Assalamu'alikum warohmatullah wabarokatuh

Subhat kedua dalam artikel ini yang perlu diwaspadai
adalah kalimat terakhir dalam paragraf ke 18 " Tapi
apa yang dilakukan umat pada masamu, berkah yang
semestinya terpelihara, diabaikan begitu saja, bahkan
dianiaya dan disiksa…ampuni kami ya Sayyidi…ampuni
kami wahai putra ‘Ali…

Mohon jelaskan apa maksud kata "ampuni ya Sayyidi....
ampuni kami wahai putra Ali…"

Adakah yang pantas dimintai ampunannya selain Allah?
Tidak jelaskah firman Allah dalam Al Quran:

Surat Ali Imron Ayat 135.
" Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan
perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka
ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap
dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni
dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak
meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
mengetahui."

Surat Nuh ayat 10 
"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun
kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha
Pengampun"

Surat Fushshilat ayat 6
"............  dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan
kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang
mempersekutukan-Nya" 

Dan banyak ayat lainnya yang memerintahkan kaum
muslimin untuk minta ampun hanya kepada Allah seperti
surat Hud 3, 52, dan 90, Al baqoroh 199, Al Maidah 74,
An Nisaa' 106, An Naml 46, dan Ansr 3. Dan tidaklah
patut seorang muslim meminta ampun kepada selain
Allah, terlebih mereka yang mengaku mengikuti dan
mencintai Sang pembawa risalah dan keluarganya, dimana
risalah yang dibawa itu memerintahkannya supaya minta
ampun hanya kepada Allah.

Barang kali yang dimaksud dalam kalimat diatas (ampuni
kami ya Sayyidi…ampuni kami wahai putra ‘Ali…) adalah
permintaan maaf sebagaimana seorang yang bersalah
kepada orang lain. Maka sebelum bertobat kepada Allah
wajib bagi pelaku kesalahan untuk minta maaf kepada
orang yang didzolimi. Misalnya, saya memukul teman
saya, maka dosa saya tidak bisa diampuni sebelum saya
minta maaf kepada teman saya.  Dan adalah wajib
hukumnya bagi saya minta ampun (maaf) kepada teman
saya jika saya ingin tobat saya diterima, hal ini
sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab ulama dalam
membahas tentang tobat.

Tapi apakah yang dimaksud kalimat diatas (ampuni kami
ya Sayyidi…ampuni kami wahai putra ‘Ali…) sama
masudnya  dengan permintaan maaf atas kesalahan
terhadap sesama anak adam? Mari kita lihat

Kalimat yang diucapkan sebelum penulis menulis
permintaan ampun adalah ".... Tapi apa yang dilakukan
umat pada masamu, berkah yang semestinya terpelihara,
diabaikan begitu saja, bahkan dianiaya dan disiksa..."
(lihat paragraf 18). Kalimat tersebut merupakan
kesimpulan dari paragrap-paragrap sebelumnya yang
menggambarkan penganiayaan sekelompok orang terhadap
Husain rodhiallohu anhu pada saat itu.  Lalu adakah
dosa / kedzaliman / penganiayaan yang dilakukan
penulis terhadap Husain rodhiallohu anhu sehingga
penulis minta ampun kepada huasain? kenapa mesti minta
maaf? Bila dia minta maaf kepada husain rodhiallohu
anhu, atas kesalahan apa? Pantaskah permintaan ampun
itu dilayangkan kepada Husain rodhiallohu anhu? Maha
suci Allah dari segala sekutu yang disangka bisa
memberi ampun.

Apakah karena penulis merasa bersalah disebabkan tidak
bisa ikut berkorban, bersyahadah bersama dan membela
Husain rodhiallohu anhu pada  saat itu? Jikalau
demikian, pantaskah dia meminta ampun kepada Husain
rodhiallohu anhu?

Tidaklah demikian cara minta ampun yang pernah
dilakukan kaum muslimin zaman dulu di hadapan
Rosululloh shollallohu alahi wasallam tatkala mereka
tidak ikur berjihad bersama rosululloh solallohu
alaihi wasallam.  Saya kutipkan sebagian dari sebuah
hadits panjang riwayat imam bukhori dan imam muslim
yang ditulis Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadhu
Sholikhin tentang tobat para sahabat yang tidak ikut
jihad Tabuk. Di dalam hadits itu dikisahkan bahwa
Ka'ab bin Malik  r.a pernah menyeleweng tidak ikut
jihad membela islam bersama barisan kaum muslimin dan
rosululloh sholallohu alaihi wasallam dalam perang
Tabuk.
"................. Ka'ab melanjutkan kisahnya,"Tatkala
diberitahu kepadaku, bahwa Rosululloh sholallohu alai
wasallam telah menuju pulang dari Tabuk, maka aku pun
mulai gelisah. Karenanya aku merencanakan suatu
kebohongan, dan berfikir dengan cara apakah aku bisa
lolos dari kemarahan beliau besok?"
Untuk itu aku meminta bantuan orang-orang cerdik dari
kalangan keluargaku. Tetapi tatkala disampaikan
kepadaku bahwa rosululloh sholallohu alaihi wasallam
sudah menjelang datang, tiba-tiba lenyaplah segala
rencana batil dalam diriku, sehingga aku menyadari,
bahwa diriku sama sekali tidak akan bisa lolos dari
beliau. Maka akau pun bertekat akan berbicara
sejujurnya.
Esok harinya rosululloh sholallohu alaihi wasallam
tiba. Ketika itu apabila beliau datang dari suatu
bebergian, maka terlebih dahulu beliau memasuki
masjid, kemudian melakukan sholat dua rekaat. Lalu
duduk menghadap hadirin. Tatkala beliau sudah
melaksanakan semua itu, maka datanglah orang – orang
yang tidak turut serta (jihad). Mereka menyatakan
alasan masing-masing kepada beliau dan menyatakan
sumpah. Jumlah mereka yang tidak turut berperang waktu
itu mencapai 80 orang lebih.
Lalu mereka diterima oleh beliau sholallohu alaihi
wasallam, sesuai dengan alasan masing-masing, lalu
dibaiat, dan dimohonkan ampunan bagi mereka. Sedangkan
urusan kejujuran batin diserahkan kapada Allah Ta'ala.
Aku datang dengan berjalan kaki sehingga duduk di
hadapan beliau. Beliau bertanya kepadaku " apa
alasanmu tidak turut, bukankah engkau sudah beli
kendaraan?"
Kata Ka'ab, aku menjawab:"wahai rosululloh sungguh
sekiranya aku duduk di hadapan orang lain selain tuan,
yaitu dari kalangan para pembesar duniawi, niscaya
akau bisa berupaya untuk lolos dari kemarahnannya
dengan manyatakan berbagai alasan kepadanya, karena
aku bisa berdebat. Tetapi demi Allah aku menyadari,
sekiranya pada hari ini aku berdusta kepada tuan
sehingga tuan rela kepadaku, tentu tidak lama lagi
Allah akan menjadikan tuan murka kepadaku. Tetapi
sekiranya aku berbicara jujur, niscaya tuan akan
melihat, bahwa aku berharap penyelesaian dari Allah
azza wajalla. Sesungguhnya aku tidak berhalangan,
bahkan belum pernah aku merasa lebih kuat dan lebih
sejahtera dari pada ketika aku menyeleweng dari tuan."

Ka'ab berkata, lalu rosulullloh sholallohu alaihi
wasallam bersabda,"orang ini telah berkata jujur.
Sekarang bangunlah engkau, tunggulah sampa Allah
menurunkan ketentuanNya atas
dirimu"........................"(HR Bukhori Muslim)

Demikian cara Ka'ab bin Malik r.a dan para sahabat
lainnya bertaubat dari tidak bisa ikut berjihad meraih
syahid. Mereka menyerahkan urusan mereka kepada Allah.
Mereka tidak meminta ampun kepada rosululloh
shollalohu alaihi wasallam, mereka tidak berkata "
ampuni kami ya rosululloh ampuni kami ya sayidii..." 

Lalu apakah alasan penulis minta ampun kepada Hesein
rodhiallohu anhu? Apakah karena sebagaimana yang dia
tulis di paragrap ke dua dan ke tiga?
" Inilah kami, sekian abad dari masamu, dalam tubuh
ringkih yang penuh dosa, dengan lidah kelu yang
tercemari dusta, dengan mata dan telinga, kaki dan
tangan yang kami gunakan dalam nista…kami beranikan
menyerumu meskipun besar rasa malu kami, kami kuatkan
menyapamu betapapun kotor diri kami. Duhai cucu Nabi,
entah bagaimana, dalam hati ini selalu ada kerinduan
kepadamu. Kami tidak tahu, dari mana datangnya, Tuhan
senantiasa menggerakan hati kami untuk mengenangmu.
Seolah ada ruang yang tersisa, di kedalaman sanubari,
setelah seluruh maksiat dan dosa…"

Dia merasa banyak dosa dan maksiat kemudian bekeluh
kesah dan meratapi kesedihan atas penganiayaan
terhadap Husein rodhiallohu anhu. jika demikian
halnya, pantaskah dosa terhadap syariat Allah
dimintakan ampun kepada selain Allah?

Begitulah sikap ghuluw (berlebihan) dalam menyanjung
seseorang dimana sanjungan tersebut telah melewati
batas yang disayriatkan. Mereka dibutakan dengan sikap
ghuluw sehingga menempatkan seseorang tidak pada
tempatnya.

Hati-hatilah dengan sikap ghuluw dalam mencintai dan
menyanjung seseorang. Dan hati-hatilah dengan subhat
ini sebab subhat ini sangat berbahaya, karena sudah
menyangkut wilayah akidah.

Ibnu Qoyyim rohimahulloh dalam kitabnya Ighootsatul
Lahfan Min Mashaaidisy Syaithaan, mengukip bahwa
Abdulloh bin Mas'ud rodhoyallohu anhu berkata, "barang
siapa hendak mengikuti, maka hendaklah ia mengikuti
orang-orang yang telah meninggal, karena  orang yang
hidup tak lepas dari fitnah. Mereka adalah sahabat 
Muhammad sholaloohu alaihi wasallam, yang paling utama
diantara umat ini, paling baik hatinya, paling dalam
ilmunya dan paling sedikit
takalluf(berlebih-lebihan)nya. Allah telah memilih
mereka untuk menjadi sahabat Nabi Nya dan turut 
menegakkan agamaNya. maka akuilah keutamaan mereka,
ikuti jejak dan teladan mereka. Sesungguhnya  mereka
berada di atas petunjuk yang lurus.

