Hai rekan Surya dan semua,
(Semoga bahasan ini tidak dilihat sebagai HANYA soal Thera_Maha_Vajra. Tapi
soal cara berpikir, yang bisa diterapkan pada hal2 lain juga.)
Saya satukan email Anda.
di [Dharmajala] Greetings from Karawaci ;-)
>sorry banget, dalam waktu dekat ini gak bisa ikut diskusi lagi
> kayaknya
> soalnya kalo diskusi kan perlu mikir, otak gue perlu istirahat, jadi
> males diskusi di sini dulu
> kalo sekedar tulis2 iseng sih, itu hobi lama yg sulit dihilangkan :-p
----------
Wijaya:
Padahal pertanyaan saya sangat simpel, pengetahuan umum. Sekedar informasi,
yang tidak butuh analisa apa-apa. Lihat penjelasan rekan Harryson.
Menurut saya, Isi kitab suci sekte atau agama lain, adalah haknya. Kalau
isinya demikian--apapun--, umat lain ngga boleh protes. Kalau ada yang
meminta penjelasan, ini kesempatan buat menjelaskannya, dan sekaligus
menghilangkan, meluruskan disinformation.
>saya sependapat dgn rekan harryson mengenai hal ini
> kata2 dalam Sutta maupun Sutra tidak semuanya dapat dipahami secara
> literal.
> ada makna2 tertentu yg terkandung di dalamnya
--------
Wijaya:
Kalo ikrar itu bukan bermakna literal, menurut saya, ikrar itu bisa disebut
sebagai--maaf-- 'bohong putih'. Itu buat ditujukan pada DIRI SENDIRI, bukan
untuk ditujukan, dibandingkan pada AJARAN, SEKTE LAIN. So, mestinya ikrar,
konsep bodhisatva itu sangat tidak tepat KALO dipakai menilai ajaran lain.
(Umum, bukan saya tujukan pada rekan siapapun)
> Kwan Im, Tara, Manjushri dsb dsb dapat dipahami sebagai Bodhisattva
> ataupun Buddha yg bermanifestasi kembali jadi bodhisattva
--------
Wijaya:
Maaf, Menurut saya pernyataan Anda sangat rumit sekali, berbelit-belit.
Kontradiksi. Bodhisattva adalah CALON BUDDHA, gimana Buddha bisa dikatakan
bermanifestasi kembali menjadi Bodhisattva?
Nirvana adalah akhir tumimbal lahir, gimana memahami Buddha MASIH
bermanisfestasi, hidup lagi.
> bagaimana dgn klaim dalam salah satu sutta Pali kalo praktik
> meditasi (apa ya gue lupa) dalam 3 hari bisa pencerahan.
> apakah udah banyak yg membuktikan klaim itu? apa buktinya?
------------
Wijaya:
Pertanyaan meragukan dari Anda ini membingungkan. Kesannya Anda tidak
mempercayai Ajaran Fondasi sendiri. Rumit dan Kontradiksi lagi.
Anda dua kali kirim pertanyaan tersebut. Semula saya abaikan, karena yang
tanya adalah Anda. Kalibernya bukan main2. Yang mengaku dulunya dari
Theravada, menyatakan Ajaran Theravada = FONDASI, dan sekarang posisi Anda
di "S2", Vajrayana ("S1"-nya mungkin Mahayana ^_^ Just kidding ). Saya
maknai, Anda sudah MENGUASAI, LULUS dari ajaran Fondasi. Saya sadari,
informasi Anda lebih luas dp saya. Jadi saya pikir itu pertanyaan buat
menguji saya doang.
Tapi dengan pertanyaan ulang YANG MERAGUKAN soal itu, 3 hari bukan 7 hari,
menjadi bukti bahwa sesungguhnya Anda BELUM MENGUASAI AJARAN FONDASI. Teori,
apalagi praktek. Anda menyatakan Theravada (kemudian Anda ralat menjadi
SEBAGIAN) adalah fondasi buat belajar mahayana, Vajrayana.
Gimana kalau ada rekan Vajrayana(teori dan praktek ala kadarnya), pindah ke
agama lain, dan nulis pernyataan,"Berkat belajar Vajrayana, saya jadi
mengerti dan mengimani kebenaran agama X."
