Bicara tentang Buku Dhamma, saya ingin berbagi cerita tentang Penerbit Karaniya.Kebetulan dulu saya pernah aktif di Vihara Vimala Dharma, Bandung, dimana Karaniya mulai lahir, di awal 90-an. Karaniya dimulai oleh beberapa aktivis vihara yang ingin memperkenalkan buku-buku Dhamma yang berkualitas ke masyarakat Buddhis Indonesia.
 
Kebanyakan buku-buku Dhamma yang kita terbitkan oleh Karaniya di Indonesia adalah hasil terjemahan. Dan untuk itu dibutuhkan penerjemah, yang umumnya sukarelawan. Buku-buku ini diterbitkan dengan mengunakan kualitas kertas yang baik dan dikemas dengan menarik. Dan untuk kemudian dipasarkan lewat toko buku seIndonesia. Untuk semua biaya yang dikeluarkan; produksi dan distribusi; seringkali harga jual buku-buku Karaniya tidak mampu menutupi ongkos produksi.
 
Tujuan distribusi lewat toko buku yang memiliki jaringan nasional adalah agar buku-buku Dhamma bisa dijangkau oleh para umat Buddha dan simpatisan di seluruh Indonesia DAN SAMA SEKALI BUKAN UNTUK MENCARI KEUNTUNGAN!!!
 
Sebagai sesama Buddhis, seharusnya kita saling mendukung satu sama lain. Kalau tidak bisa sumbang tenaga, sumbang uang adalah salah satu jalan keluar untuk menjadikan buku Buddhis terjangkau. Belilah buku-buku Buddhis dan berikanlah pada mereka yang membutuhkan, dengan ini anda membantu juga bukan?
 
Selain Karaniya, saya juga mengenal seorang teman baik, yang rela mengeluarkan uang pribadi untuk mencetak buku-buku Dhamma yang dia edit dan cetak sendiri untuk kemudian dibagikan secara gratis. Yang ini berarti beliau menyumbangkan tenaga dan waktu. Dan sudah puluhan ribu buku yang sudah beliau cetak dan bagikan. Teman yang baik hati ini tidak suka namanya dipublikasikan.
 
Sebagai salah satu �mantan� aktivis sekolah minggu; kami seringkali menerima kritik pedas dari para orang tua murid. Katanya sekolah minggu membosankan, materinya itu-itu saja, etc........ Untuk solusinya agar bisa meningkatkan kualitas sekolah minggu, kami seringkali meminta para orang tua murid agar menjadi sukarelawan sekolah minggu, baik itu sebagai guru maupun tenaga administrasi. Umumnya bagi mereka yang benar-benar ingin membantu dan tidak �asal ngomong dan bunyi� mereka setuju dan bergabung bersama kami.
 
So, memberikan komentar boleh tapi kalau mau membantu, lebih baik lagi; saya tawarkan agar juga ikut sumbang tenaga memajukan agama Buddha. Well, as a start; Karaniya minta bantuan untuk mengirimkan pengalaman membaca buku, untuk menumbuhkan minat baca buku.
 
Agar buku Dhamma bisa gratis dan tidak perlu dijual, perlu subsidi. Atau bisa juga cari dana secara mandiri untuk menutupi ongkos cetak.
Penerbit Dian Dharma sudah melakukannya dengan mendistribusikan buku-buku Buddhis secara gratis.
 
Anda juga bisa melakukannya kedua option tersebut, dengan ini akan membuat 'mengutip tulisan anda' ".......Berbahagialah mereka yang berdana untuk mencetak buku dharma yang dibagikan secara cuma cuma, karena berdana dharma memliliki manfaat yang lebih besar daripada berdana segunung emas permata. Memberikan buku dharma secara cuma cuma seperti udara segar yang memenuhi semua makhluk di dunia ini, bebas tanpa batas".
 
Sekarang pertanyaannya, ada solusinya gak atau tulisan anda pun hanya sebatas wacana?

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Message: 10       
   Date: Thu, 19 May 2005 05:52:57 -0000
   From: "chingik2003" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Menjual dharma atau menyebarkan dharma?


Discover Yahoo!
Use Yahoo! to plan a weekend, have fun online & more. Check it out!

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke