Berita Utama
Senin, 09 Oktober 2006
Bandara Jambi Lumpuh

Jarak Pandang Hanya 500 Meter, Pendaratan Pesawat Gunakan ILS
Jambi, Kompas - Bandara Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi, hari Minggu (8/10) lumpuh. Seluruh penerbangan dari Jakarta ke Jambi dan sebaliknya, masing-masing enam kali batal berangkat dan mendarat. Asap pekat dari kebakaran lahan dan hutan, mengakibatkan Kota Jambi dan sebagian besar wilayah Provinsi Jambi gelap.
Jarak pandang di bandara pada pagi hari hanya antara 100-200 meter. Pada siang hari jarak pandang membaik menjadi 400 meter, sedangkan pada sore hari kembali pekat dan menjadi 200 meter. Sekitar 600 calon penumpang yang telah memiliki tiket Jambi-Jakarta terlihat tidak panik dan sabar menunggu perkembangan kondisi bandara.
Sebelumnya, penutupan Bandara Sulthan Thaha Syaifuddin secara total pernah terjadi selama 47 hari pada September dan Oktober 1997. Saat itu kabut asap akibat pembakaran lahan terus menyelimuti Jambi, termasuk Bandara Sultan Thaha.
Pada hari Minggu kemarin, satu-satunya pesawat yang berhasil mendarat di Bandara Sulthan Thaha Syaifuddin adalah Fokker F-27 milik Riau Air yang datang dari Pekanbaru pada pukul 08.50. Dari Jambi, pesawat Riau Air tersebut lalu terbang ke Batam.
"Fokker F-27 Riau Air tersebut menggunakan baling-baling, dan bisa terbang rendah menerobos asap," kata Deddy Setiono, Kepala Seksi Operasi Darat Bandara Sultan Thaha Syaifuddin.
Asap pekat juga menyelimuti Riau. Jarak pandang Minggu (8/10) hanya berkisar antara 400 - 500 meter. Akibat terbatasnya jarak pandang, aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru sempat dihentikan Minggu pagi antara pukul 07.00 - 09.00. Setelah pesawat Garuda berhasil mendarat tepat pukul 08.50 dari Jakarta, aktivitas penerbangan berangsur normal meski sejumlah pesawat tujuan Pekanbaru maupun dari kota ini ke berbagai daerah tetap banyak mengalami penundaan.
Asap tebal juga menyelimuti Palembang hingga Minggu, jarak pandang berkisar 200 meter -400 meter. Akibatnya asap pekat mengganggu penerbangan pesawat, sehingga beberapa penerbangan dibatalkan dan ditunda.
Penerbangan yang dibatalkan adalah Garuda Indonesia jurusan Palembang-Jakarta pukul 06.45, dan Lion Air pukul 06.15. Pengumuman pembatalan itu dilakukan pada Minggu pagi.
Kepala Seksi Operasi Darat Bandara Sultan Thaha Jambi Deddy Setiono menyatakan enam penerbangan Jakarta-Jambi dan sebaliknya yang terganggu asap ialah dua penerbangan Lion Air dan masing-masing satu penerbangan Adam Air, Batavia Air, dan Sriwijaya Air.
Para calon penumpang yang kemarin batal berangkat ke Jakarta, diberi pilihan masing-masing maskapai, menunggu keberangkatan berikutnya atau uang tiket dikembalikan. Calon penumpang yang tidak bersedia berangkat dengan penerbangan berikutnya karena tidak ada kepastian akibat cuaca buruk, perusahaan penerbangan mengembalikan uang calon penumpang sama dengan harga tiket.
"Calon penumpang yang tidak berangkat hari ini, ditunda besok. Hari Senin (9/10) Lion Air menyediakan dua penerbangan dari Jambi ke Jakarta dan sebaliknya," kata Manajer Daerah Lion Air Jambi Ade Irwan.
Sejak pengumuman pembatalan terbang, kesibukan di bandara meningkat. Loket perusahaan penerbangan dipenuhi calon penumpang yang menguangkan tiket. Pembatalan terakhir dilakukan perusahaan penerbangan Lion Air yang disampaikan petugas Bagian Informasi Bandara sekitar pukul 15.40. Hingga pukul 16.30 masih banyak calon penumpang di bandara yang mengurus uang pengembalian tiket.
Akibat pembatalan penerbangan, hampir lima ton udang ronggeng atau udang ketak hidup dari Kuala Tungkal yang siap dikirim ke Jakarta, diangkut kembali ke Kauala Tungkal.
Rombongan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang enggan menunda kepulangan, akhirnya memilih naik bus. Armada bus Jambi Transport memberi pelayanan menjemput rombongan KPI ke Bandara Sulthan Thaha Jambi .