Apakah cukup fair ia menyatakan bahwa,"Vajrayana adalah Fondasi dari agama
X"?
Kalau seseorang belajar teori dan praktek sampai tuntas, kemudian beralih ke
sekte atau agama lain, lalu bilang demikian, menurut saya itu baru fair.
Saya kutipkan sutta yang Anda maksud, ya:
Para bhikkhu, siapa saja yang melaksanakan Empat Landasan Kesadaran untuk
tujuh tahun, salah satu dari dua pahala yang dapat diharapkan dalam
penghidupan sekarang, yaitu tercapainya Pengetahuan Tertinggi 2) atau jika
masih terlahir akan mencapai anagami.
Atau, jangankan tujuh tahun, para bhikkhu, siapa saja yang melaksanakan
Empat Landasan Kesadaran ini hanya untuk enam tahun ..., untuk lima tahun
..., untuk empat tahun ...., untuk tiga tahun ..., untuk hanya dua tahun,
dalam dirinya dapat diharapkan salah satu dari dua pahala ini, yaitu dalam
kehidupan ini tercapainya Pengetahuan Tertinggi atau jika masih terlahir
lagi akan mencapai anagami.
Atau, jangankan satu tahun, para bhikkhu, Empat Landasan Kesadaran ini untuk
enam bulan, atau untuk lima bulan, atau untuk empat bulan, atau untuk tiga
bulan, atau untuk dua bulan atau untuk satu bulan, atau hanya setengah bulan
saja dalam dirinya dapat diharapkan salah satu dari pada dua pahala ini,
yaitu tercapainya Pengetahuan Tertinggi atau jika masih terlahir lagi akan
mencapai anagami.
Atau, jangankan setengah bulan, para bhikkhu, siapa saja yang melaksanakan
Empat Landasan Kesadaran ini untuk tujuh hari, dalam dirinya dapat
diharapkan salah satu dari pada dua pahala ini, yaitu dalam kehidupan ini
tercapai Pengetahuan Tertinggi atau jika terlahir lagi akan mencapai
anagami.
Atas dasar ini dikatakan :
Satu-satunya jalan, para bhikkhu, untuk mensucikan makhluk-makhluk, untuk
mengatasi kesedihan dan ratap tangis, untuk mengakhiri derita dan duka cita,
untuk mencapai jalan benar, untuk mencapai Nibbana, yaitu Empat Landasan
Kesadaran.
Untuk lengkapnya, silahkan kunjungi:
http://www.samaggi-phala.or.id/tipitaka_dtl.php?cont_id=732
Menurut kesimpulan saya, Sutta itu menyatakan, Satipatthana kalau dilatih,
ADA YANG BISA sukses ANTARA 1 detik sampai dengan 7 tahun. Dalam artian,
dilatih secara kontinyu, tanpa terputus.
Nah, rekan Surya, tidak ada klaim yang Anda tanyakan itu.
Salam metta,
Wijaya
----- Original Message -----
From: "bodhimanggala" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 24, 2005 9:48 PM
Subject: [Dharmajala] Re: Thera_Maha_Vajra
> saya sependapat dgn rekan harryson mengenai hal ini
> kata2 dalam Sutta maupun Sutra tidak semuanya dapat dipahami secara
> literal.
> ada makna2 tertentu yg terkandung di dalamnya
> sekarang saya tanya kepada rekan Wijaya
> bagaimana dgn klaim dalam salah satu sutta Pali kalo praktik
> meditasi (apa ya gue lupa) dalam 3 hari bisa pencerahan.
> apakah udah banyak yg membuktikan klaim itu? apa buktinya?
>
> Kwan Im, Tara, Manjushri dsb dsb dapat dipahami sebagai Bodhisattva
> ataupun Buddha yg bermanifestasi kembali jadi bodhisattva
>
> cheers
> surya
> =========================================
>
> --- In [email protected], harryson huang
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Saya ingin berkomentar sedikit tentang: ikrar Bodhisattva untuk
> menunggu semua makhluk mencapai Nirvana dulu, baru mencapai
> pencerahan agung.
> >om
>
>
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih,
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta
sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/