Dear Brothers & Sisters,
Sekuntum Teratai untuk Anda Semua,  Para Cikal Bakal Buddha,,,
Sungguh berbahagia sekali, Saya bisa mengikuti Acara Mindfullness and Lazy day yang telah diselenggarakan di Pondok Amithayus Seminggu yang lalu.( Maaf Ya, klo komentarnya telat begini,…) Terus terang, Semua ini berkat jerih payah Bro Juned yang telah mempromosikan suasana keakraban & kebersamaan Rekan-rekan sedharma dalam KPD Jakarta.
Untuk itu adalah Pantas bila Saya berterimakasih dulu ke Bro Juned….yang semestinya turut bergembira.
Berikut ini, ada sedikit Komentar dari Saya;
Semestinya Acara Mindfullness day ini, Kita awali dengan bangun Pagi. Tapi maaf sekali Subuh di Sabtu itu, Saya benar-benar ngantuk berat & rada-rada malas untuk bangkit, walau dengan jelas kudengar dua kali Alarm sebelum lonceng Perhatian Penuh dibunyikan oleh Panitia.
Sesaat kemudian Saya baru menyadari Maksud dari kedatanganku disini yang tidak lain adalah untuk berlatih Hidup Berkesadaran bersama, sehingga dalam sekejap rasa kantukku jadi sedikit berkurang, ditambah dengan Semangat Juang para rekan yang mulai mondar-mandir bermeditasi bersih diri, Semangat Mereka telah memicuku untuk Bangkit, padahal klo di rumah pasti deh Saya akan tertidur pules lagi …(he-he-he)
Antara Sadar ataupun setengah Sadar (karena ada moment2 yang hilang saat beraktifitas), masih saja Saya rasakan perbedaannya dengan Rutinitasku sehari-hari. Hal ini dikarenakan semua gerakan yang Saya lakukan berusaha Diperlambat sedemikian rupa seakan setiap adegannya terekam dengan jelas, ditambah dengan suasana hati yang memang telah disiapkan untuk berlatih bersama...
Acara Sabtu Pagi itu dimulai dengan Ngondro bersama yang dipimpin oleh Bro Budi dari Jakarta, disusul dengan meditasi Metta yang dipandu oleh Bro Jimmy. Seusainya sambil nunggu Sarapan kita dipersilahkan untuk meditasi bersih diri atau meditasi Duduk ataupun Jalan. Banyak pilihan yang boleh diambil, Sesudah Sarapan Kita tidak diperbolehkan untuk bersuara lagi. Dan Acara  Mindfullness day segera dimulai dengan selang seling selama Sejam Meditasi Duduk Dan Meditasi Jalan, yang akan ditandai dengan Bunyi Lanceng Perhatian Penuh.
Lepas Meditasi Makan, karena adanya pemberitahuan boleh beristirahat selama setengah Jam, segera deh setelah seputaran Meditasi Jalan (agar makanan yang kukonsumsi tercerna dengan baik), Sayapun ikutan meditasi relaksasi dilantai 3, dan akhirnya jadi ketiduran betulan lebih dari sejam. (Maaf Ya, teman-teman, karena nggak tahan ngantuknya, …….:p )
Alhasil, setelah benar-benar Istirahat Saya jadi lebih segar dan tahan untuk Meditasi duduk walau kakiku sakitnya bukan main, tapi konsentrasi masih ada pada nafas yang masuk dan keluar, seakan mengabaikan Canda tawa kebahagiaan dari para rekan yang sedang menyiapkan makan malam untuk Kita Semua (Terima kasih atas jerih payah Anda Semua yang telah mempersembahkan kebersamaan yang begitu tulus serta Nasi Goreng yang begitu lezat.).
Maaf  lho, klo Saya tidak sharing lebih lanjut tentang Meditasiku, karena akan memberikan efek yang terbatas dari definisi Meditasi itu sendiri. Menurutku Semua Fenomena yang muncul saat bermeditasi memang harus dialami sendiri. Terlepas dari benar ataupun salah, adalah sulit untuk menjelaskannya. Yang jelas dengan berlatih bersama, akan timbul Semangat untuk konsentrasi yang lebih dalam.
Begitu kedengaran lonceng selanjutnya Saya segera bertolak ke dapur untuk melihat dari dekat suasana gotong royong yang demikian Indah dari rekan2 sekalian, bahu membahu menyiapkan makan malam untuk Semua. Seusainya, Sayapun ikutan main bola dilapang rumput dengan penuh keakraban dan penuh perhatian, sehingga gawang yang dikawal oleh Pasukan rambut cepak sangat sulit dibobol oleh Pasukan rambut gondrong….. (he-he-he).
Menjelang Petangnya setelah Meditasi bersih diri, Saya segera dinner Nasi goreng. Terus bersiap2 untuk mengikuti Acara Kesan & Pesan yang memang merupakan bagian dari acara untuk mempererat tari persaudaraan.
Acara segera disusul dengan nonton film bareng di lantai 3 dengan Judul: ”I Not Stupid 2.” Makna dari Film ini adalah  bahwa tragedy kehancuran Rumah Tangga dimungkinkan hanya oleh urusan yang sepele seperti ;
1. Gagalnya komunikasi, terutama dalam hal ini adalah sulit “ mendengarkan orang lain ”.
2. Tidak menghargai orang lain, lebih mementingkan Diri Sendiri dan terlalu mendikte.
3. Sikap Orang Tua yang selalu merasa Benar dan Tahu segalaNya.
4. Sibuk Bisnis, tidak ada waktu untuk keluarga dan Anak-anak.
5. Suasana kering & hampa dirumah menciptakan Image fungsi Rumah hanya sebagai tempat tidur
6. Disiplin sekolah yang kaku.