Bila ada kesalahan mohon diluruskan.
Wallohu a'alm

Wassalamu'alikum warohmatullah wabarokatuh



--- aris istn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 
> Perhatian: pesan yang diteruskan sudah dilampirkan.
>        
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di
> bidang Anda di Yahoo! Answers> From: "Mochammad"
<[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Asyura
> Date: Thu, 17 Jan 2008 22:20:23 -0800
> 
> Untuk teman, sahabat, saudara, dan keluarga saya
> 
> Terimalah bingkisan duka ini untuk kalian.
> 
> Semoga waktu kalian yang berharga tidak terbuang
> karena membaca tulisan ini
> 
>  
> 
> Semoga kita berjalan bersama Kafilah suci Ahlulbait
> Nabi
> 
>  
> 
> 9 Muharram 1429 H
> 
> Mochammad Baagil
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> "Aku Tinggalkan Kepada Kalian dua pusaka
> 
> Yang Jika Kalian Berpegang teguh kepada keduanya
> 
> Niscaya kalian tidak akan pernah tersesat selamanya
> 
> Yang peratama adalah Kitabullah (Al-Qur'an), 
> 
> yang didalamnya ada petunjuk dan cahaya yang
> menerangi,
> 
> berpegang teguhlah kalian kepadanya
> 
> Dan yang kedua adalah Ahlulbaitku (Keluargaku),
> 
> Demi Allah aku ingatkan kalian dalam hal
> Ahlulbaitku,
> 
> aku ingatkan kalian dihadapan Allah dalam hal
> ahlulbaitku"
> 
> (Hadits)
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Siapakah Al-Husein yang membuat seluruh alam
> tergila-gila kepadanya?
> 
> Lilin apakah ini yang menarik jiwa semua orang
> menjadi kupu-kupu baginya?
> 
> Wahai pagi yang paling hitam kelam
> 
> Dengan wajah apakah engkau akan menjadi terang di
> hari ini?
> 
> Tahukah engkau bahwa semua sudut hari ini penuh
> dengan kesedihan
> 
> Tahukah engkau bahwa hari ini, kehausan Husein akan
> memuncak
> 
> Tahukah engkau bahwa di saat itu, leher Husein yang
> kering kerontang
> 
> Akan dipenggal kaum durjana?
> 
> Yang mengaku ummat Muhammad
> 
> Yang mengaku ber-Tuhan
> 
>  
> 
> Wahai Husein, aku menyayangi pepohonan
> 
> Karena mereka selalu berdiri tegak
> 
> sebagai tanda penghormatan kepadamu
> 
> Aku sayangi air yang mengalir,
> 
> karena ia selalu mengalirkan cinta bagimu
> 
> Aku dambakan darah merah yang mengalir di tubuhmu
> 
> Aku pandang terus garis lazuardi
> 
> Karena di sanalah engkau sering tumpahkan kerinduan
> 
> Pada Allah Rabbul 'Alamin, Kekasihmu
> 
> Di ufuk timur nan merah membara
> 
> Di pagi subuh itu,
> 
> kulihat engkau sedang melakukan shalat, wahai Husein
> 
> Shalat shubuh terakhirmu,
> 
> sebelum engkau reguk cawan syahadah
> 
> Di hari Asyura
> 
> Di padang Karbala
> 
>  
> 
> Husein adalah manifestasi kebebasan dan pembebasan
> 
> Berbahagialah mereka yang mengikuti ajaran Husein
> ini
> 
> Ia katakan kepada kita semua
> 
> "Jangan lakukan kezaliman kepada siapapun
> 
> Dan jangan mau dizalimi oleh siapapun"
> 
> Inilah ajaran mulia Husein tercinta
> 
> Dan inilah ajaran Islam yang mulia
> 
>  
> 
> 
> 
>  
> 
>  
> 
> Husein, pewaris para Nabi
> 
>  
> 
>  
> 
> Bismillahirrahmanirrahim..
> 
> Allahumma Sholly 'Ala Muhammad wa 'Aly Muhammad...
> 
>  
> 
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa Adama Shafwatillah
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa Nuhin Nabiyillah
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa Ibrahima Khalilillah
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa Musa Kalimillah
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa 'Isa ruhillah
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa Muhammad Rasulillah.
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa 'Aliyyin Waliyillah
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa Fathimata wa Khadijah
> Assalâmu 'alaika ya wâritsa Hasanin Hujjatillah
> 
>  
> 
>  
> 
> Salam bagimu, Ya Aba 'Abdillah. Salam bagimu, wahai
> putra Rasulillah. Salam bagimu wahai curahan kasih
> Ali dan Fatimah, salam bagimu Ya Husein..
> 
> Inilah kami, sekian abad dari masamu, dalam tubuh
> ringkih yang penuh dosa, dengan lidah kelu yang
> tercemari dusta, dengan mata dan telinga, kaki dan
> tangan yang kami gunakan dalam nista.kami beranikan
> menyerumu meskipun besar rasa malu kami, kami
> kuatkan menyapamu betapapun kotor diri kami. Duhai
> cucu Nabi, entah bagaimana, dalam hati ini selalu
> ada kerinduan kepadamu. Kami tidak tahu, dari mana
> datangnya, Tuhan senantiasa menggerakan hati kami
> untuk mengenangmu. Seolah ada ruang yang tersisa, di
> kedalaman sanubari, setelah seluruh maksiat dan
> dosa.
> 
> Seolah masih ada cahaya, yang menanti di akhir
> perjalanan, setelah seluruh salah dan nista.
> 
> Sebagaimana dahulu, ya Husein, bersimpuh di kaki
> bumi, manusia ciptaan Tuhan yang pertama. Setelah
> seluruh nikmat di surga, ia terhempas ke alam dunia.
> Hanya 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke