http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/21172/180/
Ratusan Buaya Besar Berkeliaran
Laporan: Sriwijaya Post/Saifudin
Rabu, 12-03-2008 | 23:24:21
BANYUASIN, BPOST - Mengusir, apalagi membasmi buaya yang bermukim di
kawasan sungai Batanghari Mukut, Desa Mukut (Pulaurimau) , kecil kemungkinan
berhasil. Warga desa diminta beradaptasi karena populasi mencapai puluhan atau
bahkan ratusan, dan waspada agar tidak dimangsa.
Keberadaan buaya bisa diketahui dengan menyaksikan gelembung air yang
muncul di permukaan sungai dan bergerak. Gelembung ini kecil-kecil membentuk
garis, terutama pada aliran air yang lebih tenang.
Tanda-tanda lain, pada malam hari keberadaan diketahui apabila muncul di
permukaan. Matanya memancarkan warna merah apabila terkena sinar, dan ini bisa
dilihat dari kejauhan. Buaya hanya muncul apabila lingkungannya tenang, dan
akan menghilang ke bawah air apabila suara gaduh.
Perbincangan informal tim Sriwijaya Post (Grup BPost) dengan petugas
BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel yang tergabung Tim
Kabupaten Banyuasin, menyimpulkan warga harus bertindak rasional dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
"Warga hendaknya bertindak rasional, selebihnya bagaimana membangkitkan
warga kembali hidup seperti biasa," ujar Berlianto SH, Kader Konservasi Alam
Nasional tingkat madya, Rabu (12/3).
Anto begitu panggilannya, tergabung dalam kelompok aktivis pencinta alam
dan lingkungan hidup Gemapala Wigwam FH Unsri, selama tiga hari melakukan
pemantauan di sepanjang DAS Batanghari Mukut bersama Sriwijaya Post, sejak hari
Sabtu lalu.
Pemantauan dilakukan terutama di sepanjang sekitar 10 kilometer wilayah
Desa Mukut. Sampai sejauh ini, warga hampir setiap hari menyaksikan buaya
berukuran besar berkeliaran di sepanjang sungai.Terutama warga yang hilir-mudik
menggunakan sampan.