Dear mba Lona, Bang IS .. n mang Dipo ...

heheheh am so happy becoz of u all...... klo aku .. hem masih lom mo mati ah 
.... leh khan..? 


rgds
ivonne


--- On Sat, 8/16/08, iskandar effendi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: iskandar effendi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: CiKEAS> FW: Fwd: [media-indonesia] ( renungan ) Karena Mati Bukan 
Pilihan.....
To: CIKEAS@yahoogroups.com
Date: Saturday, August 16, 2008, 10:49 PM










    
            ini, ini,, jadi nya kemana ya??........ ..
ya udah,,,,ikut arus, ....sekalian ngedan,,,,
,,,,,,,,,,, mengarah kedalam diri manusia,
mang dipo, dan rekan rekan lelaki,,,
.....kita tau, kalau dia mati, maka dia bakal hidup

......kita tau., kalau dia hidup, maka dia bakal mati,
.....setelah menunaikan tugas, dia mati,,,dan "hidup"terjadi.
mbak lona, dan rekan rekan perempuan,,, ,
.....kita tau, kalau dia hidup, maka darah mu berhenti.

.....kita tau, kalau darah mu berhenti, maka dia hidup.
............ ......... .........
............ ...kemudian, waktu mu sudah selesai,...
............ ....maka, mati lah, dan berhenti lah darah mu.
.......

hari ini, hidup dan mati, berdarah, dan berhenti berdarah.
......itu episode "mengarah dalam diri manusia"

salam 
ie

2008/8/16 mang dipo <[EMAIL PROTECTED] com>

















    
            Apa lagi disampingnya. .., Mas.... hmmmm....




----- Original Message ----
From: Lona Arbi <[EMAIL PROTECTED] com>

To: [EMAIL PROTECTED] com
Sent: Monday, August 11, 2008 3:25:34 PM
Subject: Re: CiKEAS> FW: Fwd: [media-indonesia] ( renungan ) Karena Mati Bukan 
Pilihan.....









Ahk Mas Is.......kalau saya maunya Mati tapi hidup....... boleh kan?:)
 
 
Salam hidup,
Lona

--- On Sun, 8/10/08, iskandar effendi <iskandar.effendi@ gmail.com> wrote:

From: iskandar effendi <iskandar.effendi@ gmail.com>

Subject: Re: CiKEAS> FW: Fwd: [media-indonesia] ( renungan ) Karena Mati Bukan 
Pilihan.....
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Sunday, August 10, 2008, 8:10 AM





mati , itu berarti  menuju  lahir....... .....
lahir, itu berarti menuju mati....
.........keduanya mengalir seakan akan begitu adanya...
.........ada kah yang bisa mengatakan ," aku tidak mau lahir"..?

..........atau adakah yang bisa mengatakan "aku tidak mau mati"..?
<kontrol / kunci nya, dalam diri sendiri,.... siapa kamu.....>
salam 

2008/8/10 vonny vitawati <[EMAIL PROTECTED] com>











Tambahan .... Mati emang bukan pilihan ..... sapa siy yg mau milh mati ..? 



--- On Sat, 8/9/08, Tomi Sulastomo <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:



From: Tomi Sulastomo <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Subject: CiKEAS> FW: Fwd: [media-indonesia] ( renungan ) Karena Mati Bukan 
Pilihan.....

To: "[EMAIL PROTECTED] com" <[EMAIL PROTECTED] com>

Date: Saturday, August 9, 2008, 8:51 PM







Sebuah renungan buat kawan2, terutama bagi &#39;kawan kita&#39; yg senang 
menyebarkan energi negatif. Selamat merenung. Cheers.

----- Original Message -----
Subject: Fwd: [media-indonesia] ( renungan ) Karena Mati Bukan Pilihan.....

Date: Sun, 10 Aug 2008 0:38:05
From: Muhammad Farid <[EMAIL PROTECTED] .com>
To: <[EMAIL PROTECTED] co.id>


Sebuah renungan

---------- Forwarded message ----------
From: Sweet <[EMAIL PROTECTED] co.uk>
Date: Fri, 8 Aug 2008 05:34:36 +0000 (GMT)

Subject: [media-indonesia] ( renungan ) Karena Mati Bukan Pilihan.....
To: blue
 <bluebrainers@ yahoogroups. com>

Kalau ada yang bilang, "hidup itu adalah pilihan-pilihan" , saya kira
ada benarnya. Banyak hal yang menawarkan pilihan, tentunya dengan

konsekuensinya.

Tak usah jauh-jauh, kalau saat ini, Anda cuma punya uang 10.000
rupiah, Anda bisa memilih untuk makan siang atau justru
menyumbangkannya ke kotak amal. Pilihan pertama, konsekuensinya rasa

lapar anda setidaknya akan berkurang dengan sepiring nasi. Pilihan
kedua, mungkin perut keroncongan karena lapar, tapi anda telah
menambah tabungan amal jika anda melakukannya dengan ikhlas.

Pilihan-pilihan datang ke hadapan kita, tak sekedar urusan makan

seperti di atas. Pilihan untuk memilih sekolah, pekerjaan, bahkan
pasangan hidup seringkali menghadirkan pilihan-pilihan yang sulit dan
agak dilematis.
 Ada perasaan ragu, bingung, atau bahkan takut sebelum
mengambil keputusan itu.

Adanya berbagai pilihan, terkadang membuat kita mampu menghindari
sesuatu yang mungkin tidak kita senangi. Setamat kuliah, jika Anda

tidak senang bekerja di bawah perintah orang lain, anda bisa memulai
bisnis (usaha sendiri) meski kecil-kecilan.

Tapi, adakah sesuatu yang sama sekali tak menawarkan pilihan? Artinya
mau tak mau, anda harus memilihnya, mengambilnya, dan merasakannya? ?


Jawabannya ADA. Itulah kematian (maut)

Siapakah manusia yang mampu menolak datangnya maut?

Firaun, sang diktator yang kafir, dengan segala kekuatan, dan
kesombongannya karena mengaku sebagai Tuhan, tenggelam di laut merah

dalam sekejap.

Qarun, yang hidupnya dilingkupi harta benda berlimpah, "menangkap"
maut, meski semua hartanya sama sekali tak memberikan kebermanfaatan.

Para nabi dan utusan Allah pun tetap tak dapat
 menghindari maut.
Rasulullah yang mulia, kembali menghadap sang Khaliq begitu singkat,
di usia 63 tahun.

Kesimpulannya: orang baik atau jahat, orang beriman atau kafir, orang
kaya atau miskin, suatu hari jika saat nya telah tiba, PASTI AKAN

MATI.

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati" (QS Ali-Imran:185)

Persoalannya: Mati seperti apakah yang kita harapkan? Akhir hidup yang
bagaimana yang kita inginkan?

Akhir yang Baik-Kah, atau Akhir yang Buruk-Kah??? ??


<)^^(>
(( 'o' ))
=(,,)=(,,)=

(´´•.¸(´´•.¸ ¸.•´´) ¸.•´´)
> '''-_-'''It' s Me'''-_-''' »
(¸.•´´(¸.•´´ ´´•.¸)´´ •.¸)
http://sweety177. multiply. com/

http://www.friendst er.com/dyan177
YM
 = sweety9621

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Not happy with your email address?.
Get the one you really want - millions of new email addresses
available now at Yahoo! http://uk.docs. yahoo.com/ ymail/new. html


____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas.
Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
http://id.messenger .yahoo.com









      
      

    
    
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke