============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Bro,

- Saya pikir di negeri kita masih belum bisa membedakan apakah seorang
pemimpin hanya dinilai kharisma-nya saja atau dinilai kemampuannya. Dari
pengamatan, sebagian masyarakat memilih seorang  menjadi pemimpin di bbrp
desa ataupun presiden lebih dikarenakan karena faktor kharisma.
Kalau begini, apakah sebaiknya dirubah saja menjadi sistem parlementer. Para
tokoh2 kharismatis yang "kurang mampu" memanage pemerintahan dijadikan
kepala negara. Sedangkan tokoh2 yang cakap memanage (sukur2 juga
kharismatis) dijadikan Perdana Menteri/kepala pemerintahan.
Inggris, Jepang & Thailand adalah contoh yang bagus. Kaisar Hirohito, Ratu
Elizabeth & Raja Bumiphol masih "untouchable", meski PM nya telah berganti2
(bahkan ada yg dimosi tdk percaya). Suka tidak suka sebagian bangsa kita
memang masih feodal. Penjajah telah diusir tapi feodalisme masih hidup.
Barangkali India dan Malaysia dapat memberikan perbandingan.

- Kekerasan massa saya kira tdk hanya terjadi pada pendukung Gus Dur saja.
Setiap tokoh yg berbasis massa kuat di Indonesia juga banyak yg memiliki
supporter beringgas. Cth : ketika Mega gagal jadi presiden, Solo & Bali
membara, dll
Bahkan setiap ada kampanye di negeri kita, banyak pula aksi yang menimbulkan
kengerian masyarakat. . Belum lagi gejala "teokratis" yg muncul di negeri
kita. Kadang2 beberapa tokoh telah "dicap" sebagai utusan Tuhan. Sehingga
sedikit terkena gesekan telah muncul isu SARA. Inikah demokrasi ? saya kira
kita masih harus banyak belajar. Pelajaran memang mahal untuk menjadi
demokrart & perlu pengorbanan. Better late than never !

- Kondisi sudah semakin penat. Barangkali siapapun yg akan jadi pemimpin
akan menghadapi masalah2 yang berat dan kompleks. Saya sendiri sudah sedikit
"apatis" dgn politik dan lebih mementingkan bagaimana mereformasi diri
sendiri. Mancing & Sepakbola saya kira merupakan salah satu cara mengurangi
kepenatan. Sayang Manchester United sudah keok dibabak perempat final.

Salam,

TP






Kirim email ke