============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Terima kasih banyak, JB, atas tanggapan anda. 
Sering ada kesan di LN, bahwa GD adalah pemimpin yang paling setia membela
demokrasi, tapi mungkin kesan itu salah.

JB:
Opini saya tentang ini;
1  Gus Dur sudah layak dan sepantasnya mundur,karena tidak ada capabilitynya
babar blas..blas.

RH:
Dilihat dari luar Ina, pemimpin bangsa yang sering kelihatan di TV digandeng
dua orang di kiri-kanannya, dan sering keduten di wajahnya yang tidak melek
(dalam arti harfiah dan kiasan!), tidak enak sekali dipandang mata (meskipun
semua orang tahu, bahwa rupa luar tidak selalu mencerminkan mutu kemanusiaan
yang mendalam...)

JB:
2. Pernyataan yang dikeluarkan, disamping nggak nalar blas, kadang enggak
ada korelasi dengan yang diucapkan,wis enggak sinkron. mencla mencle,dan
enggak konsisten babar blas.

RH:
Setuju, selalu berganti sikap dan pendapat tidak memberikan rasa keamanan
kepada masyarakat.

JB:
3. Masih diragukan MW bisa memmipin bangsa ini, tetapi kalau didukung,
teknokrat, dan birokrat yang tangguh, saya pikir MW tinggal mengembangkan
Leadership dan Managerialnya.

RH:
Saya punya perasaan, bahwa pemimpin selayaknya mempunyai keunggulan dalam
satu atau dua hal. MW kelihatannya hanya punya "kharisma" (sperti juga GD!).
Meskipun didukung para pakar, saya tidak pasti apakah dia dapat memahami
jangkauan dan akibat policy yang diusulkan oleh para pendukung itu.
Jangan-jangan dia cuma jadi boneka!
Semoga perasaan saya ini akan dibuktikan salah kalau dia nanti jadi Pres!

JB:
4. TNI bukan inkonstitusionil, tetapi ini adalah bentuk pembangkangan,
karena sudah sering diusik usik. Cacing saj bisa menggigit lho.

RH:
Mungkin anda baca/dengar tentang "peringatan" dari USA, bahwa TNI harus
mendengarkan perintah atasan sipilnya? Bagaimana pendapat anda, apakah
pendapat US ini baik/betul atau buruk/salah, lepas dari persoalan apakah
negara adidaya itu telah mencampuri masalah negeri orang lain?

JB:
5. Indonesia harus siap mempunyai pemimpin sipil seperti zaman BK dulu, dan
ABRI nya harus sehat dan kuat. Lha nglawan GPK saja sepertinya keok.
Beraninya lawan Demonstran yang tak bersenjata. Kekuatan bersenjata, kalau
dibiarkan memimpin bangsa ini, cendrung otoriter,dan diktator. JB72

RH:
Meskipun benar bahwa BK adalah bapak bangsa dari asal-usul sipil, namun
kelihatannya dia telah menabur benih keadaan sekarang dengan menggunakan
ABRI sebagai landasan kekuasaannya. Pasukan pembela Presiden (Cakra Birawa?)
adalah warisan BK, yang hanya dilanjutkan oleh the bloody smiling general
brengsek dan penipu itu...! (Konon menurut survey yang baru saja diadakan di
Jakarta, kebanyakan orang masih memberi "rating" tertinggi kepada HMS
dibanding dengan Habibie dan GD (yang nilainya terendah!). Masyaalah...
Semoga kemelut politik dan kemasyarakatan di Indonesia segera berakhir!

Salam!
R Hardjono
http://www.latrobe.net.au/hardray/ 



Kirim email ke