"Kami mencarter bis seharga Rp 8 juta untuk mengantar 17 anggota rombongan pulang ke Jakarta," kata Usman, staf KPI. Meskipun merasa kecewa akibat penerbanan pesawat dibatalkan, calon penumpang pesawat umumnya sabar. Mereka memahami dan menerima kenyataan dengan lapang dada. Sebagian calon penumpang berasal dari luar Kota Jambi, seperti Kuala Tungkal, Bangko, Bungo, dan Tebo. Ada pula yang berasal dari Tembilahan dan tempat lainnya di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Kualitas udara di Kota Jambi dan sekitarnya mendekati berbahaya. Indeks Standar Pencemaran Udara di Kota Jambi hari Minggu berada pada angka 151, artinya kualitas udara tidak sehat. Kebakaran hutan produksi terbatas eks HPH PT Rimba Karya Indah (RKI), hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) Sekitar Tanjung dan HTI PT Diera Hutani Lestari masih belum padam, api terus menjalar.
Masalah dengan variabel berbeda tampak di Palangkaraya. Kantor Pos Palangkaraya Kalteng menyiapkan alternatif pengiriman surat dan paket barang apabila aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut dibatalkan.
Pilihan yang diambil, mengirim paket pos dengan transportasi darat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kemudian paket diteruskan ke alamat tujuan.
“Kiriman yang akan dialihkan lewat Banjarmasin untuk tujuan Jawa, Sumatera, dan Sulawesi (yang biasanya menggunakan jasa kargo penerbangan-red)," kata Kepala PT Pos Palangkaraya, Limhan T Assau, Minggu (8/10).
Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid yang sedang berada di Bandung, Minggu menyatakan, penyelesaian masalah asap di Indonesia yang menggangu negara lain seperti Malaysia dan Singapura, harus diselesaikan melaui forum ASEAN. Kasus asap ini dapat dijadikan pemicu menggairahkan kembali kerja sama anggota negara ASEAN.
"Saya melihat selama ini kerja sama yang ada (di ASEAN) tidak permanen. Padahal, kalau dilakukan secara bagus, masalah ilegal logging akan dapat terselesaikan begitu juga asapnya," kata Hidayat.
Ratifikasi
Dalam kaitan asap ini, Pemerintah Malaysia mendesak Indonesia meratifikasi kesepakatan yang bertujuan mempermudah pemberian pertolongan sesama ASEAN untuk mengatasi asap. Dari semua anggota ASEAN, tinggal Indonesia yang belum meratifikasi Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Asap Lintas Batas (ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution). Negara ASEAN sudah memberi persetujuan pada pada 2002 lalu.
Jika semua negara sudah meratifikasi, maka sebuah pusat koordinasi regional, yang bereaksi cepat mengatasi asap, sudah bisa dibentuk. "Kini ASEAN tinggal menunggu kesiapan Indonesia meratifikasi sehingga pusat koordinasi bisa dibentuk," kata Menteri Lingkungan Hidup Malaysia Azmi Khalid kepada harian The Star, edisi Minggu (8/10).
Azmi mengatakan Malaysia tidak mengerti mengapa Indonesia belum juga meratifikasi.
Pemerintah Indonesia masih melakukan pembahasan dengan DPR-RI soal kerja sama ASEAN itu. Setiap ratifikasi yang melibatkan komunitas internasional, pemerintahan harus selalu meminta persetujuan parlemen.
Azmi mendesak Indonesia menghukum pembakar lahan. "Kami memohon dengan sangat kepada Indonesia untuk mengenakan hukuman keras terhadap pelaku," kata Azmi.
Wakil Perdana Menteri Malaysia Najib Rajak mengatakan kerja sama regional soal asap itu berguna untuk penggalangan dana, yang akan dialokasikan membiayai pembelian teknologi pencegahan kebakaran lahan.
Menteri Senior Singapura Goh Chok Tong sebagaimana diberitakan televisi Channel News Asia mengatakan akan menyampaikan keluhan ke Departemen Luar Negeri Indonesia. (CAS/RYO/FUL/BRO/NEL/NAT/IAM/LKT/MHF/RAZ/MON)
Sekilas Catatan Soal Dampak Asap
- Singapura meminta warga mengurangi kegiatan di luar rumah.
- Pengguna sepeda motor sudah harus menggunakan lampu malam untuk menghindari kecelakaan di beberapa lokasi asap
- Penerbangan di sejumlah tempat ditunda, dibatalkan dan ada yang dihentikan sama sekali
- Kobaran asap tergolong paling tebal dalam 10 tahun terakhir. Sudah banyak orang mengeluhkankan penyakit pernapasan
- Terjadi kerugian bisnis miliaran dollar AS, antara lain karena turis yang tidak mau datang ke ASEAN. Kerugian akibat asap pada taun ini belum dietahui. Namun jumlah kerugian akibat kebakaran pada 1997-1998 lalu mencapai 9 miliar dollar AS berupa kehilangan pendapatan di sektor pariwisata, biaya pengobatan akibat gangguan kesehatan dan kerugian lain akibat penundaan kegiatan bisnis terkait asap.
- Di Johor, Malaysia, tetangga Singapura, kualitas udara masih tetap tergolong tidak sehat
- Keluhan soal asap juga melanda Thailand selatan. Pemerintah menganjurkan warga menggunakan masker, khususnya di Provinsi Satun.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke