============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================

Dimas Tony,

Selain mancing,menikmati lukisan yg bagus,lucu,bukan begitu ?
Kapan ke Jkt ? Saya belum pernah ikut mancing,lain kalilah diatur 
waktunya,kalau bisa anda ikut,sebagai wakil dari Yogya.
Ngomong2 soal lukisan, kok saya disarankan beli lukisannya Fajar Sidik ?
Bagaimana pendapat dimas Tony ?Mengenai yang abstrak2,saya kurang ngerti. 
Dan Bunga Jeruk,komposisi warnanya bagus ya ?

Salam ABH/67

At 02:04 PM 5/25/01 +0700, you wrote:
>============================================
>Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
>============================================
>
>Bro,
>
>- Saya pikir di negeri kita masih belum bisa membedakan apakah seorang
>pemimpin hanya dinilai kharisma-nya saja atau dinilai kemampuannya. Dari
>pengamatan, sebagian masyarakat memilih seorang  menjadi pemimpin di bbrp
>desa ataupun presiden lebih dikarenakan karena faktor kharisma.
>Kalau begini, apakah sebaiknya dirubah saja menjadi sistem parlementer. Para
>tokoh2 kharismatis yang "kurang mampu" memanage pemerintahan dijadikan
>kepala negara. Sedangkan tokoh2 yang cakap memanage (sukur2 juga
>kharismatis) dijadikan Perdana Menteri/kepala pemerintahan.
>Inggris, Jepang & Thailand adalah contoh yang bagus. Kaisar Hirohito, Ratu
>Elizabeth & Raja Bumiphol masih "untouchable", meski PM nya telah berganti2
>(bahkan ada yg dimosi tdk percaya). Suka tidak suka sebagian bangsa kita
>memang masih feodal. Penjajah telah diusir tapi feodalisme masih hidup.
>Barangkali India dan Malaysia dapat memberikan perbandingan.
>
>- Kekerasan massa saya kira tdk hanya terjadi pada pendukung Gus Dur saja.
>Setiap tokoh yg berbasis massa kuat di Indonesia juga banyak yg memiliki
>supporter beringgas. Cth : ketika Mega gagal jadi presiden, Solo & Bali
>membara, dll
>Bahkan setiap ada kampanye di negeri kita, banyak pula aksi yang menimbulkan
>kengerian masyarakat. . Belum lagi gejala "teokratis" yg muncul di negeri
>kita. Kadang2 beberapa tokoh telah "dicap" sebagai utusan Tuhan. Sehingga
>sedikit terkena gesekan telah muncul isu SARA. Inikah demokrasi ? saya kira
>kita masih harus banyak belajar. Pelajaran memang mahal untuk menjadi
>demokrart & perlu pengorbanan. Better late than never !
>
>- Kondisi sudah semakin penat. Barangkali siapapun yg akan jadi pemimpin
>akan menghadapi masalah2 yang berat dan kompleks. Saya sendiri sudah sedikit
>"apatis" dgn politik dan lebih mementingkan bagaimana mereformasi diri
>sendiri. Mancing & Sepakbola saya kira merupakan salah satu cara mengurangi
>kepenatan. Sayang Manchester United sudah keok dibabak perempat final.
>
>Salam,
>
>TP

Kirim email ke