. Patriot berarti menjadi pahlawan 
> > di dunia nyata, suci berarti menjadi penghuni di surga sana. Hebat kan?
> > Suci dan patriot tidak dinilai dari ucapannya tapi dari baktinya. Yang 
> > patriot adalah orang yang mengorbankan jiwanya bagi negaranya untuk membela 
> > keadilan. Yang suci yang mengabdikan dirinya bagi kemanusiaan seumur 
> > hidupnya. Ibu Theresia mungkin dapat dianggap suci, Pastor Mangunwidjaja 
> > yang membela dan merasakan hidup gelandangan menunjukkan sifat sucinya, dan 
> > pastor (maaf lupa namanya) yang membentuk tim pembela korban peristiwa Mei 
> > 1998 yang menempuh bahaya membela kebenaran juga menunjukkan sifat sucinya. 
> > Tapi mereka tak pernah mengatakan begitu. Sayang  sebagian  generasi muda 
> > sekarang, asal sudah mengatakan sesuatu yang merugikan masyarakat Tionghoa 
> > sendiri, sudah petantang petenteng merasa patriot atau sudah menghancurkan 
> > foto almarhum leluhurnya merasa sudah suci. 
> >     Anjuran saya kepada yang lain, kepada yang benar-benar masuk milis ini 
> > karena ingin mempelajari dan mengerti budaya Tionghoa, gunakanlah pegangan 
> > dua pepatah Indonesia dan Tionghoa. Pepatah Indonesianya: Biarkan anjing 
> > menggonggong, kafilah terus berlalu, pepatah Tionghoanya Yi Jing Zhi Dong 
> > ,Yi Ruan Zhi Gang, yang berarti dengan kelembutan kita menghentikan 
> > kekerasan. Kalau semua percaya, saya yakin serangan akan berhenti. 
> >     Saya minta maaf pada rekan-rekan moderator, saya mendahului keputusan 
> > anda.
> >     Selamat berdiskusi lagi, semoga makin lama makin mendalam. 
> >     Kiongchiu
> >    Liang U
> >
>


Kirim email ke