Konsep Apel Busuk yang bila dibuang seluruhnya akan menciptakan semakin banyaknya Preman yang berkeliaran di Jalanan, yang pada gilirannya tentu saja akan meresahkan Masyarakat. Padahal dengan Melihat Secara Mendalam, terbentuknya Apel Busuk ini tidak lain dan tidak bukan adalah dari sulitnya kita mendengarkan Orang lain. Sehingga tidak heran, jika seorang anak yang baik akan berubah menjadi anak jahat, Padahal klo Uneg-uneg Mereka didengarkan dengan Penuh Perhatian, tidak mustahil Mereka juga bisa berprestasi dan tentu saja Preman di Jalanan akan berkurang jumlahnya. Dengan menyadari fenomena ini, adalah Betapa Pentingnya Kita semua berlatih Meditasi DBD (Dengar, Baca, Diskusi) dengan sungguh-sungguh.
Selain Film tsb di atas, juga diputar film Social documenter di Bangladesh yang karena perebutan lahan, secara Politik dan Ekonomi telah membinasakan sekelompok etnis tertentu yang sungguh2 mengharukan. Dari sini Kita baru belajar bahwa karena keinginan Seseorang, begitu banyak orang yang jadi korban. Terus sebagai Penutup untuk nonton bareng ini, ada sebuah Film dengan Aktor yang cacat parah semenjak lahir bernama Mr. Nick. berisi motivasi agar kita tidak gampang frustasi dan menyerah oleh keadaan
Setelah acara BBQ yang bertujuan untuk mempererat persaudaraan, lewat tengah malam, kembali kita kumpul di lantai3 untuk Perenungan dan membuat tekad untuk diri sendiri agar senantiasa berlatih dan berbagi hidup berkesadaran, sehingga Pelita yang sudah ada didalam diri sendiri tetap terjaga dan tidak Padam. Simbol lilin dipakai dengan makna bahwa cahayaNya sama sekali tidak berkurang pada saat kita berbagi dengan orang lain. Dengan berbagi (cahaya) ini suasana ruangan yang tadinya Gelap gulita dalam sekejap menjadi terang benderang. Artinya bersatu, Kita akan Kuat dan Pelita-pelita Para Saudara akan menjadi Lonceng Perhatian Murni kita bersama.
Keesokkan harinya, karena Temanya Lazy Day, langung deh terbayang untuk bermalas2an dan bangun Siang, mumpung hari libur dan kemarin tidurNya kemalaman lagi…:P
Makna sebenarnya dari Lazy Day ini menurut hematku adalah membawa latihan Spiritual kita kedalam kehidupan Kita sehari-hari, menjadi lebih flexible dan Santai, tidak kaku dan terbelenggu oleh berbagai Aturan yang sudah ada. Sebenarnya dengan Berdiam pada Kekinian, seseorang sudah berlatih Hidup Berkesadaran. Melihat dan Menjalankan setiap Aktifitas sebagaimana mestinya, tanpa embel-embel.
Terus kenapa Kita sangat Sulit untuk melaksanakannya? Hal ini disebabkan Kita tidak pernah berlatih dengan Sungguh-sungguh, dan Energy Kebiasaan masih membelenggu Kita. Kita cenderung memberi Label sana sini atas segala sesuatu yang muncul tanpa mencernanya terlebih dahulu, sehingga terkadang masalah kecil berubah menjadi masalah besar, karena Salah Presepsi Kita.
Karena itulah mumpung masih ada waktu luang, dan Ajaran Sang Buddha masih dimungkinkan Di Bumi Pertiwi Kita tercinta ini, Secara Pribadi Saya ajak Adik-adik Sekalian untuk senantiasa belajar, berlatih dan berbagi Hidup Berkesadaran, sehingga Kita mengerti makna dari Hakekat Hidup Kita.
Terimakasih buat Seluruh Panitia yang telah berjuang hingga Acara ini dimungkinkan terselenggara dengan baik, Terutama Bro Jimmy, yang telah menemukan System Pengajaran Baru dan memperlihatkan Indahnya Buddha Dharma. Sungguh Saya telah mendapatkan manfaat yang teramat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Dan Bagi Adik-adik belum ikutan,…Saya harapkan Jangan sampai ketinggalan pada Sesi yang berikutnya…. Gak bakalan Nyesal deh……..  
Terimakasih juga kepada kedua Putraku, Frederick Halim (3,9 thn) dan Edbert Halim (2,5 thn) yang telah menunggu dengan Setia di Rumah, tidak berkelahi, Mengizinkan & Merelakan kepergian Papa Dan Mama untuk belajar, berlatih serta berbagi Hidup Berkesadaran dengan Keluarga Spiritual Papa & Mama Selama 2 hari, 2 malam di Pondok Amithayus, Cipayung Ciawi-Bogor. Papa berjanji akan mengamalkan Semua Ilmu yang telah diperoleh untuk Manfaat Semua Makhluk.
Oya masih ada sedikit tambahan untuk Panitia, terutama untuk Lazy Day, bahwa Pembauran belum benar-benar terjadi, sepertinya masih berkelompok, Terutama yang dari Bandung. Perlu dipikirkan sebuah Permainan yang dapat mengakomodasi seluruh Peserta agar Suasana kebersamaan benar-benar dimungkinkan.
 Sekian Dan Terimakasih,

Dengan Metta,
Rizal. Bdg. August 2nd,  2006
========================================================
(mohon maaf bro Rizal, dan teman2 semua, fotonya tidak bisa ditampilkan, karena memorynya terlalu besar:diatas 200kb. Terimakasih.. Julie)
 
 


Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **





YAHOO! GROUPS LINKS




__,_._,___

Kirim email ke